UMKM Sulsel Dapat Panggung Nasional pada HKG PKK ke-54 dan 46 Tahun Dekranas
Jum'at, 26 Jun 2026 22:08
Penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 di Makassar pada 9–12 Juli 2026 diproyeksikan menjadi pengungkit ekonomi Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 di Makassar pada 9–12 Juli 2026 diproyeksikan menjadi pengungkit ekonomi Sulawesi Selatan melalui peningkatan aktivitas UMKM, sektor jasa, hingga promosi wastra dan pariwisata daerah.
Selain menjadi agenda nasional, kegiatan ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah, memperluas pasar UMKM, mempromosikan produk unggulan, sekaligus memperkuat citra Sulsel sebagai salah satu tujuan penyelenggaraan event berskala nasional.
Ketua Panitia Harian 46 Tahun Dekranas, Sukarniaty Kondolele, mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah merupakan kesempatan penting untuk memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat perdagangan, budaya, dan penyelenggaraan event nasional di Kawasan Timur Indonesia.
"Kami berharap Sulawesi Selatan tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga memperoleh manfaat nyata dari sisi ekonomi, sosial, budaya, dan promosi potensi daerah, khususnya produk kriya dan wastra unggulan," kata Sukarniaty, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut dia, kehadiran diperkirakan sekitar 5.000 peserta dari berbagai provinsi akan mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Sektor UMKM, perhotelan, kuliner, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga penyedia jasa penyelenggaraan acara diproyeksikan menjadi penerima manfaat langsung selama kegiatan berlangsung.
"Peserta diperkirakan berada di Makassar selama empat hingga lima hari. Perputaran ekonomi bukan hanya terjadi saat acara berlangsung, tetapi juga sejak tahap persiapan hingga setelah kegiatan berakhir," ujarnya.
Ajang nasional ini juga diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, perajin, dan masyarakat. Pameran Kriya dan Wastra Dekranasda se-Indonesia yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 diproyeksikan menjadi pengungkit transaksi sekaligus memperluas jejaring pemasaran produk lokal.
Selain membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM, pameran tersebut dinilai berpotensi melahirkan kemitraan bisnis antardaerah serta memperkuat jaringan distribusi produk unggulan daerah.
"Harapan kami, pelaku UMKM dapat memperluas pasar, membangun kemitraan dengan daerah lain, meningkatkan kualitas produk, sekaligus memperkuat daya saing agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global," katanya.
Sukarniaty menilai tema Dekranas tahun ini, "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia", sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing karya para perajin di Sulawesi Selatan.
Ia mengatakan Sulawesi Selatan memiliki beragam produk unggulan yang layak diperkenalkan kepada ribuan tamu dari seluruh Indonesia, mulai dari sutra khas Sulawesi Selatan, tenun Rongkong, kain Tope, kain Kajang, hingga berbagai produk kriya seperti ukiran dan kerajinan marmer.
"Kami ingin memperkenalkan bahwa Sulawesi Selatan bukan hanya dikenal karena sutranya, tetapi juga memiliki beragam wastra dan produk kriya berkualitas yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional," ujarnya.
Selain menjadi ajang promosi produk unggulan, kegiatan ini juga diharapkan memperluas jejaring pemasaran sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk-produk unggulan Sulawesi Selatan.
Lebih jauh, penyelenggaraan agenda nasional tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan destinasi wisata sekaligus memperkuat citra Sulawesi Selatan sebagai daerah yang mampu menyelenggarakan kegiatan berskala nasional.
"Meski berada di Kawasan Timur Indonesia, kami ingin menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan siap menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan, budaya, pariwisata, serta tujuan penyelenggaraan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Indonesia," kata Sukarniaty.
Ia berharap kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah tidak hanya berdampak pada meningkatnya kunjungan wisata, tetapi juga membuka peluang investasi melalui promosi berbagai potensi unggulan daerah.
Penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan 46 Tahun Dekranas diharapkan semakin memperkuat branding Sulawesi Selatan sebagai daerah yang siap menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional maupun internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif berbasis potensi lokal.
"Menjadi tuan rumah bukan sekadar sebuah kehormatan. Kami ingin kesempatan ini menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan ekonomi daerah, promosi potensi lokal, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan daya saing Sulawesi Selatan. Harapannya, dampak kegiatan ini dapat terus dirasakan bahkan setelah seluruh rangkaian acara berakhir," tuturnya.
Selain menjadi agenda nasional, kegiatan ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah, memperluas pasar UMKM, mempromosikan produk unggulan, sekaligus memperkuat citra Sulsel sebagai salah satu tujuan penyelenggaraan event berskala nasional.
Ketua Panitia Harian 46 Tahun Dekranas, Sukarniaty Kondolele, mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah merupakan kesempatan penting untuk memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat perdagangan, budaya, dan penyelenggaraan event nasional di Kawasan Timur Indonesia.
"Kami berharap Sulawesi Selatan tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga memperoleh manfaat nyata dari sisi ekonomi, sosial, budaya, dan promosi potensi daerah, khususnya produk kriya dan wastra unggulan," kata Sukarniaty, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut dia, kehadiran diperkirakan sekitar 5.000 peserta dari berbagai provinsi akan mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Sektor UMKM, perhotelan, kuliner, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga penyedia jasa penyelenggaraan acara diproyeksikan menjadi penerima manfaat langsung selama kegiatan berlangsung.
