Jelang Iduladha, Barantin Perketat Pengawasan Pengiriman Hewan Kurban di Sulsel

Senin, 25 Mei 2026 12:21
Jelang Iduladha, Barantin Perketat Pengawasan Pengiriman Hewan Kurban di Sulsel
Menjelang Iduladha, Barantin melalui Karantina Sulawesi Selatan memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban antardaerah. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Menjelang Iduladha, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sulawesi Selatan memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban antardaerah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ternak yang dikirim dalam kondisi sehat, layak, dan bebas dari penyakit hewan menular.

Peningkatan pengawasan dilakukan di sejumlah titik pengeluaran ternak di Sulawesi Selatan, di antaranya Pelabuhan Parepare dan Pelabuhan Garongkong yang menjadi jalur utama distribusi sapi menuju Kalimantan.

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, mengatakan pengawasan diperketat seiring meningkatnya kebutuhan hewan kurban menjelang Iduladha. Tingginya mobilitas ternak, kata dia, harus diimbangi pengawasan ketat guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular strategis seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

“Menjelang Iduladha, lalu lintas ternak meningkat cukup signifikan. Karena itu, setiap hewan yang dilalulintaskan wajib memenuhi persyaratan karantina dan dipastikan sehat sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan,” ujarnya dalam siaran pers di Makassar.

Menurut dia, tindakan karantina tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan hewan, tetapi juga menjamin keamanan pangan asal hewan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat sebagai konsumen.

“Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari administrasi hingga kondisi fisik hewan. Kami juga melakukan pengujian laboratorium untuk mendeteksi dini kemungkinan adanya penyakit tertentu agar pengiriman ternak tetap aman dan sesuai ketentuan,” katanya.

Selain mengawasi pengiriman 17 ekor sapi potong dari Parepare menuju Balikpapan, Kalimantan Timur, menggunakan KM Swarna Bahtera Nusantara, Karantina Sulawesi Selatan juga melakukan pengawasan di Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru.

Pada Sabtu (23/5), petugas melakukan tindakan karantina terhadap 29 ekor sapi asal Kabupaten Takalar yang akan dikirim ke Kotawaringin Barat menggunakan KMP Awu Awu.

Sebelum diberangkatkan, seluruh sapi menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari verifikasi dokumen, pemeriksaan kesehatan fisik, hingga pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium.

Pengujian dilakukan menggunakan metode Rose Bengal Test (RBT) untuk mendeteksi penyakit brucellosis pada ternak.

Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), aktivitas pengiriman ternak dari Sulawesi Selatan menuju Kalimantan mengalami peningkatan dalam dua bulan terakhir.

Pada periode April–Mei 2026, Satuan Pelayanan Parepare mencatat pengiriman 3.734 ekor sapi potong menuju Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan dengan frekuensi 124 kali pengeluaran. Sementara itu, pengiriman kambing pada periode yang sama tercatat sebanyak 286 ekor dengan empat kali pengeluaran.

Secara keseluruhan, data Januari–Mei 2026 menunjukkan pengiriman domestik keluar dari seluruh Satuan Pelayanan Karantina Sulawesi Selatan mencapai 5.004 ekor sapi dan 20.567 ekor kambing. Data tersebut berasal dari satuan pelayanan di Makassar, Bajoe, Jeneponto, dan Parepare.

Karantina Sulawesi Selatan memastikan pengawasan akan terus ditingkatkan di seluruh jalur pengeluaran ternak, baik di pelabuhan maupun titik pemeriksaan lainnya.

Pengawasan dilakukan secara terpadu bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare, Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN), serta TNI Angkatan Laut guna memastikan seluruh proses pengiriman berjalan sesuai regulasi dan prinsip biosekuriti.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru