Berkat Dukungan PLN, SMKN 1 Konawe Utara Kini Miliki Laboratorium TIK Sendiri

Kamis, 30 Jul 2026 11:01
Berkat Dukungan PLN, SMKN 1 Konawe Utara Kini Miliki Laboratorium TIK Sendiri
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menghadirkan laboratorium TIK di SMKN 1 Konawe Utara pada 2025. Foto/Istimewa
Comment
Share
KONAWE UTARA - Selama bertahun-tahun, siswa SMKN 1 Konawe Utara harus menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer ke sekolah lain hanya untuk mengikuti pembelajaran praktik Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Keterbatasan fasilitas laboratorium komputer membuat proses belajar berbasis digital belum dapat berlangsung secara optimal.

Perjalanan tersebut menjadi rutinitas yang harus dijalani siswa dan guru demi memenuhi kebutuhan pembelajaran. Selain menyita waktu, kondisi itu juga membuat pelaksanaan praktik komputer harus menyesuaikan dengan jadwal ketersediaan laboratorium di sekolah tujuan.

Kini, tantangan tersebut mulai teratasi. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menghadirkan laboratorium TIK di SMKN 1 Konawe Utara pada 2025. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan 25 unit komputer beserta sarana pendukung yang kini dimanfaatkan oleh 120 siswa dan 23 tenaga pendidik.

Kehadiran laboratorium TIK tersebut membawa perubahan signifikan bagi proses pembelajaran di sekolah. Siswa kini dapat mengikuti praktik komputer langsung di lingkungan sekolah tanpa harus berpindah lokasi, sementara guru memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menyusun kegiatan belajar mengajar.

Kepala SMKN 1 Konawe Utara, Iswan Lahadi, menyampaikan bahwa fasilitas tersebut memberikan dampak positif terhadap efektivitas pembelajaran.

"Selama kurang lebih satu tahun terakhir, laboratorium TIK ini telah memberikan perubahan yang sangat besar bagi proses belajar mengajar di sekolah kami. Seluruh pembelajaran praktik komputer kini dapat dilaksanakan di sekolah tanpa harus lagi menempuh perjalanan ke sekolah lain. Waktu belajar menjadi lebih efektif, biaya transportasi dapat dihemat, dan yang terpenting, siswa memiliki kesempatan lebih banyak untuk mengasah kemampuan digital mereka. Kami benar-benar merasakan manfaat dari bantuan yang diberikan PLN," ujarnya.

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan bahwa setiap program TJSL PLN dirancang agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di wilayah sekitar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

"Kami bersyukur laboratorium TIK di SMKN 1 Konawe Utara terus dimanfaatkan dengan baik oleh para siswa dan guru. Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kompetensi digital generasi muda sehingga mereka tidak tertinggal dan siap menghadapi perkembangan era digital," ungkapnya.

Pembangunan laboratorium TIK tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Andowia–Kendari.

Melalui program TJSL, PLN tidak hanya berupaya menghadirkan keandalan sistem kelistrikan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di wilayah sekitar proyek.

Bagi siswa SMKN 1 Konawe Utara, laboratorium TIK kini bukan sekadar ruang praktik komputer. Fasilitas tersebut menjadi pintu menuju pembelajaran digital yang lebih mudah diakses sekaligus menjadi bekal penting untuk menghadapi kebutuhan kompetensi di era teknologi.

Dari perjalanan puluhan kilometer menuju laboratorium komputer, kini para siswa dapat belajar dan mengembangkan kemampuan digital di sekolah mereka sendiri.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru