Bahtiar Tegaskan Tak Pernah Terima Aliran Dana Korupsi Kasus Nanas
Selasa, 13 Okt 2026 18:55
Eks Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi bibit nanas di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin 12 Oktober. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Mantan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin memberikan kesaksian atas tudingan menerima aliran dana dari perkara kasus korupsi pengadaan nanas di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHBun) Sulsel Tahun Anggaran 2024.
Bahtiar juga membantah mengintervensi apalagi mengarahkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menjalankan pengadaan pengadaan bibit nanas pada dinas tersebut.
Hal itu diungkap Bahtiar yang hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi bibit nanas di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin 12 Oktober. Bahtiar menegaskan tidak pernah menerima uang, barang maupun fasilitas apapun terkait kasus ini.
“Saya pastikan tidak ada yang mulia, saya tidak pernah menerima uang maupun fasilitas apapun dari penyedia maupun dari staf saya.” kata Bahtiar dalam persidangan.
Hal ini juga terungkap pada saat persidangan praperadilan bahtiar bahwa bahtiar tidak pernah menerima aliran dana kata jaksa yang pada saat itu menjadi saksi dari pihak termohon yaitu kejaksaan sulawesi selatan
Di hadapan majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU), bahtiar menyatakan tidak pernah menitipkan proyek pengadaan bibit nenas kepeda OPD saat masi menjabat PJ Gubernur Sulsel.
“Saya pastikan tidak ada titipan, di tanggal 12 September 2023 saat rapat bersama OPD.” tegas bahtiar
Dia mengaku tidak pernah memberikan perintah atau melakukan intervensi dalam perencanaan pengadaan bibit nanas di DTPHBun Sulsel. Bahtiar menyebut pengadaan bibit nanas sepenuhnya merupakan urusan teknis DTPHBun.
"Saya pastikan tidak ada perintah ataupun arahan dari saya, jadi itu sepenuhnya menjadi wilayah teknis di Dinas DTPHBun," ujar Bahtiar.
Bahtiar juga mengaku tidak mengetahui adanya kenaikan anggaran di DTPHBun Sulsel. Sementara keterangan mengenai pertemuan yang diduga berkaitan dengan pengarahan pengadaan tersebut dinilai Bahtiar tidak jelas karena tidak disertai tanggal dan waktu yang pasti.
“Keterangan yang dimaksud tadi tidak jelas kapan tanggalnya dan waktunya, pertemuan yang dimaksud. Kecuali pertemuan tanggal 30 November 2023. Kalau itu ada dokumentasi, dan tidak ada pertemanan dalam ruangan. Dengan demikian yang mulia kegiatan ini saya pastikan tidak benar kalau pernah saya mengarahkan. Saya juga punya dokumentasi terkait dengan kegiatan kegiatan saya selama menjabat PJ Gubernur Sulsel," jawab Bahtiar saat Jaksa menanyakan hasil pemeriksaan yang diperoleh dari sejumlah saksi saksi.
Bahtiar menyebut pertemuan pada 30 November 2023 memiliki dokumentasi, tetapi membantah pernah mengarahkan pengadaan bibit nanas dalam pertemuan tersebut.
Dia mengaku memiliki dokumentasi kegiatan tersebut, dan memastikan dalam kegiatan tersebut tidak ada pembahasan lain kecuali sosialisasi pisang cavendish oleh pak welly, dokumentasi tersebut mendukung keterangannya di hadapan majelis hakim.
Bahtiar juga membantah mengintervensi apalagi mengarahkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menjalankan pengadaan pengadaan bibit nanas pada dinas tersebut.
Hal itu diungkap Bahtiar yang hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi bibit nanas di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin 12 Oktober. Bahtiar menegaskan tidak pernah menerima uang, barang maupun fasilitas apapun terkait kasus ini.
“Saya pastikan tidak ada yang mulia, saya tidak pernah menerima uang maupun fasilitas apapun dari penyedia maupun dari staf saya.” kata Bahtiar dalam persidangan.
Hal ini juga terungkap pada saat persidangan praperadilan bahtiar bahwa bahtiar tidak pernah menerima aliran dana kata jaksa yang pada saat itu menjadi saksi dari pihak termohon yaitu kejaksaan sulawesi selatan
Di hadapan majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU), bahtiar menyatakan tidak pernah menitipkan proyek pengadaan bibit nenas kepeda OPD saat masi menjabat PJ Gubernur Sulsel.
“Saya pastikan tidak ada titipan, di tanggal 12 September 2023 saat rapat bersama OPD.” tegas bahtiar
Dia mengaku tidak pernah memberikan perintah atau melakukan intervensi dalam perencanaan pengadaan bibit nanas di DTPHBun Sulsel. Bahtiar menyebut pengadaan bibit nanas sepenuhnya merupakan urusan teknis DTPHBun.
"Saya pastikan tidak ada perintah ataupun arahan dari saya, jadi itu sepenuhnya menjadi wilayah teknis di Dinas DTPHBun," ujar Bahtiar.
Bahtiar juga mengaku tidak mengetahui adanya kenaikan anggaran di DTPHBun Sulsel. Sementara keterangan mengenai pertemuan yang diduga berkaitan dengan pengarahan pengadaan tersebut dinilai Bahtiar tidak jelas karena tidak disertai tanggal dan waktu yang pasti.
“Keterangan yang dimaksud tadi tidak jelas kapan tanggalnya dan waktunya, pertemuan yang dimaksud. Kecuali pertemuan tanggal 30 November 2023. Kalau itu ada dokumentasi, dan tidak ada pertemanan dalam ruangan. Dengan demikian yang mulia kegiatan ini saya pastikan tidak benar kalau pernah saya mengarahkan. Saya juga punya dokumentasi terkait dengan kegiatan kegiatan saya selama menjabat PJ Gubernur Sulsel," jawab Bahtiar saat Jaksa menanyakan hasil pemeriksaan yang diperoleh dari sejumlah saksi saksi.
Bahtiar menyebut pertemuan pada 30 November 2023 memiliki dokumentasi, tetapi membantah pernah mengarahkan pengadaan bibit nanas dalam pertemuan tersebut.
Dia mengaku memiliki dokumentasi kegiatan tersebut, dan memastikan dalam kegiatan tersebut tidak ada pembahasan lain kecuali sosialisasi pisang cavendish oleh pak welly, dokumentasi tersebut mendukung keterangannya di hadapan majelis hakim.
(UMI)
Berita Terkait
News
Kasus Bibit Nanas Rp60 Miliar yang Ditangani Kejati saat Bachtiar jadi Pj Gubernur
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) menggeledah Kantor Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHBun) Provinsi Sulawesi Selatan.
Jum'at, 21 Nov 2025 16:54
News
Pj Gubernur Kukuhkan Pengurus FPK Provinsi Sulsel
Penjabat Gubernur Sulsel Prof Fadjry Djufry mengukuhkan pengurus Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Provinsi Sulsel Periode 2025-2028 dalam acara yang berlangsung di Ruangan Rapat Pimpinan, Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, (19/02/2025).
Rabu, 19 Feb 2025 17:22
News
Prof Fadjry Djufry Ingatkan Gubernur Terpilih Soal Target Swasembada Pangan
Setelah kurang lebih dua bulan memimpin Sulsel, Prof Fadjry Djufry akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Penjabat Gubernur, seiring dengan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih
Selasa, 18 Feb 2025 15:19
Makassar City
MBG dan Pemeriksaan Kesehatan Diharap Ciptakan Generasi Unggul dan Sehat
Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto mendampingi Pj Gubernur, Prof Fadjry Djufry meninjau pelaksanaan program MBG dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di empat sekolah.
Jum'at, 14 Feb 2025 15:47
News
Beri Kuliah Umum di IPDN, Prof Fadjry Djufry: Kejujuran dan Integritas Kunci Sukses
Penjabat Gubernur Sulsel Prof Fadjry Djufry memberikan Kuliah Umum di Kampus Institute Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di Kabupaten Gowa, Selasa, (11/02/2025).
Selasa, 11 Feb 2025 19:59
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Akibat Kabut Asap, Pos Polair Parepare Bagikan Masker dan Himbau Nelayan
2
Target Kembalikan Kejayaan Golkar, AMPI Lutim Kini Dipimpin Bangkit Revormansyah
3
Di Forum PBB, Munafri Usul Pendidikan Lalu Lintas Masuk Kurikulum Sekolah
4
Pelindo Aktifkan Kembali Layanan STS Nipa, Perkuat Posisi Indonesia di Jalur Global
5
7 Penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin Batal Akibat Karhutla
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Akibat Kabut Asap, Pos Polair Parepare Bagikan Masker dan Himbau Nelayan
2
Target Kembalikan Kejayaan Golkar, AMPI Lutim Kini Dipimpin Bangkit Revormansyah
3
Di Forum PBB, Munafri Usul Pendidikan Lalu Lintas Masuk Kurikulum Sekolah
4
Pelindo Aktifkan Kembali Layanan STS Nipa, Perkuat Posisi Indonesia di Jalur Global
5
7 Penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin Batal Akibat Karhutla