Kadiskominfo Makassar Paparkan Lontara+ di Forum Kota Cerdas ASEAN

Jum'at, 21 Agu 2026 21:44
Kadiskominfo Makassar Paparkan Lontara+ di Forum Kota Cerdas ASEAN
Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, menjadi narasumber dalam JAKI & Fellowship Cities Forum 2026 di Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, menjadi salah satu narasumber dalam JAKI & Fellowship Cities Forum 2026 di Jakarta.

Forum bertajuk “From Local Innovation to Regional Impact: Best Practices from ASEAN Smart Cities” tersebut mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, industri, komunitas, dan pemangku kepentingan di bidang kota cerdas, Kamis (20/8/2026).

Dalam forum tersebut, Roem memaparkan pengalaman Kota Makassar mengembangkan ekosistem digital pemerintahan melalui pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelayanan publik.

Salah satu inovasi yang dipaparkan adalah Super Apps Lontara+ yang dikembangkan Pemerintah Kota Makassar.

Roem mengatakan Lontara+ menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar menghadirkan layanan publik yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.

"LONTARA+ resmi diluncurkan pada 27 Juli 2025 sebagai salah satu program prioritas Pemkot Makassar. Kehadirannya berangkat dari kondisi layanan digital Pemerintah Kota Makassar yang sebelumnya tersebar pada berbagai aplikasi milik OPD," ucapnya.

Menurut Roem, sebelumnya terdapat sedikitnya 358 aplikasi yang berjalan secara terpisah. Melalui Lontara+, layanan tersebut diarahkan untuk terintegrasi secara bertahap dalam satu ekosistem digital.

Terbaru, pada 17 Agustus 2026, Lontara+ meluncurkan tiga fitur, yakni layanan administrasi kependudukan, pembayaran PBB secara daring, dan Makassar Move untuk pelacakan aktivitas fisik serta pelaporan infrastruktur.

"17 agustus 2026 baru-baru ini Lontara+ meluncurkan tiga fitur terbaru yakni layanan administrasi kependudukan, Bayar PBB online dan Makassar Move untuk pelacakan aktivitas fisik dan pelaporan infrastruktur. Ini menjadi upaya Pemkot Makassar mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik," papar Roem.

Roem menyebut JAKI & Fellowship Cities Forum 2026 menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman antarpemerintah daerah dalam mempercepat transformasi digital.

"Bagi Makassar, ruang ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi yang lahir dari kebutuhan daerah sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dengan daerah lain yang memiliki pengalaman dalam pengembangan ekosistem kota cerdas," tegasnya.

Ia berharap forum tersebut dapat memperkuat kolaborasi dan pertukaran praktik baik dengan pemerintah daerah lainnya.

Dengan demikian, inovasi digital yang dikembangkan di daerah diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas dan mendukung pelayanan publik yang cepat, mudah, terintegrasi, adil, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Forum tersebut juga dihadiri sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI, Dr. Drs. Amran, M.T.; Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M.; Kepala Diskominfo Semarang, Didik Dwi Hartono; serta Kepala Diskominfo Bali, Gde Wirakusuma Wahyudi.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru