AFT Hasanuddin Raih Predikat Low Risk dalam Audit IFQP 2026

Jum'at, 21 Agu 2026 15:48
AFT Hasanuddin Raih Predikat Low Risk dalam Audit IFQP 2026
Kinerja Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin Group, Makassar, mendapat pengakuan positif dalam International Air Transport Association (IATA) Fuel Quality Pool (IFQP) Audit 2026. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Kinerja Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin Group, Makassar, mendapat pengakuan positif dalam International Air Transport Association (IATA) Fuel Quality Pool (IFQP) Audit 2026. Dalam assessment yang berlangsung selama dua hari, 19–20 Agustus 2026, AFT Hasanuddin meraih kategori Low Risk setelah melalui pemeriksaan terhadap kualitas bahan bakar, kesiapan fasilitas, aspek keselamatan, hingga pelaksanaan operasional di lapangan.

Assessment dilakukan oleh auditor IFQP dari Malaysia Airlines sebagai bagian dari mekanisme fuel quality assurance dalam industri penerbangan internasional. Program IFQP melibatkan maskapai dari berbagai negara untuk memastikan fasilitas dan layanan aviation fuel memenuhi standar serta checklist yang berlaku di industri penerbangan global.

Selama assessment, auditor memeriksa berbagai aspek operasional AFT Hasanuddin, mulai dari kualitas bahan bakar, fasilitas dan peralatan, prosedur kerja, dokumentasi, aspek keselamatan, hingga implementasi operasional di lapangan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, AFT Hasanuddin masuk dalam kategori Low Risk. Sejumlah minor finding yang ditemukan juga dapat langsung ditindaklanjuti dan diselesaikan selama periode assessment.

Selain hasil tersebut, auditor turut memberikan apresiasi terhadap kesiapan tim dan kondisi operasional AFT Hasanuddin. Salah satu penilaian yang disampaikan auditor adalah, “everyone is doing a good job.”

Apresiasi juga datang dari pengalaman auditor dalam melakukan assessment di berbagai fasilitas aviation fuel. Berdasarkan penilaiannya, performa AFT Hasanuddin dinilai lebih baik dibandingkan sejumlah fasilitas aviation fuel yang pernah diaudit sebelumnya, termasuk fasilitas di sejumlah lokasi utama di luar negeri.

Penilaian tersebut menjadi catatan positif bagi AFT Hasanuddin, khususnya dalam penerapan standar operasional, kesiapan fasilitas, serta pelaksanaan aspek safety dan quality dalam kegiatan pelayanan aviation fuel.

AFT Hasanuddin memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan aviation fuel di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, yang merupakan salah satu simpul konektivitas udara utama di kawasan Indonesia Timur. Keandalan pasokan bahan bakar pesawat menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional penerbangan sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin Group, Andreas Yanuar Arinawan, mengatakan hasil assessment IFQP menjadi cerminan konsistensi seluruh tim dalam menjalankan standar operasional dan keselamatan dalam setiap proses pelayanan aviation fuel.

“Hasil Low Risk pada audit IFQP 2026 menjadi pencapaian yang membanggakan bagi seluruh tim AFT Hasanuddin. Assessment ini memberikan gambaran bahwa kesiapan fasilitas, penerapan prosedur, kualitas operasional, serta budaya safety yang kami jalankan telah berada pada level yang baik. Kami akan menjadikan hasil assessment ini sebagai bahan evaluasi untuk terus mempertahankan sekaligus meningkatkan standar pelayanan ke depannya,” ujar Andreas.

Menurut Andreas, kesiapan menghadapi assessment internasional bukan sesuatu yang dibangun hanya menjelang pelaksanaan audit. Capaian tersebut merupakan hasil dari kedisiplinan seluruh personel dalam menjalankan prosedur serta menjaga keandalan operasional secara konsisten setiap hari.

“Kami mengapresiasi seluruh fungsi yang terlibat, khususnya tim Operations dan Quality Assurance, yang secara konsisten menjaga kualitas pekerjaan di lapangan. Temuan minor yang muncul juga langsung kami tindaklanjuti sehingga proses assessment dapat diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti positif atas komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga kualitas dan keselamatan layanan aviation fuel di wilayah operasional Sulawesi.

“Capaian Low Risk dari assessment IFQP menjadi apresiasi sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus menjaga standar pelayanan aviation fuel. AFT Hasanuddin memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas udara di kawasan Indonesia Timur, sehingga aspek safety, kualitas, dan keandalan harus terus menjadi perhatian dalam setiap proses operasional,” kata Lilik.

Lilik menambahkan, hasil assessment tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan aviation fuel di Sulawesi mampu memenuhi ekspektasi dalam assessment yang mengacu pada standar industri penerbangan internasional.

“Kami bangga melihat tim AFT Hasanuddin mampu menunjukkan performa yang baik dalam assessment berstandar internasional. Ke depan, kami akan terus mendorong budaya continuous improvement agar standar yang telah dicapai dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Lilik.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memperkuat penerapan standar HSSE, kualitas produk, keandalan fasilitas, kompetensi personel, serta disiplin operasional di seluruh lini layanan aviation fuel. Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan menjadi bagian dari upaya memastikan layanan energi penerbangan tetap aman, andal, dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

Melalui AFT Hasanuddin, Pertamina Patra Niaga terus mendukung konektivitas udara dari Makassar dan kawasan Indonesia Timur dengan menghadirkan layanan aviation fuel yang mengutamakan kualitas, keselamatan, dan keandalan.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru