Jaga Habitat Penyu, PLN Salurkan Bantuan Konservasi di Pantai Lentora
Senin, 03 Agu 2026 17:29
PLN UIP Sulawesi melalui program PLN Peduli memperkuat upaya pelestarian ekosistem pesisir di Kabupaten Donggala, dengan menyalurkan bantuan TJSL. Foto/Istimewa
PASANGKAYU - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui program PLN Peduli memperkuat upaya pelestarian ekosistem pesisir di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dengan menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Program Konservasi dan Edukasi Penangkaran Penyu kepada Kelompok Konservasi Penyu Lentora. Program ini diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan penetasan telur penyu sekaligus memperluas edukasi lingkungan bagi masyarakat pesisir.
Bantuan diserahkan oleh Manager PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tengah, Qadri, kepada Ketua Kelompok Konservasi Penyu Lentora, Saiful Bakri, di kawasan Pantai Lentora, Desa Mapane Tambu, Kecamatan Balaesang, Kamis (30/7). Penyerahan tersebut turut disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Balaesang, pemerintah desa, tokoh masyarakat, mahasiswa KKN, dan pegiat lingkungan.
Qadri mengatakan, Pantai Lentora merupakan salah satu habitat penting penyu untuk bertelur sehingga membutuhkan perlindungan yang berkelanjutan.
"Program ini kami fokuskan pada tiga aspek, yakni melindungi habitat peneluran, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi, serta memperkuat sarana pendukung konservasi. Bagi PLN, menjaga ekosistem laut, menghadirkan pendidikan lingkungan, dan memastikan pasokan listrik yang andal merupakan bagian dari komitmen membangun tanpa mengabaikan kelestarian alam," ujarnya.
Melalui program tersebut, PLN menyalurkan berbagai fasilitas pendukung, antara lain renovasi area hatchery beserta 10 bak penetasan, satu set peralatan monitoring telur, 10 unit lampu penerangan berikut penambahan daya listrik kawasan, pakan penyu untuk kebutuhan selama 12 bulan, satu unit freezer penyimpanan, perbaikan pagar, atap dan lantai area tukik, perlengkapan keselamatan, lima papan edukasi, serta lima rambu kawasan pantai. PLN juga memberikan dukungan biaya operasional untuk kegiatan pengumpulan dan pemindahan telur hingga pelepasan tukik ke laut.
Camat Balaesang, Asrun Kalam Jalaba, mengapresiasi dukungan PLN terhadap pelestarian lingkungan di wilayahnya.
"Kami menyampaikan terima kasih atas bantuan ini. Konservasi penyu hanya dapat berjalan optimal melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap program ini terus berlanjut agar kelestarian penyu tetap terjaga," katanya.
Ketua Kelompok Konservasi Penyu Lentora, Saiful Bakri, juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan PLN Peduli.
"Kami berterima kasih atas kepedulian PLN terhadap upaya konservasi penyu di Desa Mapane Tambu. Proses bantuan berlangsung cepat dan menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam menjaga ekosistem pesisir," ungkapnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.
"Keberadaan kawasan konservasi ini yang berada tidak jauh dari proyek SUTT 150 kV Palu 3–Tambu menjadi pengingat bahwa pembangunan listrik harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian ekosistem. Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan, kami berharap habitat penyu di Pantai Lentora tetap lestari untuk generasi mendatang," ujarnya.
Program konservasi ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan daya tetas telur penyu, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga habitat peneluran serta memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Bantuan diserahkan oleh Manager PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tengah, Qadri, kepada Ketua Kelompok Konservasi Penyu Lentora, Saiful Bakri, di kawasan Pantai Lentora, Desa Mapane Tambu, Kecamatan Balaesang, Kamis (30/7). Penyerahan tersebut turut disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Balaesang, pemerintah desa, tokoh masyarakat, mahasiswa KKN, dan pegiat lingkungan.
Qadri mengatakan, Pantai Lentora merupakan salah satu habitat penting penyu untuk bertelur sehingga membutuhkan perlindungan yang berkelanjutan.
"Program ini kami fokuskan pada tiga aspek, yakni melindungi habitat peneluran, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi, serta memperkuat sarana pendukung konservasi. Bagi PLN, menjaga ekosistem laut, menghadirkan pendidikan lingkungan, dan memastikan pasokan listrik yang andal merupakan bagian dari komitmen membangun tanpa mengabaikan kelestarian alam," ujarnya.
