Telkom Hadirkan OCA, Solusi AI untuk Interaksi Pelanggan yang Lebih Cerdas

Kamis, 13 Agu 2026 14:25
Telkom Hadirkan OCA, Solusi AI untuk Interaksi Pelanggan yang Lebih Cerdas
Telkom memperkenalkan sejumlah solusi berbasis AI dalam ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026, salah satunya Omni Communication Assistant (OCA). Foto/Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Kecerdasan buatan (AI) semakin berperan penting dalam mengubah cara perusahaan mengelola interaksi dengan pelanggan. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkenalkan sejumlah solusi berbasis AI dalam ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026, salah satunya Omni Communication Assistant (OCA).

Melalui tiga zona tematik, yakni Digital Transformation Zone, AI Zone, dan Cyber Security Zone, Telkom menampilkan kapabilitas dan solusi digital yang dirancang untuk mendukung kebutuhan transformasi berbagai sektor industri. Salah satu yang menjadi perhatian adalah AI Zone, tempat Telkom memperkenalkan AIcosystem, ekosistem kecerdasan buatan TelkomGroup yang mengintegrasikan beragam kapabilitas dan solusi berbasis AI.

Dalam AIcosystem, salah satu lapisan yang dihadirkan adalah AI Solutions & Applications melalui inisiatif Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), khususnya pilar AI Hub. Pilar ini berperan sebagai pusat penyedia solusi AI yang telah dikembangkan dan diuji untuk menjawab kebutuhan industri, termasuk OCA, PrivateGPT, DIP (Decision Intelligence Platform), dan AI CCTV Analytics.

Di antara solusi tersebut, OCA menjadi salah satu inovasi yang ditonjolkan Telkom. Platform ini memanfaatkan kapabilitas AI untuk membantu perusahaan mengelola interaksi pelanggan secara lebih terintegrasi, efisien, dan responsif.

Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, partisipasi Telkom dalam DTI-CX 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menghadirkan teknologi yang menjawab kebutuhan industri di masa depan.

Menurutnya, adopsi AI kini tidak lagi sebatas tren teknologi, tetapi telah menjadi fondasi penting bagi industri untuk meningkatkan efisiensi operasional, mendorong pertumbuhan bisnis, sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang lebih responsif dan berpusat pada pelanggan.

Kebutuhan tersebut dijawab OCA melalui sejumlah kapabilitas yang mendukung pengelolaan interaksi pelanggan secara menyeluruh. Salah satunya adalah OCA Interaction, yang mengintegrasikan berbagai kanal komunikasi pelanggan dalam satu dasbor terpadu serta dilengkapi sistem tiket.

Dengan kapabilitas tersebut, perusahaan dapat mengelola interaksi sekaligus proses penyelesaian permasalahan pelanggan secara lebih terstruktur. OCA Interaction juga dilengkapi fitur berbasis AI, seperti AI Reply, AI Translate, AI Enhance, dan AI Summary, untuk membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan komunikasi.

Selain pengelolaan interaksi, OCA menghadirkan OCA Automated Interaction yang memadukan teknologi Generative AI dan Agentic AI. Kapabilitas ini memungkinkan asisten virtual menjalankan proses secara lebih mandiri, termasuk mengambil tindakan sesuai alur kerja dan kebutuhan operasional masing-masing perusahaan.

Untuk mendukung komunikasi dalam skala besar, OCA juga dilengkapi OCA Blast. Fitur ini memungkinkan perusahaan mengirimkan pesan secara massal kepada jutaan pelanggan secara instan, dengan konten yang dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan.

Seluruh kapabilitas tersebut juga dapat diintegrasikan dengan sistem operasional perusahaan melalui OCA API. Dengan demikian, perusahaan dapat menyesuaikan pemanfaatan OCA dengan proses bisnis dan kebutuhan operasional yang dimiliki.

Melalui kehadirannya di DTI-CX 2026, Telkom terus memperkuat perannya dalam menghadirkan solusi digital yang membantu perusahaan meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan kualitas pengalaman pelanggan.

Pengembangan kapabilitas berbasis AI tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Telkom membangun ekosistem digital yang adaptif dan mampu menjawab kebutuhan industri seiring pesatnya perkembangan teknologi.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru