Kemenag Segera Cairkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II, Nilainya Rp4,1 Triliun
Minggu, 09 Agu 2026 14:10
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto: Istimewa
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) tengah memproses penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Raudlatul Athfal (BOP RA) Tahap II Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran Rp4,1 triliun.
Anggaran tersebut terdiri atas Rp3,7 triliun untuk BOS Madrasah dan Rp370 miliar untuk BOP RA. Dana akan disalurkan kepada sekitar 52 ribu madrasah swasta dan 31 ribu RA di seluruh Indonesia.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan penyaluran BOS merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan operasional madrasah.
"Dana BOS adalah instrumen strategis agar aktivitas belajar-mengajar tetap berjalan mandiri, layak, serta berkelanjutan," tegas Menag di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Nasaruddin berharap madrasah dan RA dapat mengoptimalkan pengelolaan dana tahap II untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi murid.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan anggaran BOS dan BOP RA tahap II telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan operasional lembaga pendidikan.
"Total alokasi Dana BOS yang sudah disiapkan Tahap II ini sebesar Rp4,1 triliun untuk tahun anggaran 2026. Jumlah ini terdiri atas Rp3,7 triliun untuk BOS Madrasah dan Rp370 miliar untuk BOP RA. Ini kita distribusikan secara khusus untuk 52 ribu madrasah swasta serta 31 ribu RA di seluruh Indonesia," ujarnya.
Pengajuan dan verifikasi berkas pencairan dilakukan secara digital melalui portal resmi Kementerian Agama.
“Proses pengajuan serta verifikasi berkas pencairan BOS Madrasah maupun BOP RA Tahap II kini sepenuhnya dilakukan secara digital melalui portal resmi Kementerian Agama,” sambungnya.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam, Nyayu Khodijah, meminta madrasah dan RA penerima alokasi bantuan tahap I segera menuntaskan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Dokumen tersebut menjadi salah satu syarat sebelum pengelola mengunggah berkas pengajuan tahap II.
"Kami berharap pengelola segera mengunggah dokumen persyaratan pencairan Tahap II sesuai jadwal yang telah ditentukan," terangnya.
Nyayu mengatakan pihaknya telah menerbitkan jadwal pengajuan dan verifikasi berkas BOS Madrasah dan BOP RA sebagai pedoman bagi pengelola. Ia juga meminta pengelola meningkatkan kedisiplinan dalam pelaporan pertanggungjawaban dan pemanfaatan anggaran.
Adapun jadwal pengajuan dan verifikasi BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II yakni: Jadwal pertama, pengajuan berkas 29 Juli–8 Agustus 2026. Verifikasi berkas: 29 Juli–9 Agustus 2026.
Jadwal kedua, pengajuan berkas 18–30 Agustus 2026. Verifikasi berkas: 18–31 Agustus 2026.
Jadwal ketiga, pengajuan berkas 14–27 September 2026, Verifikasi berkas 14–28 September 2026.
Kemenag mengingatkan pengelola madrasah dan RA untuk memperhatikan jadwal tersebut serta memastikan dokumen persyaratan telah dipenuhi sebelum melakukan pengajuan secara digital.
Anggaran tersebut terdiri atas Rp3,7 triliun untuk BOS Madrasah dan Rp370 miliar untuk BOP RA. Dana akan disalurkan kepada sekitar 52 ribu madrasah swasta dan 31 ribu RA di seluruh Indonesia.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan penyaluran BOS merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan operasional madrasah.
"Dana BOS adalah instrumen strategis agar aktivitas belajar-mengajar tetap berjalan mandiri, layak, serta berkelanjutan," tegas Menag di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Nasaruddin berharap madrasah dan RA dapat mengoptimalkan pengelolaan dana tahap II untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi murid.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan anggaran BOS dan BOP RA tahap II telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan operasional lembaga pendidikan.
"Total alokasi Dana BOS yang sudah disiapkan Tahap II ini sebesar Rp4,1 triliun untuk tahun anggaran 2026. Jumlah ini terdiri atas Rp3,7 triliun untuk BOS Madrasah dan Rp370 miliar untuk BOP RA. Ini kita distribusikan secara khusus untuk 52 ribu madrasah swasta serta 31 ribu RA di seluruh Indonesia," ujarnya.
Pengajuan dan verifikasi berkas pencairan dilakukan secara digital melalui portal resmi Kementerian Agama.
“Proses pengajuan serta verifikasi berkas pencairan BOS Madrasah maupun BOP RA Tahap II kini sepenuhnya dilakukan secara digital melalui portal resmi Kementerian Agama,” sambungnya.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam, Nyayu Khodijah, meminta madrasah dan RA penerima alokasi bantuan tahap I segera menuntaskan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Dokumen tersebut menjadi salah satu syarat sebelum pengelola mengunggah berkas pengajuan tahap II.
"Kami berharap pengelola segera mengunggah dokumen persyaratan pencairan Tahap II sesuai jadwal yang telah ditentukan," terangnya.
Nyayu mengatakan pihaknya telah menerbitkan jadwal pengajuan dan verifikasi berkas BOS Madrasah dan BOP RA sebagai pedoman bagi pengelola. Ia juga meminta pengelola meningkatkan kedisiplinan dalam pelaporan pertanggungjawaban dan pemanfaatan anggaran.
Adapun jadwal pengajuan dan verifikasi BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II yakni: Jadwal pertama, pengajuan berkas 29 Juli–8 Agustus 2026. Verifikasi berkas: 29 Juli–9 Agustus 2026.
Jadwal kedua, pengajuan berkas 18–30 Agustus 2026. Verifikasi berkas: 18–31 Agustus 2026.
Jadwal ketiga, pengajuan berkas 14–27 September 2026, Verifikasi berkas 14–28 September 2026.
Kemenag mengingatkan pengelola madrasah dan RA untuk memperhatikan jadwal tersebut serta memastikan dokumen persyaratan telah dipenuhi sebelum melakukan pengajuan secara digital.
(MAN)
Berita Terkait
News
Kemenag Diminta Tak Abaikan Nasib Para Guru Sekolah Swasta
Kementerian Agama (Kemenag) diminta untuk memberikan perhatian yang seimbang antara guru negeri dan guru swasta. Ia menilai kebijakan yang mengutamakan guru honorer di sekolah negeri untuk diberikan prioritas dapat menimbulkan rasa ketidakadilan bagi para guru swasta.
Rabu, 01 Jul 2026 12:04
Sulsel
Pengelolaan Dana BOS di Dinas Pendidikan Maros Jadi Temuan BPK
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan 20 temuan dalam hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 Pemerintah Kabupaten Maros.
Rabu, 03 Jun 2026 12:40
News
Pesan Paskah 2026, Menag Ajak Umat Kristiani Doakan Kedamaian Indonesia
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Paskah 2026 kepada umat Kristiani di Indonesia.
Sabtu, 04 Apr 2026 16:20
News
Tinjau Masjid Ramah Pemudik, Menag Doakan para Musafir Selamat sampai Tujuan
Masjid Jami' Al-Azhar Jakapermai sore itu tampak lebih ramai. Di penghujung Ramadan, masjid ini menjadi tempat singgah sementara para pemudik.
Kamis, 19 Mar 2026 09:17
News
Peringatan Nuzulul Qur’an Bakal Digelar di Istana Negara
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini akan digelar di Istana Negara, Jakarta. Hal tersebut disampaikan Menag usai bertemu Presiden Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/3/2026).
Kamis, 05 Mar 2026 08:38
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Surat Keluhan Soroti Guru Sejarah SMAN 9 Jeneponto, Dinas Pendidikan Diminta Evaluasi
2
16 Atlet Bulutangkis Peraih Super Tiket Lanjutkan Asa ke Tahap Karantina
3
Lantik BPC Perhumas Makassar, Glory Oyong Tekankan Komunikasi Proaktif dan Empati Krisis
4
Milad ke-28, IJTI Sulselbar Soroti Krisis Ekosistem Pers di Era Digital
5
Imigrasi Parepare Hadirkan PaspoRia di Car Free Day Tana Toraja
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Surat Keluhan Soroti Guru Sejarah SMAN 9 Jeneponto, Dinas Pendidikan Diminta Evaluasi
2
16 Atlet Bulutangkis Peraih Super Tiket Lanjutkan Asa ke Tahap Karantina
3
Lantik BPC Perhumas Makassar, Glory Oyong Tekankan Komunikasi Proaktif dan Empati Krisis
4
Milad ke-28, IJTI Sulselbar Soroti Krisis Ekosistem Pers di Era Digital
5
Imigrasi Parepare Hadirkan PaspoRia di Car Free Day Tana Toraja