"Peserta diperkirakan berada di Makassar selama empat hingga lima hari. Perputaran ekonomi bukan hanya terjadi saat acara berlangsung, tetapi juga sejak tahap persiapan hingga setelah kegiatan berakhir," ujarnya.
Ajang nasional ini juga diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, perajin, dan masyarakat. Pameran Kriya dan Wastra Dekranasda se-Indonesia yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 diproyeksikan menjadi pengungkit transaksi sekaligus memperluas jejaring pemasaran produk lokal.
Selain membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM, pameran tersebut dinilai berpotensi melahirkan kemitraan bisnis antardaerah serta memperkuat jaringan distribusi produk unggulan daerah.
"Harapan kami, pelaku UMKM dapat memperluas pasar, membangun kemitraan dengan daerah lain, meningkatkan kualitas produk, sekaligus memperkuat daya saing agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global," katanya.
Sukarniaty menilai tema Dekranas tahun ini, "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia", sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing karya para perajin di Sulawesi Selatan.
Ia mengatakan Sulawesi Selatan memiliki beragam produk unggulan yang layak diperkenalkan kepada ribuan tamu dari seluruh Indonesia, mulai dari sutra khas Sulawesi Selatan, tenun Rongkong, kain Tope, kain Kajang, hingga berbagai produk kriya seperti ukiran dan kerajinan marmer.
"Kami ingin memperkenalkan bahwa Sulawesi Selatan bukan hanya dikenal karena sutranya, tetapi juga memiliki beragam wastra dan produk kriya berkualitas yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional," ujarnya.
Selain menjadi ajang promosi produk unggulan, kegiatan ini juga diharapkan memperluas jejaring pemasaran sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk-produk unggulan Sulawesi Selatan.
Lebih jauh, penyelenggaraan agenda nasional tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan destinasi wisata sekaligus memperkuat citra Sulawesi Selatan sebagai daerah yang mampu menyelenggarakan kegiatan berskala nasional.
"Meski berada di Kawasan Timur Indonesia, kami ingin menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan siap menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan, budaya, pariwisata, serta tujuan penyelenggaraan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Indonesia," kata Sukarniaty.
Ia berharap kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah tidak hanya berdampak pada meningkatnya kunjungan wisata, tetapi juga membuka peluang investasi melalui promosi berbagai potensi unggulan daerah.
Penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan 46 Tahun Dekranas diharapkan semakin memperkuat branding Sulawesi Selatan sebagai daerah yang siap menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional maupun internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif berbasis potensi lokal.
"Menjadi tuan rumah bukan sekadar sebuah kehormatan. Kami ingin kesempatan ini menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan ekonomi daerah, promosi potensi lokal, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan daya saing Sulawesi Selatan. Harapannya, dampak kegiatan ini dapat terus dirasakan bahkan setelah seluruh rangkaian acara berakhir," tuturnya.
(GUS)
Berita Terkait
News
Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengambil langkah cepat untuk mengurangi peningkatan mobilitas masyarakat.
Jum'at, 11 Sep 2026 22:11
News
Operator SPBU Disorot, Pertamina Tambah 50 Tenaga untuk 25 SPBU 24 Jam di Makassar
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyoroti kesiapan operator di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, di tengah antrean panjang kendaraan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Jum'at, 11 Sep 2026 08:49
News
Pertamina Gandeng Lintas Sektor Perkuat Penguraian Antrean BBM di Sejumlah SPBU Makassar
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menggandeng lintas sektor untuk memperkuat penanganan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar.
Kamis, 10 Sep 2026 19:53
News
Antrean Panjang BBM di SPBU, Gubernur Sulsel Imbau Tak Panic Buying
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat pengawasan penyaluran BBM, khususnya BBM bersubsidi, untuk memastikan distribusinya tepat sasaran.
Kamis, 10 Sep 2026 12:28
News
Pertamina - Pemprov Sulsel Siapkan Langkah Mitigasi Antrean BBM dan LPG
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengurai kepadatan antrean bahan bakar minyak dan gas melon di masyarakat.
Kamis, 10 Sep 2026 11:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot dan Pertamina Ambil Langkah Taktis Urai Antrean Panjang BBM di Makassar
2
Penjualan Low MPV Toyota Naik 40 Persen, Veloz Hybrid Jadi Pendorong
3
Perkuat Akses Pendanaan Riset BRIN, Riset Jangan Hanya Selesai Diteliti Harus Dimanfaatkan
4
Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring
5
Keluarga Bayi Meninggal di RSIA Paramount Makassar Siapkan Langkah Hukum
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot dan Pertamina Ambil Langkah Taktis Urai Antrean Panjang BBM di Makassar
2
Penjualan Low MPV Toyota Naik 40 Persen, Veloz Hybrid Jadi Pendorong
3
Perkuat Akses Pendanaan Riset BRIN, Riset Jangan Hanya Selesai Diteliti Harus Dimanfaatkan
4
Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring
5
Keluarga Bayi Meninggal di RSIA Paramount Makassar Siapkan Langkah Hukum