Wisata Sulsel Tumbuh, Kontribusi ke PDRB Ikut Meningkat
Kamis, 16 Apr 2026 15:50
Atraksi Pepe-pepeka ri Makka di Kawasan Karst Rammang-rammang Penari Pepe-pepeka ri Makka beraktraksi sambil menyemburkan api di kawasan Karts Rammang Rammang, Maros. Foto: SINDO Makassar/Dok
MAKASSAR - Kunjungan wisatawan ke Sulawesi Selatan menunjukkan tren peningkatan pada 2025. Hal ini menjadi dasar Pemerintah Provinsi Sulsel menyelaraskan arah pembangunan sektor kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif (ekraf) untuk 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, membuka Sharing Session Strategi Pembangunan Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif kabupaten/kota se-Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 15 April 2026.
Data menunjukkan, kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 mencapai 14.685 kunjungan atau naik 7,21 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara meningkat 16,46 persen.
Peningkatan kunjungan tersebut berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah, terutama pada sektor jasa, perdagangan, serta ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Sejalan dengan itu, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel, khususnya subsektor akomodasi dan makan minum, meningkat dari sekitar 1,2 persen pada 2021 menjadi 1,38 persen pada 2025.
"Hal ini menunjukkan peran strategis pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah,” ujar Jufri.
Ia menyampaikan, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya melalui promosi destinasi. Diperlukan penguatan aksesibilitas, infrastruktur, serta integrasi layanan di kawasan wisata.
Menurutnya, forum ini menjadi ruang untuk menyelaraskan program antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, agar pembangunan pariwisata berjalan lebih terarah dan berdampak.
Jufri menambahkan, sektor pariwisata juga membuka lapangan kerja luas, mulai dari pelaku UMKM, pengrajin, seniman, hingga kelompok sadar wisata di desa.
Saat ini, Sulsel memiliki 668 desa wisata yang terus dikembangkan. Pemerintah daerah juga mendorong event lokal masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) untuk meningkatkan daya tarik wisata.
Selain itu, sejumlah capaian turut memperkuat sektor ini pada 2025. Muhammad Ikhwan AM meraih penghargaan Local Hero in Tourism dalam ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA), sementara destinasi Puncak Bila di Kabupaten Sidenreng Rappang meraih Juara Harapan III kategori daya tarik wisata terbaik tingkat nasional.
Di sektor kebudayaan, Sulsel menetapkan sembilan warisan budaya takbenda Indonesia pada 2025. Selain itu, terdapat 596 objek diduga cagar budaya, dengan empat di antaranya telah ditetapkan sebagai cagar budaya.
“Karena itu, pembangunan berbasis pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif, karena mampu membuka lapangan kerja sekaligus memperkuat daya saing daerah,” ujarnya.
Pemprov Sulsel menargetkan sektor ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel Andi Mirna serta kepala dinas terkait dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, membuka Sharing Session Strategi Pembangunan Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif kabupaten/kota se-Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 15 April 2026.
Data menunjukkan, kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 mencapai 14.685 kunjungan atau naik 7,21 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara meningkat 16,46 persen.
Peningkatan kunjungan tersebut berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah, terutama pada sektor jasa, perdagangan, serta ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Sejalan dengan itu, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel, khususnya subsektor akomodasi dan makan minum, meningkat dari sekitar 1,2 persen pada 2021 menjadi 1,38 persen pada 2025.
"Hal ini menunjukkan peran strategis pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah,” ujar Jufri.
Ia menyampaikan, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya melalui promosi destinasi. Diperlukan penguatan aksesibilitas, infrastruktur, serta integrasi layanan di kawasan wisata.
Menurutnya, forum ini menjadi ruang untuk menyelaraskan program antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, agar pembangunan pariwisata berjalan lebih terarah dan berdampak.
Jufri menambahkan, sektor pariwisata juga membuka lapangan kerja luas, mulai dari pelaku UMKM, pengrajin, seniman, hingga kelompok sadar wisata di desa.
Saat ini, Sulsel memiliki 668 desa wisata yang terus dikembangkan. Pemerintah daerah juga mendorong event lokal masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) untuk meningkatkan daya tarik wisata.
Selain itu, sejumlah capaian turut memperkuat sektor ini pada 2025. Muhammad Ikhwan AM meraih penghargaan Local Hero in Tourism dalam ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA), sementara destinasi Puncak Bila di Kabupaten Sidenreng Rappang meraih Juara Harapan III kategori daya tarik wisata terbaik tingkat nasional.
Di sektor kebudayaan, Sulsel menetapkan sembilan warisan budaya takbenda Indonesia pada 2025. Selain itu, terdapat 596 objek diduga cagar budaya, dengan empat di antaranya telah ditetapkan sebagai cagar budaya.
“Karena itu, pembangunan berbasis pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif, karena mampu membuka lapangan kerja sekaligus memperkuat daya saing daerah,” ujarnya.
Pemprov Sulsel menargetkan sektor ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel Andi Mirna serta kepala dinas terkait dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel.
(MAN)
Berita Terkait
News
Pelestarian Mangrove di Sulsel Butuh Kolaborasi Semua Pihak
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim dan melindungi wilayah pesisir.
Minggu, 26 Jul 2026 22:23
News
Gubernur Sulsel Ground Breaking Ruas Rantepao hingga Baruppu, Minta Dukungan Masyarakat
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan Ground Breaking pembangunan ruas Rantepao-Pangala-Baruppu-Batas Provinsi Sulawesi Barat, di Kabupaten Toraja Utara, Sabtu (25/7/2026).
Minggu, 26 Jul 2026 12:23
Sulsel
Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Keuangan Rp10 Miliar di Hari Jadi Toraja Utara ke-18
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan bantuan keuangan senilai Rp10 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Toraja Utara.
Sabtu, 25 Jul 2026 19:48
Sulsel
Gubernur Sulsel Serahkan Ganti Rugi Rp17,5 Miliar Pembebasan Lahan Runway Bandara Bua
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan runway Bandar Udara Bua, Kabupaten Luwu, kepada 50 pemilik lahan dengan total nilai Rp17,5 miliar.
Jum'at, 24 Jul 2026 07:36
News
Fatmawati Rusdi Lepas Ekspor 10,2 Ton Kemiri Luwu ke Jeddah
Kamis, 23 Jul 2026 20:35
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Andi Muzakkir Aqil Ditunjuk sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar
2
DPRD Luwu Timur Soroti PT PUL, Diduga Gunakan Jalan Nasional Tanpa Izin
3
Reses di Gowa, Andi Tenri Indah Serap Keluhan Warga Soal Zonasi dan Akses Sekolah Negeri
4
Kalla Property Umumkan Pemenang Program Shop & Greet, Hadiah Utama Mobil BYD
5
DP2 Makassar Perkuat Program Urban Farming di 15 Lokasi Terintegrasi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Andi Muzakkir Aqil Ditunjuk sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar
2
DPRD Luwu Timur Soroti PT PUL, Diduga Gunakan Jalan Nasional Tanpa Izin
3
Reses di Gowa, Andi Tenri Indah Serap Keluhan Warga Soal Zonasi dan Akses Sekolah Negeri
4
Kalla Property Umumkan Pemenang Program Shop & Greet, Hadiah Utama Mobil BYD
5
DP2 Makassar Perkuat Program Urban Farming di 15 Lokasi Terintegrasi