Mahasiswa Unhas Luncurkan FreshPax dari Kulit Jeruk Pomelo

Kamis, 13 Agu 2026 20:03
Mahasiswa Unhas Luncurkan FreshPax dari Kulit Jeruk Pomelo
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Unhas memaparkan hasil inovasi mereka berupa FreshPax, lembaran kertas aktif yang dirancang untuk menyerap gas etilen. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) menciptakan FreshPax, lembaran kertas aktif yang dirancang untuk menyerap gas etilen dan memperpanjang masa simpan buah serta sayuran.

FreshPax merupakan inovasi Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Unhas yang memanfaatkan kulit jeruk pomelo dan arang aktif sebagai bahan utama.

Produk tersebut resmi diperkenalkan pada 7 Agustus 2026. Inovasi ini dikembangkan sebagai salah satu upaya mengurangi kehilangan pangan (food loss) dan pemborosan pangan (food waste).

Chief Marketing Officer FreshPax PKM-K Universitas Hasanuddin, Fathan Wibowo, menjelaskan FreshPax dikembangkan melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu mahasiswa Unhas.

Tim tersebut terdiri atas Eky Sanjaya dari Ekonomi Pembangunan sebagai ketua, Miftah Auliatinur dari Ilmu dan Teknologi Pangan, Nur Amalia dari Farmasi, Fathan Wibowo dari Sistem Informasi, serta Muhammad Ilham Fadillah dari Akuntansi. Pengembangan FreshPax dibimbing Dr. Shinta Dewi Sugiharti Tikson, S.E., M.Mgt.

Menurut Fathan, inovasi tersebut dilatarbelakangi persoalan kerugian pascapanen pada buah dan sayuran yang salah satunya dipengaruhi proses pematangan akibat gas etilen.

Buah klimakterik seperti pisang, mangga, alpukat, dan pepaya secara alami menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat proses pematangan sehingga masa simpannya menjadi lebih pendek.

FreshPax memanfaatkan limbah kulit jeruk pomelo sebagai sumber selulosa, pektin, dan polifenol. Bahan tersebut digunakan untuk membentuk struktur lembaran kertas aktif sekaligus memberikan aktivitas antimikroba.

Sementara itu, arang aktif digunakan sebagai penyerap gas etilen untuk memperlambat proses pematangan dan pembusukan selama penyimpanan.

FreshPax berbentuk lembaran active paper sheet berukuran 31 × 27 sentimeter. Penggunaannya cukup dengan meletakkan lembaran tersebut di bawah atau di sekitar buah dan sayuran.

Olah Limbah Jadi Produk Bernilai

Fathan menerangkan, FreshPax memiliki sejumlah keunggulan. Produk ini menggunakan bahan baku organik yang dapat terurai secara alami, memiliki sifat antibakteri, serta memanfaatkan limbah kulit jeruk pomelo menjadi produk bernilai tambah.

Dalam peluncurannya, tim PKM-K Unhas memperkenalkan bentuk fisik, desain kemasan, manfaat, serta mekanisme kerja FreshPax kepada peserta. Tim juga membuka ruang diskusi mengenai potensi penggunaan produk sebagai solusi pascapanen.

FreshPax selanjutnya akan dipasarkan melalui Instagram @freshpax.pkmk, sejumlah platform marketplace, pameran kewirausahaan, serta kemitraan dengan UMKM yang bergerak di bidang buah dan sayuran.

Tim PKM-K Unhas juga menginisiasi kampanye edukasi #AmankanPangan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengurangi food loss dan food waste melalui pengelolaan pascapanen.

Melalui inovasi tersebut, tim FreshPax berharap produk dapat digunakan sebagai solusi praktis bagi rumah tangga dan UMKM. FreshPax juga diharapkan mendukung upaya mengurangi pemborosan pangan sekaligus meningkatkan nilai guna limbah organik.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru