Peringati HUT ke-2, InJourney Serahkan Alat Bantu untuk Penyandang Disabilitas
Senin, 07 Sep 2026 14:13
Direksi dan Manajemen InJourney Airports menyerahkan alat bantu bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Maros. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airport) menyerahkan bantuan sosial kepada sejumlah lembaga inklusi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (7/9/2026). Bantuan disalurkan dalam rangka peringatan HUT ke-2 InJourney.
Penyerahan bantuan dipusatkan di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Maros dan Forum Disabilitas Maros (Fordisma).
Aksi ini menjadi wujud komitmen korporasi dalam mendukung pilar pendidikan inklusif menuju Indonesia Emas.
Bantuan yang diserahkan meliputi 20 unit alat bantu dengar, 5 unit kursi roda, serta 3 unit tongkat penyangga (crutch). Khusus di SLBN Maros, bantuan juga menyasar pengembangan bakat seni siswa berupa kanvas dan canting lukis.
CEO Regional V Angkasa Pura Indonesia, Handy Heryudhitiawan, menegaskan, pilar pendidikan merupakan aspek strategis yang perlu terus disokong oleh korporasi.
Pemilihan lokasi di Kabupaten Maros juga selaras dengan wilayah operasional perusahaan.
"Untuk menuju Indonesia Emas itu, pilar pendidikan ini yang harus dipastikan. Makanya kami memilih sekolah luar biasa ini dan Forum Disabilitas Maros," ujar Handy di lokasi kegiatan.
Terkait bantuan peralatan seni di SLBN Maros, Handy menyebut hal itu didasari oleh potensi besar para siswa di bidang seni rupa.
"Kami dengar ada prestasi anak-anak yang melukis di sini, sehingga itu yang kami bantu untuk mengasah bakat mereka," tambahnya.
Tak hanya fokus pada isu disabilitas, Angkasa Pura Indonesia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan di sekitar kawasan bandara. Sebelumnya, program penanaman mangrove di pesisir pantai Maros telah direalisasikan sebagai bagian dari komitmen hijau perusahaan.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perusahaan, lingkungan, dan masyarakat sekitar agar keberadaan operasional bandara memberikan manfaat berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Forum Disabilitas Maros (Fordisma), Muhammadong, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian PT Angkasa Pura Indonesia terhadap komunitas disabilitas di daerah tersebut.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PT Angkasa Pura yang telah memberikan bantuan kepada teman-teman disabilitas. Mudah-mudahan Angkasa Pura ke depan semakin jaya dan sukses," ungkap Muhammadong.
Ia menjelaskan, penyerahan bantuan alat bantu—khususnya tongkat penyangga—dilakukan secara selektif dan disesuaikan dengan kebutuhan riil masing-masing penerima di lapangan.
"Kalau untuk tongkat, kita harus hubungi dulu yang bersangkutan untuk memastikan jenis apa yang dibutuhkan. Jangan sampai kita kasih yang tidak sesuai, jadinya mubazir. Makanya kita kondisikan dulu," terangnya.
Muhammadong membeberkan, jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Maros secara keseluruhan mencapai kurang lebih 10.000 jiwa.
"Ada 10 ribu. Dari jumlah tersebut, kebutuhan yang paling mendominasi hingga saat ini adalah alat bantu dengar, kursi roda, dan tongkat penyangga," ungkapnya.
Penyerahan bantuan dipusatkan di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Maros dan Forum Disabilitas Maros (Fordisma).
Aksi ini menjadi wujud komitmen korporasi dalam mendukung pilar pendidikan inklusif menuju Indonesia Emas.
Bantuan yang diserahkan meliputi 20 unit alat bantu dengar, 5 unit kursi roda, serta 3 unit tongkat penyangga (crutch). Khusus di SLBN Maros, bantuan juga menyasar pengembangan bakat seni siswa berupa kanvas dan canting lukis.
CEO Regional V Angkasa Pura Indonesia, Handy Heryudhitiawan, menegaskan, pilar pendidikan merupakan aspek strategis yang perlu terus disokong oleh korporasi.
Pemilihan lokasi di Kabupaten Maros juga selaras dengan wilayah operasional perusahaan.
"Untuk menuju Indonesia Emas itu, pilar pendidikan ini yang harus dipastikan. Makanya kami memilih sekolah luar biasa ini dan Forum Disabilitas Maros," ujar Handy di lokasi kegiatan.
Terkait bantuan peralatan seni di SLBN Maros, Handy menyebut hal itu didasari oleh potensi besar para siswa di bidang seni rupa.
