13 Kebakaran Terjadi di Maros dalam Dua Pekan Terakhir
Senin, 03 Agu 2026 18:03
Salah satu kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Maros baru-baru ini. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Maros mencatat sebanyak 13 kejadian kebakaran terjadi dalam kurun waktu 15 hingga 30 Juli 2026.
Dari jumlah tersebut, 11 merupakan kebakaran lahan, sedangkan dua lainnya adalah kebakaran rumah.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Informasi dan Pengolahan Data Damkar Maros, M Ilham Halimsyah, mengatakan jumlah kejadian kebakaran pada pertengahan hingga akhir Juli mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kalau Juni itu tidak ada kebakaran lahan,” katanya, Senin (3/8/2026).
Dia mengatakan, meningkatnya kejadian kebakaran didominasi oleh faktor cuaca. Kondisi lahan yang mengering akibat musim kemarau membuat api lebih mudah muncul dan cepat merambat.
Mantan Lurah Bontoa, Mandai ini menuturkan, wilayah yang paling banyak mengalami kebakaran selama periode tersebut adalah Kecamatan Bantimurung dan Kecamatan Marusu.
Selain dipengaruhi cuaca, kebakaran juga dipicu kelalaian masyarakat saat membersihkan lahan.
“Awalnya bakar sampah atau dedaunan kering, namun tidak dapat dikendalikan saat api mulai membesar, sehingga warga menghubungi Damkar,” bebernya.
Ilham mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati karena saat ini Kabupaten Maros mulai memasuki puncak musim kemarau.
“Justru Agustus ini memasuki puncak musim kemarau atau musim panas,” katanya.
Dia mengungkapkan, memasuki awal Agustus saja Damkar kembali menerima laporan kebakaran lahan di dua lokasi, yakni di Batangase, Kecamatan Mandai, dan di Labuang, Kecamatan Turikale.
Sementara itu, Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau.
Dia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar maupun membakar sampah sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar.
"Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa segera ditangani dan tidak meluas," tutupnya.
Dari jumlah tersebut, 11 merupakan kebakaran lahan, sedangkan dua lainnya adalah kebakaran rumah.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Informasi dan Pengolahan Data Damkar Maros, M Ilham Halimsyah, mengatakan jumlah kejadian kebakaran pada pertengahan hingga akhir Juli mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kalau Juni itu tidak ada kebakaran lahan,” katanya, Senin (3/8/2026).
Dia mengatakan, meningkatnya kejadian kebakaran didominasi oleh faktor cuaca. Kondisi lahan yang mengering akibat musim kemarau membuat api lebih mudah muncul dan cepat merambat.
Mantan Lurah Bontoa, Mandai ini menuturkan, wilayah yang paling banyak mengalami kebakaran selama periode tersebut adalah Kecamatan Bantimurung dan Kecamatan Marusu.
Selain dipengaruhi cuaca, kebakaran juga dipicu kelalaian masyarakat saat membersihkan lahan.
“Awalnya bakar sampah atau dedaunan kering, namun tidak dapat dikendalikan saat api mulai membesar, sehingga warga menghubungi Damkar,” bebernya.
Ilham mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati karena saat ini Kabupaten Maros mulai memasuki puncak musim kemarau.
“Justru Agustus ini memasuki puncak musim kemarau atau musim panas,” katanya.
Dia mengungkapkan, memasuki awal Agustus saja Damkar kembali menerima laporan kebakaran lahan di dua lokasi, yakni di Batangase, Kecamatan Mandai, dan di Labuang, Kecamatan Turikale.
Sementara itu, Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau.
Dia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar maupun membakar sampah sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar.
"Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa segera ditangani dan tidak meluas," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Appi Tinjau Lokasi Kebakaran di Asrama Kodam dan Pasar Pa'baeng-baeng
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi), meninjau langsung korban kebakaran di Kompleks Asrama Kodam Mattoanging (Jalan Kakatua dan Jalan Cenderawasih) serta melihat kondisi sejumlah los di Pasar Pabaeng-baeng, Rabu (2/9/2026).
Rabu, 02 Sep 2026 21:17
News
Kebakaran Hebat Terjadi di Asrama TNI Makassar, 35 Rumah Terdampak
Kebakaran melanda sebuah kawasan asrama TNI di Jalan Cendrawasih/Kakatua, RT 005/RW 005, Kelurahan Pabatang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (1/9/2026).
Selasa, 01 Sep 2026 17:24
News
Kebakaran Lahan Kosong 5.000 Meter Persegi di Tallasa City Berhasil Dipadamkan
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mengerahkan armadanya untuk memadamkan kebakaran lahan kosong yang terjadi di Jalan Citraland, Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, pada Senin malam (24/8/2026).
Senin, 24 Agu 2026 22:19
News
Gudang Pertanian BUMN di Maros Ludes Terbakar
Gudang pertanian milik BUMN di Desa Bonto Mate'ne, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ludes terbakar, Rabu (19/8/2026).
Rabu, 19 Agu 2026 14:38
News
IKAPTK Kota Makassar Salurkan Bantuan untuk Warga Korban Kebakaran di Tallo
Ikatan Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Makassar menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran, di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo.
Senin, 10 Agu 2026 22:15
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, Siswa Kelas XI SMA IT Arrahmah Mengabdi di Leang-Leang
5
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, Siswa Kelas XI SMA IT Arrahmah Mengabdi di Leang-Leang
5
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros