DPRD Kota Makassar Peringati Maulid Nabi dan Kenang Satu Tahun Tragedi Kebakaran

Rabu, 02 Sep 2026 06:32
DPRD Kota Makassar Peringati Maulid Nabi dan Kenang Satu Tahun Tragedi Kebakaran
Suasana Maulid Nabi Muhammad SAW, di Lapangan Tenis Kantor DPRD Kota Makassar, Senin (1/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - DPRD Kota Makassar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan doa bersama untuk mengenang satu tahun tragedi pembakaran gedung DPRD Kota Makassar.

Acara khidmat tersebut berlangsung di Lapangan Tenis Kantor DPRD Kota Makassar, Senin (1/9/2026). Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ustaz Adhar, dilanjutkan ceramah bertajuk "Hikma Maulid" dibawakan oleh Ustaz Abdul Halim Paggo.

Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, menekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai kepedulian, penguatan, dan doa bersama bagi keluarga yang tengah berduka.

"Kita turut bersyukur, dan ketika saudara kita mendapatkan musibah dan kehilangan, kita hadir untuk memberikan kekuatan, doa, dan penghiburan. Nilai-nilai inilah yang pada hari ini ingin kita hadirkan lewat peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan dalam rangkaian doa bersama untuk mengenang satu tahun tragedi 29 Agustus 2025," ujar Supratman.

Supratman menyampaikan, bagi keluarga yang ditinggalkan dan seluruh jajaran dewan, peristiwa nahas tersebut bukan sekadar catatan sejarah, melainkan meninggalkan duka mendalam yang terus membekas.

"Ia meninggalkan duka dan kenangan yang akan selalu menjadi bagian dari perjalanan kita. Dalam tragedi tersebut, tiga orang saudara kita meninggal dunia, dua orang di antaranya merupakan staf Sekretariat DPRD Kota Makassar yang selama ini telah menjadi bagian dari keluarga besar kita dalam menjalankan tugas dan pengabdian dengan penuh tanggung jawab," ucapnya.

Supratman juga menyampaikan rasa duka cita serta penghormatan yang sedalam-dalamnya secara khusus kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.

"Pada kesempatan ini, dalam keheningan dan keharuan ini, atas nama pimpinan DPRD Kota Makassar dan seluruh anggota DPRD Kota Makassar, saya menyampaikan penghormatan dan doa yang setulus-tulusnya kepada seluruh korban tragedi 29 Agustus 2025. Semoga segala amal kebaikan dan pengabdian yang telah mereka lakukan selama ini, baik selama hidup maupun selanjutnya, menjadi amal yang diterima oleh Allah SWT," sambungnya.

Politisi partai NasDem itu juga menyampaikan apresiasi serta dukungan moral kepada anak dan keluarga korban untuk menguatkan pemulihan psikologis mereka.

"Agar mereka merasa bahwa peristiwa ini tidak diabaikan begitu saja. Bagaimanapun, ini adalah momentum sejarah yang akan selalu kita ingat sepanjang masa. Kami menyadari bahwa kehilangan orang yang kita cintai bukanlah sesuatu yang mudah. Tidak ada kata yang benar-benar mampu menggantikan kehadiran mereka. Namun kami percaya bahwa di balik setiap ujian terdapat hikmah, dan di balik setiap kesedihan terdapat ruang bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah," tutupnya.

Sementara, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya korban dalam tragedi yang terjadi di lingkungan DPRD Kota Makassar pada 29 Agustus 2025 lalu.

"Pada kesempatan malam hari ini, saya menyampaikan duka mendalam, dengan mengenang satu tahun tragedi gedung DPRD Kota Makassar 29 Agustus 2025," ujar Munafri.

Menurutnya, peristiwa tersebut memberikan dampak yang sangat besar, baik bagi jajaran Pemerintah Kota Makassar maupun anggota DPRD Makassar.

"Terdapat sejumlah pelajaran penting yang harus menjadi perhatian bersama. Pertama, seluruh pemangku kepentingan harus semakin responsif terhadap berbagai kondisi yang terjadi di tengah masyarakat. Bagaimana kita semua tentu harus jauh lebih responsif terhadap keadaan-keadaan yang ada di tengah-tengah masyarakat, memberikan perhatian dan mencukupkan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat," imbuh Appi.

Pelajaran kedua, lanjut Munafri, pentingnya membangun koordinasi yang kuat antarlembaga, khususnya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Koordinasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan sekaligus memastikan kondisi Kota Makassar tetap aman dan kondusif.

"Keadaan yang terjadi kembali mengajarkan kita bagaimana untuk terus membangun koordinasi antar-Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Ini sangat penting untuk menjaga bukan hanya keselamatan kita, tetapi menjaga kondisi Kota Makassar yang sama-sama kita cintai," tuturnya.

Appi juga menekankan tragedi tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga meninggalkan kehilangan yang jauh lebih besar.

"Kerugian ini tentu bukan hanya kerugian material, tapi kita kehilangan seorang sahabat kita, kehilangan seorang saudara, kehilangan seorang teman yang harus mengorbankan jiwa demi kebersamaan kita pada malam hari itu," jelasnya.

Selaku Wali Kota, ia berharap momentum satu tahun tragedi tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang kesedihan, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh pihak agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Tragedi ini tentu akan menjadi pelajaran berharga untuk kita. Harus dikenang sebagai sesuatu hal yang tidak boleh terulang lagi," tegasnya.

Munafri menilai, Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD harus terus membangun komunikasi dan bekerja secara bersama-sama dalam merespons berbagai aspirasi serta kebutuhan masyarakat.

"Harusnya kejadian itu terus mempererat hubungan antara legislatif dan eksekutif yang ada di Kota Makassar. Bahwa kita membangun untuk merespons secara bersama-sama apa yang menjadi harapan-harapan masyarakat Kota Makassar," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan penyerahan cinderamata sebagai tali kasih kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam tragedi tersebut.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru