Standar Produk Perikanan Diperkuat, LSPro BPMPP Sulsel Siapkan Re-Akreditasi
Kamis, 17 Sep 2026 14:35
LSPro UPT BPMPP Sulsel Gelar Rapat Persiapan Re-Akreditasi SNI ISO/IEC 17065:2012 untuk Produk Perikanan Berkualitas. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) UPT Balai Penerapan Mutu Produk Perikanan (BPMPP), Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar rapat persiapan re-akreditasi SNI ISO/IEC 17065:2012.
Rapat ini menjadi bagian strategis dalam memperkuat penerapan sistem sertifikasi produk yang konsisten, terdokumentasi, tertelusur, dan sesuai dengan persyaratan berlaku.
Hadir dalam rapat tersebut adalah Manajer Puncak H Masdar, Manajer Mutu Muhammad Hasby Rasyad, Manajer Teknis, Satriani Saleh, Nurlina Arfah sebagai Evaluator serta tim LSPro UPT BPMPP Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel. Selain itu, Ratnasari, turut berperan sebagai bagian dari tim pelaksanaan rapat dan persiapan dokumen re-akreditasi.
Kegiatan ini mengevaluasi dan menyusun langkah konkret untuk memastikan semua dokumen persyaratan LSPro siap menjelang proses re-akreditasi.
Pembahasan utama rapat meliputi pemenuhan dan penyempurnaan dokumen persyaratan LSPro, dengan fokus pada SKPT-SNI dan SPPT-SNI serta penataan dokumen sistem manajemen. Beberapa komponen yang dibahas mencakup Panduan Mutu, dokumen prosedur, instruksi kerja, serta format rekaman.
Penyempurnaan dokumen dilakukan agar setiap tahapan proses sertifikasi dapat dilaksanakan secara sistematis, konsisten, terdokumentasi, tertelusur, dan sepenuhnya memenuhi persyaratan SNI ISO/IEC 17065:2012.
Masdar menegaskan pentingnya peran LSPro dalam memperkuat ekosistem usaha perikanan di Sulawesi Selatan. “Re-akreditasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata untuk menjaga kualitas produk perikanan Sulsel, meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta memperluas peluang pasar,” ujarnya.
Bersama Hasby Rasyad dan seluruh tim, ia menekankan bahwa dokumen-dokumen yang disusun harus mampu menunjukkan komitmen terhadap mutu dan kepatuhan terhadap standar internasional.
Dari sisi operasional, rapat ini juga menelaah alur kerja dan rekaman proses sertifikasi, sehingga setiap langkah sertifikasi dapat dipertanggungjawabkan secara auditable. Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk mengidentifikasi bagian yang masih perlu dilengkapi, baik dalam bentuk dokumentasi maupun penyesuaian pada sistem manajemen mutu yang ada.
Keberadaan LSPro UPT BPMPP tidak hanya terkait pemenuhan persyaratan re-akreditasi, tetapi memiliki dampak strategis bagi peningkatan mutu dan daya saing produk perikanan Sulawesi Selatan. Melalui fasilitasi sertifikasi seperti SKPT-SNI dan SPPT-SNI, pelaku usaha didorong untuk meningkatkan kualitas produk, memenuhi persyaratan standar, serta membangun kepercayaan konsumen dan memperluas peluang pasar.
SNI dipandang sebagai pijakan penting bagi pelaku usaha untuk naik kelas. Produk yang memenuhi standar menunjukkan komitmen terhadap mutu dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan sesuai jenis produknya. Oleh karena itu, para pelaku usaha perikanan di Sulsel didorong untuk tidak hanya memproduksi, tetapi juga meningkatkan mutu, membangun standar, dan memperkuat daya saing melalui sertifikasi SNI yang relevan dengan jenis produk.
Dalam konteks operasional, proses re-akreditasi dipandang sebagai fondasi untuk meningkatkan kualitas layanan LSPro kepada pelaku usaha perikanan. Fokus pada dokumentasi yang terdokumentasi dengan baik, transparan, serta mudah ditelusuri menjadi kunci agar sertifikasi berjalan lancar, akurat, dan berkelanjutan.
Titik tekan semangat “Produk Perikanan Sulawesi Selatan Naik Kelas”Dengan semangat “Produk Perikanan Sulawesi Selatan Naik Kelas”, LSPro UPT BPMPP berkomitmen untuk terus mendukung pelaku usaha menuju produk perikanan yang bermutu, memenuhi standar, berdaya saing, dan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu produk, tetapi juga pada peningkatan reputasi daerah sebagai produsen perikanan yang menghadirkan produk berkualitas tinggi di pasar domestik maupun internasional.
Dukungan terhadap pelaku usaha perikanan di Sulawesi Selatan tercermin dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu melalui dokumentasi yang rapi, prosedur yang jelas, serta rekaman yang akurat. Hasil akhirnya adalah produk perikanan Sulawesi Selatan yang naik kelas: lebih handal, lebih terukur, dan lebih dipercaya oleh konsumen.
Tim LSPro UPT BPMPP menyampaikan bahwa rapat persiapan re-akreditasi berjalan lancar dan produktif. Proses evaluasi dokumen dilakukan secara cermat, dengan identifikasi bagian yang perlu dilengkapi demi menghadapi tahap re-akreditasi. Langkah-langkah perbaikan ini diharapkan membuahkan dokumen yang kokoh, sesuai standar, dan siap memberikan layanan sertifikasi yang lebih efektif kepada pelaku usaha.
Peningkatan mutu dan daya saing produk perikanan Sulawesi Selatan tidak hanya berdampak positif bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi pesisir, perekonomian regional, serta kepercayaan publik terhadap kualitas produk perikanan lokal. LSPro UPT BPMPP berjanji untuk terus mengawal proses sertifikasi, memelihara standar mutu, dan berkontribusi pada ekosistem perikanan yang berkelanjutan di wilayah Sulawesi Selatan.
Rapat persiapan re-akreditasi SNI ISO/IEC 17065:2012 yang digelar LSPro UPT BPMPP menggarisbamkan komitmen wilayah Sulawesi Selatan terhadap mutu produk perikanan. Dengan pemutakhiran dokumen, peningkatan sistem manajemen mutu, dan dukungan berkelanjutan untuk pelaku usaha, upaya naik kelas produk perikanan Sulawesi Selatan diharapkan semakin nyata. Komitmen ini sejalan dengan visi daerah untuk menjaga mutu, kepercayaan konsumen, dan peluang pasar yang berkelanjutan bagi industri perikanan setempat.
Rapat ini menjadi bagian strategis dalam memperkuat penerapan sistem sertifikasi produk yang konsisten, terdokumentasi, tertelusur, dan sesuai dengan persyaratan berlaku.
Hadir dalam rapat tersebut adalah Manajer Puncak H Masdar, Manajer Mutu Muhammad Hasby Rasyad, Manajer Teknis, Satriani Saleh, Nurlina Arfah sebagai Evaluator serta tim LSPro UPT BPMPP Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel. Selain itu, Ratnasari, turut berperan sebagai bagian dari tim pelaksanaan rapat dan persiapan dokumen re-akreditasi.
Kegiatan ini mengevaluasi dan menyusun langkah konkret untuk memastikan semua dokumen persyaratan LSPro siap menjelang proses re-akreditasi.
Pembahasan utama rapat meliputi pemenuhan dan penyempurnaan dokumen persyaratan LSPro, dengan fokus pada SKPT-SNI dan SPPT-SNI serta penataan dokumen sistem manajemen. Beberapa komponen yang dibahas mencakup Panduan Mutu, dokumen prosedur, instruksi kerja, serta format rekaman.
Penyempurnaan dokumen dilakukan agar setiap tahapan proses sertifikasi dapat dilaksanakan secara sistematis, konsisten, terdokumentasi, tertelusur, dan sepenuhnya memenuhi persyaratan SNI ISO/IEC 17065:2012.
Masdar menegaskan pentingnya peran LSPro dalam memperkuat ekosistem usaha perikanan di Sulawesi Selatan. “Re-akreditasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata untuk menjaga kualitas produk perikanan Sulsel, meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta memperluas peluang pasar,” ujarnya.
Bersama Hasby Rasyad dan seluruh tim, ia menekankan bahwa dokumen-dokumen yang disusun harus mampu menunjukkan komitmen terhadap mutu dan kepatuhan terhadap standar internasional.
Dari sisi operasional, rapat ini juga menelaah alur kerja dan rekaman proses sertifikasi, sehingga setiap langkah sertifikasi dapat dipertanggungjawabkan secara auditable. Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk mengidentifikasi bagian yang masih perlu dilengkapi, baik dalam bentuk dokumentasi maupun penyesuaian pada sistem manajemen mutu yang ada.
Keberadaan LSPro UPT BPMPP tidak hanya terkait pemenuhan persyaratan re-akreditasi, tetapi memiliki dampak strategis bagi peningkatan mutu dan daya saing produk perikanan Sulawesi Selatan. Melalui fasilitasi sertifikasi seperti SKPT-SNI dan SPPT-SNI, pelaku usaha didorong untuk meningkatkan kualitas produk, memenuhi persyaratan standar, serta membangun kepercayaan konsumen dan memperluas peluang pasar.
SNI dipandang sebagai pijakan penting bagi pelaku usaha untuk naik kelas. Produk yang memenuhi standar menunjukkan komitmen terhadap mutu dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan sesuai jenis produknya. Oleh karena itu, para pelaku usaha perikanan di Sulsel didorong untuk tidak hanya memproduksi, tetapi juga meningkatkan mutu, membangun standar, dan memperkuat daya saing melalui sertifikasi SNI yang relevan dengan jenis produk.
Dalam konteks operasional, proses re-akreditasi dipandang sebagai fondasi untuk meningkatkan kualitas layanan LSPro kepada pelaku usaha perikanan. Fokus pada dokumentasi yang terdokumentasi dengan baik, transparan, serta mudah ditelusuri menjadi kunci agar sertifikasi berjalan lancar, akurat, dan berkelanjutan.
Titik tekan semangat “Produk Perikanan Sulawesi Selatan Naik Kelas”Dengan semangat “Produk Perikanan Sulawesi Selatan Naik Kelas”, LSPro UPT BPMPP berkomitmen untuk terus mendukung pelaku usaha menuju produk perikanan yang bermutu, memenuhi standar, berdaya saing, dan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu produk, tetapi juga pada peningkatan reputasi daerah sebagai produsen perikanan yang menghadirkan produk berkualitas tinggi di pasar domestik maupun internasional.
Dukungan terhadap pelaku usaha perikanan di Sulawesi Selatan tercermin dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu melalui dokumentasi yang rapi, prosedur yang jelas, serta rekaman yang akurat. Hasil akhirnya adalah produk perikanan Sulawesi Selatan yang naik kelas: lebih handal, lebih terukur, dan lebih dipercaya oleh konsumen.
Tim LSPro UPT BPMPP menyampaikan bahwa rapat persiapan re-akreditasi berjalan lancar dan produktif. Proses evaluasi dokumen dilakukan secara cermat, dengan identifikasi bagian yang perlu dilengkapi demi menghadapi tahap re-akreditasi. Langkah-langkah perbaikan ini diharapkan membuahkan dokumen yang kokoh, sesuai standar, dan siap memberikan layanan sertifikasi yang lebih efektif kepada pelaku usaha.
Peningkatan mutu dan daya saing produk perikanan Sulawesi Selatan tidak hanya berdampak positif bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi pesisir, perekonomian regional, serta kepercayaan publik terhadap kualitas produk perikanan lokal. LSPro UPT BPMPP berjanji untuk terus mengawal proses sertifikasi, memelihara standar mutu, dan berkontribusi pada ekosistem perikanan yang berkelanjutan di wilayah Sulawesi Selatan.
Rapat persiapan re-akreditasi SNI ISO/IEC 17065:2012 yang digelar LSPro UPT BPMPP menggarisbamkan komitmen wilayah Sulawesi Selatan terhadap mutu produk perikanan. Dengan pemutakhiran dokumen, peningkatan sistem manajemen mutu, dan dukungan berkelanjutan untuk pelaku usaha, upaya naik kelas produk perikanan Sulawesi Selatan diharapkan semakin nyata. Komitmen ini sejalan dengan visi daerah untuk menjaga mutu, kepercayaan konsumen, dan peluang pasar yang berkelanjutan bagi industri perikanan setempat.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mantan Bupati Lutim Budiman Dilaporkan ke Kejari Terkait Lahan Islamic Centre
2
AMPLI Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Islamic Center Malili Rp43,6 Miliar ke Kejari Lutim
3
Solusi Bebas Antre BBM, Asmo Sulsel Tebar Promo Khusus Motor Listrik Honda
4
Tak Sekadar Menambang, PT Vale Bangun Generasi Penggerak Hilirisasi di Bumi Nikel
5
Jelang Pilkades, Bawaslu Lutim Ajak DPMD Perkuat Pendidikan Politik di Desa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mantan Bupati Lutim Budiman Dilaporkan ke Kejari Terkait Lahan Islamic Centre
2
AMPLI Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Islamic Center Malili Rp43,6 Miliar ke Kejari Lutim
3
Solusi Bebas Antre BBM, Asmo Sulsel Tebar Promo Khusus Motor Listrik Honda
4
Tak Sekadar Menambang, PT Vale Bangun Generasi Penggerak Hilirisasi di Bumi Nikel
5
Jelang Pilkades, Bawaslu Lutim Ajak DPMD Perkuat Pendidikan Politik di Desa