Vale Indonesia Buka Peluang Pengusaha Lokal Masuk Rantai Pasok IGP Pomalaa
Minggu, 01 Nov 2026 05:33
Vale Indonesia memperkuat akses pengusaha daerah melalui sosialisasi prakualifikasi vendor lokal di Gedung Serbaguna Hotel Sutan Raja, Kabupaten Kolaka, Kamis (29/10/2026). Foto/IST
KOLAKA - Pelaku usaha lokal di Kabupaten Kolaka mendapat kesempatan lebih luas untuk terlibat dalam rantai pasok Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa. PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Grup MIND ID, memperkuat akses pengusaha daerah melalui sosialisasi prakualifikasi vendor lokal di Gedung Serbaguna Hotel Sutan Raja, Kabupaten Kolaka, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini melibatkan pelaku usaha dari lima wilayah pemberdayaan IGP Pomalaa, yakni Kecamatan Tanggetada, Pomalaa, Baula, Wundulako, dan Kolaka. Melalui sosialisasi tersebut, calon vendor memperoleh pemahaman mengenai proses pendaftaran, verifikasi, persyaratan, hingga tahapan prakualifikasi sebelum mengikuti tender Vale Indonesia.
Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan penguatan kapasitas dan kesiapan pelaku usaha lokal merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas manfaat ekonomi proyek bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
"Kami ingin memastikan pelaku usaha lokal memiliki akses terhadap informasi yang sama dan kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam rantai pasok IGP Pomalaa. Melalui proses yang transparan dan terukur, kami berharap semakin banyak perusahaan lokal yang mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan dan tumbuh bersama perkembangan proyek ini," katanya.
Menurut Rifai, keterlibatan vendor lokal tidak hanya mendukung kelancaran proyek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing di Kabupaten Kolaka.
"Pengembangan kapasitas vendor lokal merupakan investasi jangka panjang. Kami ingin mendorong terciptanya pelaku usaha yang semakin profesional, kompetitif, serta mampu memenuhi aspek keselamatan, kualitas, dan tata kelola yang menjadi standar dalam operasional Vale Indonesia," ujarnya.
Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan pengurus asosiasi pengusaha. Kali ini, Vale Indonesia memperluas jangkauan informasi dengan melibatkan langsung anggota dari sembilan asosiasi agar ketentuan prakualifikasi dapat dipahami secara merata.
Dalam kegiatan tersebut, perusahaan memaparkan mekanisme prakualifikasi secara menyeluruh. Materi mencakup persyaratan administrasi, legalitas perusahaan, kapabilitas teknis, hingga aspek keselamatan kerja.
Penyampaian informasi yang seragam diharapkan membantu pelaku usaha mempersiapkan dokumen dan memenuhi persyaratan sejak tahap awal. Dengan demikian, perusahaan lokal dapat meningkatkan kesiapan sebelum mengikuti proses pengadaan.
Vale Indonesia menegaskan, prakualifikasi merupakan tahapan awal dalam proses pengadaan. Vendor yang memenuhi persyaratan akan memiliki kesempatan mengikuti tender sesuai kebutuhan proyek dan ketentuan yang berlaku.
Namun, kelulusan prakualifikasi tidak serta-merta menjamin perolehan kontrak pekerjaan. Setiap proses pengadaan tetap mempertimbangkan kebutuhan bisnis, ruang lingkup pekerjaan, kemampuan teknis, aspek keselamatan, penawaran komersial, serta prinsip tata kelola perusahaan.
Apresiasi Pengusaha Lokal
Ketua Asosiasi Pengusaha Bumi Mekongga (APBM) sekaligus Direktur PT Putra Mekongga Utama, Madi, mengapresiasi sosialisasi tersebut karena memberikan kejelasan kepada pengusaha lokal mengenai mekanisme untuk masuk dalam rantai pengadaan IGP Pomalaa.
Menurutnya, prakualifikasi menjadi momentum bagi pelaku usaha daerah untuk meningkatkan kesiapan, memperkuat legalitas, dan membangun profesionalisme perusahaan sebelum mengikuti tender.
"Kami mengapresiasi pelaksanaan prakualifikasi ini. Momentum tersebut memberikan kesempatan kepada kontraktor lokal untuk mempersiapkan diri dan berkompetisi secara sehat melalui proses yang adil dan terbuka," ujar Madi.