"Kami dengar ada prestasi anak-anak yang melukis di sini, sehingga itu yang kami bantu untuk mengasah bakat mereka," tambahnya.
Tak hanya fokus pada isu disabilitas, Angkasa Pura Indonesia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan di sekitar kawasan bandara. Sebelumnya, program penanaman mangrove di pesisir pantai Maros telah direalisasikan sebagai bagian dari komitmen hijau perusahaan.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perusahaan, lingkungan, dan masyarakat sekitar agar keberadaan operasional bandara memberikan manfaat berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Forum Disabilitas Maros (Fordisma), Muhammadong, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian PT Angkasa Pura Indonesia terhadap komunitas disabilitas di daerah tersebut.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PT Angkasa Pura yang telah memberikan bantuan kepada teman-teman disabilitas. Mudah-mudahan Angkasa Pura ke depan semakin jaya dan sukses," ungkap Muhammadong.
Ia menjelaskan, penyerahan bantuan alat bantu—khususnya tongkat penyangga—dilakukan secara selektif dan disesuaikan dengan kebutuhan riil masing-masing penerima di lapangan.
"Kalau untuk tongkat, kita harus hubungi dulu yang bersangkutan untuk memastikan jenis apa yang dibutuhkan. Jangan sampai kita kasih yang tidak sesuai, jadinya mubazir. Makanya kita kondisikan dulu," terangnya.
Muhammadong membeberkan, jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Maros secara keseluruhan mencapai kurang lebih 10.000 jiwa.
"Ada 10 ribu. Dari jumlah tersebut, kebutuhan yang paling mendominasi hingga saat ini adalah alat bantu dengar, kursi roda, dan tongkat penyangga," ungkapnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Angkasa Pura Bayar PBB Rp17,4 Miliar, Jadi Penyumbang Pajak Terbesar di Maros
PT Angkasa Pura Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memenuhi kewajiban perpajakan dengan membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp17,4 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Maros.
Jum'at, 24 Jul 2026 17:00
Ekbis
Kolaborasi Klook, Garuda Indonesia, dan InJourney Hadirkan Pengalaman Wisata Terintegrasi
Klook, platform pengalaman dan perjalanan terdepan di Asia Pasifik, memperkuat inovasi digital melalui kolaborasi strategis bersama Garuda Indonesia dan InJourney.
Rabu, 13 Mei 2026 14:27
News
400 Pemudik Diberangkatkan Gratis dari Makassar ke Surabaya oleh InJourney Airports
PT Angkasa Pura Indonesia melalui InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Sultan Hasanuddin memberangkatkan sebanyak 400 peserta dalam program mudik gratis bertajuk Mudik Aman Berbagi Harapan 2026.
Minggu, 15 Mar 2026 15:45
Makassar City
InJourney Airports Buka Mudik Gratis, Layani Rute Makassar–Surabaya
Program Mudik Gratis 2026 yang digagas InJourney Airports kembali dibuka secara nasional. Untuk wilayah Sulawesi Selatan, program ini didukung PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Selasa, 03 Mar 2026 18:14
Sulsel
Bandara Sultan Hasanuddin Borong Empat Penghargaan ACI ASQ 2025
PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin kembali menorehkan prestasi di level global.
Kamis, 26 Feb 2026 12:36
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dinilai Punya Kans Besar di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Tunggu Momentum Tepat
2
Pertamina Cetak Rekor MURI, Memasak 8.100 Porsi Pakai Bright Gas di 8 Kota
3
IKA SMADA 82 Makassar Gelar Senam Bersama di CFD Sudirman, Pererat Silaturahmi Alumni
4
Erupsi Anak Krakatau, Penerbangan Tujuan Jakarta dari Sultan Hasanuddin Dibatalkan
5
UMI Gelar Pekan Pesantren Maba 2026, Fokus Pembentukan Karakter dan Akhlakul Karimah
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dinilai Punya Kans Besar di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Tunggu Momentum Tepat
2
Pertamina Cetak Rekor MURI, Memasak 8.100 Porsi Pakai Bright Gas di 8 Kota
3
IKA SMADA 82 Makassar Gelar Senam Bersama di CFD Sudirman, Pererat Silaturahmi Alumni
4
Erupsi Anak Krakatau, Penerbangan Tujuan Jakarta dari Sultan Hasanuddin Dibatalkan
5
UMI Gelar Pekan Pesantren Maba 2026, Fokus Pembentukan Karakter dan Akhlakul Karimah