Guru, IRT hingga Karyawan Kompak Andalkan Bajaj untuk Aktivitas Sehari-hari
Selasa, 14 Jul 2026 17:07
Armada bajaj tetap jadi pilihan di tengah beragam pilihan transportasi. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Bagi sebagian masyarakat, memilih moda transportasi tidak hanya mempertimbangkan biaya, tetapi juga kenyamanan dan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Di tengah beragam pilihan transportasi, Bajaj menjadi salah satu alternatif yang dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut.
Pengguna Bajaj datang dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga (IRT), pekerja, hingga tenaga pendidik.
Masing-masing memiliki alasan tersendiri mengapa tetap memilih moda transportasi ini dalam kesehariannya.
Jumaysa (42) menjadi salah satu pengguna yang mengaku cukup sering memanfaatkan Bajaj.
Menurutnya, kondisi yang mudah mabuk saat berada di dalam mobil membuat perjalanan menggunakan Bajaj terasa lebih nyaman.
Ia mengatakan sirkulasi udara yang lebih terbuka membuatnya tidak mudah merasa pusing selama perjalanan. Karena itu, Bajaj kerap menjadi pilihan ketika bepergian bersama kedua anaknya.
“Kalau naik Bajaj saya lebih nyaman karena anginnya terasa. Saya memang gampang mabuk mobil, jadi lebih enak naik Bajaj,” ujar Jumaysa.
Selain faktor kenyamanan, kapasitas kendaraan juga menjadi pertimbangannya. Ia mengaku masih leluasa membawa dua anak sekaligus ketika bepergian ke pusat perbelanjaan maupun pasar.
“Saya suka karena biasanya kalau ke mal atau ke pasar membawa belanjaan jadi lebih leluasa,” katanya.
Pengalaman berbeda disampaikan Deasy, warga Samata, Kabupaten Gowa. Sebagai seorang guru yang mengajar di Makassar, ia mengaku cukup bergantung pada transportasi umum karena tidak dapat mengendarai sepeda motor.
Menurut Deasy, Bajaj menjadi solusi ketika dirinya tidak sempat diantar oleh suami ataupun anak. Kehadiran layanan tersebut membuatnya tetap dapat berangkat bekerja tanpa harus bergantung pada keluarga.
“Kalau tidak ada yang mengantar, saya biasanya pakai Bajaj. Sangat membantu karena saya tetap bisa berangkat mengajar tepat waktu,” ungkapnya.
Sementara itu, Junaedi, seorang karyawan swasta, memiliki alasan berbeda. Kesibukan pekerjaan membuatnya tidak selalu memiliki waktu untuk mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah.
Karena telah mengenal pengemudi langganannya, Junaedi memilih mempercayakan antar-jemput anaknya menggunakan Bajaj. Baginya, cara tersebut menjadi solusi ketika harus berangkat kerja lebih pagi atau pulang lebih larut.
“Kalau sedang buru-buru atau ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, anak saya diantar dan dijemput menggunakan Bajaj langganan. Jadi saya lebih tenang karena sudah kenal pengemudinya,” tuturnya.
Pengalaman ketiga pengguna tersebut menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan mobilitas yang berbeda. Ada yang mengutamakan kenyamanan, ada yang membutuhkan kemudahan akses menuju tempat kerja, dan ada pula yang memanfaatkannya untuk membantu aktivitas keluarga.
Meski alasan pengguna beragam, pengalaman mereka memperlihatkan bahwa Bajaj menjadi salah satu alternatif transportasi yang dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung mobilitas harian secara praktis sesuai kebutuhan masing-masing.
Di tengah beragam pilihan transportasi, Bajaj menjadi salah satu alternatif yang dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut.
Pengguna Bajaj datang dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga (IRT), pekerja, hingga tenaga pendidik.
Masing-masing memiliki alasan tersendiri mengapa tetap memilih moda transportasi ini dalam kesehariannya.
Jumaysa (42) menjadi salah satu pengguna yang mengaku cukup sering memanfaatkan Bajaj.
Menurutnya, kondisi yang mudah mabuk saat berada di dalam mobil membuat perjalanan menggunakan Bajaj terasa lebih nyaman.
Ia mengatakan sirkulasi udara yang lebih terbuka membuatnya tidak mudah merasa pusing selama perjalanan. Karena itu, Bajaj kerap menjadi pilihan ketika bepergian bersama kedua anaknya.
“Kalau naik Bajaj saya lebih nyaman karena anginnya terasa. Saya memang gampang mabuk mobil, jadi lebih enak naik Bajaj,” ujar Jumaysa.
Selain faktor kenyamanan, kapasitas kendaraan juga menjadi pertimbangannya. Ia mengaku masih leluasa membawa dua anak sekaligus ketika bepergian ke pusat perbelanjaan maupun pasar.
“Saya suka karena biasanya kalau ke mal atau ke pasar membawa belanjaan jadi lebih leluasa,” katanya.
Pengalaman berbeda disampaikan Deasy, warga Samata, Kabupaten Gowa. Sebagai seorang guru yang mengajar di Makassar, ia mengaku cukup bergantung pada transportasi umum karena tidak dapat mengendarai sepeda motor.
Menurut Deasy, Bajaj menjadi solusi ketika dirinya tidak sempat diantar oleh suami ataupun anak. Kehadiran layanan tersebut membuatnya tetap dapat berangkat bekerja tanpa harus bergantung pada keluarga.
“Kalau tidak ada yang mengantar, saya biasanya pakai Bajaj. Sangat membantu karena saya tetap bisa berangkat mengajar tepat waktu,” ungkapnya.
Sementara itu, Junaedi, seorang karyawan swasta, memiliki alasan berbeda. Kesibukan pekerjaan membuatnya tidak selalu memiliki waktu untuk mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah.
Karena telah mengenal pengemudi langganannya, Junaedi memilih mempercayakan antar-jemput anaknya menggunakan Bajaj. Baginya, cara tersebut menjadi solusi ketika harus berangkat kerja lebih pagi atau pulang lebih larut.
“Kalau sedang buru-buru atau ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, anak saya diantar dan dijemput menggunakan Bajaj langganan. Jadi saya lebih tenang karena sudah kenal pengemudinya,” tuturnya.
Pengalaman ketiga pengguna tersebut menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan mobilitas yang berbeda. Ada yang mengutamakan kenyamanan, ada yang membutuhkan kemudahan akses menuju tempat kerja, dan ada pula yang memanfaatkannya untuk membantu aktivitas keluarga.
Meski alasan pengguna beragam, pengalaman mereka memperlihatkan bahwa Bajaj menjadi salah satu alternatif transportasi yang dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung mobilitas harian secara praktis sesuai kebutuhan masing-masing.
(MAN)
Berita Terkait
Ekbis
Jejak Hino di Balik Kemajuan Industri Transportasi Indonesia
Di titik itulah perjalanan Hino di Indonesia menemukan makna yang lebih luas. Selama 43 tahun, Hino tidak hanya menghadirkan kendaraan niaga untuk mengangkut barang dan manusia
Sabtu, 08 Agu 2026 13:17
Ekbis
Bajaj Maxride Hadir di Palopo, Buka Peluang Kerja dan Investasi
Bajaj Maxride resmi mengaspal di Kota Palopo melalui pembukaan Dealer Resmi Bajaj–Maxride Palopo yang dikelola oleh PT Urban Mix Panoramic.
Selasa, 23 Des 2025 18:37
Ekbis
Bajaj RE Ekspansi ke Gowa - Takalar, Dorong Mobilitas dan Ekonomi Lokal
Ekspansi ini diwujudkan melalui pembukaan layanan sekaligus mitra dealer baru di Kota Gowa, serta perluasan jangkauan operasional hingga Maros, Takalar, dan kawasan Malino.
Selasa, 16 Des 2025 15:56
News
Menhub Beri Atensi Penuh Moda Transportasi Laut Jelang Nataru
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, memberikan atensi penuh untuk moda transportasi laut jelang pelaksanaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Senin, 08 Des 2025 10:02
News
Regulasi Ojol Dibahas Kemnaker, Penolakan Driver 'Meledak' di Banyak Kota
Kemnaker RI kembali melanjutkan pembahasan regulasi transportasi daring alias ojek online (ojol) melalui FGD bertema “Sistem Bagi Hasil pada Layanan Transportasi Online”
Jum'at, 28 Nov 2025 11:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah
2
Pelindo dan IKM Perkuat Arus Logistik Nikel di Pelabuhan Kendari
3
Kapolda Sulsel Lepas 400 Peserta Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V 2026
4
Wisuda 2.866 Lulusan, Rektor UMI Ungkap Peran Beasiswa Afirmasi
5
Hadapi Kemarau Panjang, Pemerintah Bantaeng Lakukan Salat Istisqa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah
2
Pelindo dan IKM Perkuat Arus Logistik Nikel di Pelabuhan Kendari
3
Kapolda Sulsel Lepas 400 Peserta Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V 2026
4
Wisuda 2.866 Lulusan, Rektor UMI Ungkap Peran Beasiswa Afirmasi
5
Hadapi Kemarau Panjang, Pemerintah Bantaeng Lakukan Salat Istisqa