Ia berharap komunikasi dan sinergi antara Vale Indonesia, asosiasi, dan pelaku usaha lokal terus diperkuat. Upaya tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kolaka.
Apresiasi serupa disampaikan anggota Asosiasi Kontraktor Jasa Pertambangan Pomalaa (ASKOJAPP) sekaligus Direktur PT Bija, Alfian. Ia menilai sosialisasi prakualifikasi memberikan arahan yang lebih jelas dan terukur bagi pengusaha daerah yang ingin menjadi vendor Vale Indonesia.
"Inisiatif Vale Indonesia menggelar sosialisasi dan prakualifikasi vendor lokal patut diapresiasi. Selain membuka akses terhadap peluang usaha, kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai persyaratan dan tahapan untuk menjadi vendor," kata Alfian.
Alfian berharap sosialisasi tersebut dapat dilanjutkan dengan pendampingan dan peningkatan kapasitas agar semakin banyak perusahaan lokal mampu memenuhi persyaratan pengadaan.
"Kami berharap Vale Indonesia dapat terus memberikan pendampingan kepada pengusaha dan asosiasi lokal sehingga semakin banyak perusahaan daerah yang siap mengikuti proses pengadaan secara profesional dan kompetitif," ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan pelaku usaha dari lima wilayah pemberdayaan IGP Pomalaa, yakni Kecamatan Tanggetada, Pomalaa, Baula, Wundulako, dan Kolaka. Melalui sosialisasi tersebut, calon vendor memperoleh pemahaman mengenai proses pendaftaran, verifikasi, persyaratan, hingga tahapan prakualifikasi sebelum mengikuti tender Vale Indonesia.
Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan penguatan kapasitas dan kesiapan pelaku usaha lokal merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas manfaat ekonomi proyek bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
"Kami ingin memastikan pelaku usaha lokal memiliki akses terhadap informasi yang sama dan kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam rantai pasok IGP Pomalaa. Melalui proses yang transparan dan terukur, kami berharap semakin banyak perusahaan lokal yang mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan dan tumbuh bersama perkembangan proyek ini," katanya.
Menurut Rifai, keterlibatan vendor lokal tidak hanya mendukung kelancaran proyek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing di Kabupaten Kolaka.
"Pengembangan kapasitas vendor lokal merupakan investasi jangka panjang. Kami ingin mendorong terciptanya pelaku usaha yang semakin profesional, kompetitif, serta mampu memenuhi aspek keselamatan, kualitas, dan tata kelola yang menjadi standar dalam operasional Vale Indonesia," ujarnya.
Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan pengurus asosiasi pengusaha. Kali ini, Vale Indonesia memperluas jangkauan informasi dengan melibatkan langsung anggota dari sembilan asosiasi agar ketentuan prakualifikasi dapat dipahami secara merata.
Dalam kegiatan tersebut, perusahaan memaparkan mekanisme prakualifikasi secara menyeluruh. Materi mencakup persyaratan administrasi, legalitas perusahaan, kapabilitas teknis, hingga aspek keselamatan kerja.
Penyampaian informasi yang seragam diharapkan membantu pelaku usaha mempersiapkan dokumen dan memenuhi persyaratan sejak tahap awal. Dengan demikian, perusahaan lokal dapat meningkatkan kesiapan sebelum mengikuti proses pengadaan.
Vale Indonesia menegaskan, prakualifikasi merupakan tahapan awal dalam proses pengadaan. Vendor yang memenuhi persyaratan akan memiliki kesempatan mengikuti tender sesuai kebutuhan proyek dan ketentuan yang berlaku.
Namun, kelulusan prakualifikasi tidak serta-merta menjamin perolehan kontrak pekerjaan. Setiap proses pengadaan tetap mempertimbangkan kebutuhan bisnis, ruang lingkup pekerjaan, kemampuan teknis, aspek keselamatan, penawaran komersial, serta prinsip tata kelola perusahaan.
Apresiasi Pengusaha Lokal
Ketua Asosiasi Pengusaha Bumi Mekongga (APBM) sekaligus Direktur PT Putra Mekongga Utama, Madi, mengapresiasi sosialisasi tersebut karena memberikan kejelasan kepada pengusaha lokal mengenai mekanisme untuk masuk dalam rantai pengadaan IGP Pomalaa.
Menurutnya, prakualifikasi menjadi momentum bagi pelaku usaha daerah untuk meningkatkan kesiapan, memperkuat legalitas, dan membangun profesionalisme perusahaan sebelum mengikuti tender.
"Kami mengapresiasi pelaksanaan prakualifikasi ini. Momentum tersebut memberikan kesempatan kepada kontraktor lokal untuk mempersiapkan diri dan berkompetisi secara sehat melalui proses yang adil dan terbuka," ujar Madi.
Ia berharap komunikasi dan sinergi antara Vale Indonesia, asosiasi, dan pelaku usaha lokal terus diperkuat. Upaya tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kolaka.
Apresiasi serupa disampaikan anggota Asosiasi Kontraktor Jasa Pertambangan Pomalaa (ASKOJAPP) sekaligus Direktur PT Bija, Alfian. Ia menilai sosialisasi prakualifikasi memberikan arahan yang lebih jelas dan terukur bagi pengusaha daerah yang ingin menjadi vendor Vale Indonesia.
"Inisiatif Vale Indonesia menggelar sosialisasi dan prakualifikasi vendor lokal patut diapresiasi. Selain membuka akses terhadap peluang usaha, kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai persyaratan dan tahapan untuk menjadi vendor," kata Alfian.
Alfian berharap sosialisasi tersebut dapat dilanjutkan dengan pendampingan dan peningkatan kapasitas agar semakin banyak perusahaan lokal mampu memenuhi persyaratan pengadaan.
"Kami berharap Vale Indonesia dapat terus memberikan pendampingan kepada pengusaha dan asosiasi lokal sehingga semakin banyak perusahaan daerah yang siap mengikuti proses pengadaan secara profesional dan kompetitif," ujarnya.
(TRI)
Berita Terkait
News
Dua Putra-Putri Luwu Timur Raih Beasiswa S2 Vale Indonesia 2026
Muh Akkas dan Alfrida Kano Linggi Allo berhasil lolos seleksi Beasiswa Komunitas PT Vale Indonesia Tbk tahun 2026 dan berhak mendapatkan pembiayaan penuh selama menempuh pendidikan S2.
Sabtu, 31 Okt 2026 14:44
Ekbis
Produksi dan Penjualan Meningkat, Kinerja Keuangan PT Vale Menguat
Kinerja PT Vale Indonesia semakin menguat sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$896 juta hingga September 2026, tumbuh 27 persen.
Sabtu, 31 Okt 2026 08:11
Ekbis
Vale Indonesia Bantu UMKM Morowali Kantongi Sertifikat Halal untuk Perluas Pasar
Vale Indonesia memfasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Kabupaten Morowali sebagai bentuk dukungan perluasan akses pasar UMKM di wilayah itu.
Jum'at, 30 Okt 2026 17:22
News
Warga Loeha Raya Desak Gakkum Usut Tuntas Dugaan Pembakaran Hutan
Warga menduga api sengaja digunakan untuk membuka lahan perkebunan lada. Mereka mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas pihak yang bertanggung jawab.
Kamis, 29 Okt 2026 09:09
News
Gakkum Kehutanan Ingatkan Petani Patuhi Aturan Penggunaan Kawasan Hutan
Gakkum Kehutanan Sulawesi menegaskan, masyarakat maupun pihak lain wajib mematuhi ketentuan penggunaan kawasan hutan, termasuk mengantongi Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) sesuai peraturan yang berlaku.
Rabu, 28 Okt 2026 06:47
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mahalini, Fiersa Besari, hingga For Revenge Siap Ramaikan Spektamagis Vol. 3
2
Puncak Cita Askara Adujak GenRe Sulsel 2026: Lahirnya Wajah Baru Penggerak Perubahan
3
Dua Putra-Putri Luwu Timur Raih Beasiswa S2 Vale Indonesia 2026
4
Produksi dan Penjualan Meningkat, Kinerja Keuangan PT Vale Menguat
5
OJK Serahkan Tambahan Hasil Penelusuran Aset DSI kepada Bareskrim
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mahalini, Fiersa Besari, hingga For Revenge Siap Ramaikan Spektamagis Vol. 3
2
Puncak Cita Askara Adujak GenRe Sulsel 2026: Lahirnya Wajah Baru Penggerak Perubahan
3
Dua Putra-Putri Luwu Timur Raih Beasiswa S2 Vale Indonesia 2026
4
Produksi dan Penjualan Meningkat, Kinerja Keuangan PT Vale Menguat
5
OJK Serahkan Tambahan Hasil Penelusuran Aset DSI kepada Bareskrim