Melalui program tersebut, PLN menyalurkan berbagai fasilitas pendukung, antara lain renovasi area hatchery beserta 10 bak penetasan, satu set peralatan monitoring telur, 10 unit lampu penerangan berikut penambahan daya listrik kawasan, pakan penyu untuk kebutuhan selama 12 bulan, satu unit freezer penyimpanan, perbaikan pagar, atap dan lantai area tukik, perlengkapan keselamatan, lima papan edukasi, serta lima rambu kawasan pantai. PLN juga memberikan dukungan biaya operasional untuk kegiatan pengumpulan dan pemindahan telur hingga pelepasan tukik ke laut.
Camat Balaesang, Asrun Kalam Jalaba, mengapresiasi dukungan PLN terhadap pelestarian lingkungan di wilayahnya.
"Kami menyampaikan terima kasih atas bantuan ini. Konservasi penyu hanya dapat berjalan optimal melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap program ini terus berlanjut agar kelestarian penyu tetap terjaga," katanya.
Ketua Kelompok Konservasi Penyu Lentora, Saiful Bakri, juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan PLN Peduli.
"Kami berterima kasih atas kepedulian PLN terhadap upaya konservasi penyu di Desa Mapane Tambu. Proses bantuan berlangsung cepat dan menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam menjaga ekosistem pesisir," ungkapnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.
"Keberadaan kawasan konservasi ini yang berada tidak jauh dari proyek SUTT 150 kV Palu 3–Tambu menjadi pengingat bahwa pembangunan listrik harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian ekosistem. Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan, kami berharap habitat penyu di Pantai Lentora tetap lestari untuk generasi mendatang," ujarnya.
Program konservasi ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan daya tetas telur penyu, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga habitat peneluran serta memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Sambut HUT RI ke-81, PLN Perkuat Kemandirian Petani Kopi Batui
Menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, PLN UIP Sulawesi memperkuat kemandirian Kelompok Tani Kopi Batui Oishii melalui bantuan program TJSL yang menyasar seluruh rantai usaha. Foto/Istimewa
Senin, 03 Agu 2026 09:18
Sulsel
PLN Bangun Greenhouse & Rumah Kompos, Dorong Produktivitas KWT di Luwu Timur
PLN UIP Sulawesi memperkuat pemberdayaan masyarakat di sekitar pembangunan SUTET 275 kV Wotu–Bungku melalui pembangunan greenhouse dan rumah kompos bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Wulasi Mandiri.
Minggu, 02 Agu 2026 20:03
Ekbis
PLN Perkuat UMKM Mebel di Pohuwato Lewat Bantuan Peralatan Produksi
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Minggu, 02 Agu 2026 16:05
News
PLN dan Pemkab Bantaeng Perkuat Sinergi Percepat Pembangunan SUTT 150 kV
PLN UIP Sulawesi bersama Pemerintah Kabupaten Bantaeng memperkuat sinergi untuk mempercepat pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Punagaya–Bantaeng.
Kamis, 30 Jul 2026 13:53
News
Berkat Dukungan PLN, SMKN 1 Konawe Utara Kini Miliki Laboratorium TIK Sendiri
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menghadirkan laboratorium TIK di SMKN 1 Konawe Utara pada 2025.
Kamis, 30 Jul 2026 11:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sekolah Bukan Pabrik Nilai
2
KREASI 2026 Jadi Ajang Solidaritas Mahasiswa Sistem Informasi UIN Alauddin
3
Pansus Temukan 50 Aset DLHK Sulsel Belum Bersertifikat, Ada yang Dikuasai Eks Pegawai
4
Dugaan Pungli Perizinan di Gowa Berpotensi Menyeret Tersangka Baru
5
Konflik Lahan Laoli, Kehadiran Manajer PT KITLT Jadi Sorotan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sekolah Bukan Pabrik Nilai
2
KREASI 2026 Jadi Ajang Solidaritas Mahasiswa Sistem Informasi UIN Alauddin
3
Pansus Temukan 50 Aset DLHK Sulsel Belum Bersertifikat, Ada yang Dikuasai Eks Pegawai
4
Dugaan Pungli Perizinan di Gowa Berpotensi Menyeret Tersangka Baru
5
Konflik Lahan Laoli, Kehadiran Manajer PT KITLT Jadi Sorotan