Pj Gubernur Sebut Beras jadi Pemicu Inflasi di Sulsel
Rabu, 13 Sep 2023 18:59
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin. Foto/Dok SINDO Makassar
MAKASSAR - Angka inflasi Sulsel relatif aman berada di kisaran 3,53 persen. Namun tingkat inflasi di Sulsel masih cukup tinggi dibanding angka rata-rata nasional yang mencapai 3,27 persen.
Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menyebut salah satu faktor pemicu inflasi di Sulsel yakni beras. Meskipun begitu, menurutnya angka inflasi di Sulsel cukup stabil dalam 5 tahun terakhir.
"Tapi memang kalau dibandingkan rata-rata nasional itu, Nasionalnya kan kita 3,53 ya nasional 3,27. Jadi kita masih di atas sedikit 0,22 dibandingkan nasional. Tapi itu memang tran 5 tahun terakhir Sulsel memang begitu," ujarnya di usai memimpin rapat mitigasi inflasi di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (13/9/23).
Sulsel sebagai lumbung beras, kata dia, memiliki masalah dalam hal distribusi beras yang membuat harga beras melonjak naik dan menyebabkan inflasi. Dimana, beras yang berasal dari Sulsel di kirim ke daerah lain dan dipasarkan kembali ke Sulsel dengan harga yang lebih tinggi.
Namun, hal tersebut akan segera diatasi. Sebab, dirinya sudah melakukan rapat kordinasi dengan pihak terkait masalah tersebut. Ia akan mempertimbangkan masukan terkait kebijakan menyimpan stok beras sebelum di salurkan ke daerah lain.
"Tadi ada ide bagus, dari kepala BI, itu mendorong supaya ada kewajiban menyimpan stok beras 5 sampai 10 persen. Jadi silahkan bila mau diperdagangkan di daerah lain, misalnya antar pulau, tapi harus ada stok 5-10 persen. Ini yang sedang kita bicarakan tehnisnya, baru eksekusi," jelas Bahtiar.
Diketahui, pada tahun 2022 lalu, Sulsel surplus beras sebanyak 2,08 juta ton. Jumlah ini mampu berkontribusi sebanyak 25 persen untuk stok beras nasional. Dengan itu, Bahktiar mengaku akan mempertimbangkan ide tersebut.
Selain itu, ia juga menyoroti terkait 5 daerah yang dijadikan sempling oleh BPS terkait inflasi di Sulsel. Menurutnya, data dari 5 daerah tersebut tidak bisa menjadi patokan pasti jumlah inflasi di Sulsel, sebab, masih ada 19 daerah yang kemungkinan mengalami inflasi namun tidak masuk dalam data BPS.
"Di Sulsel yang jadi sempling BPS ada 5, Makassar, Parepare, Palopo, Bulukumba dan Bone. Itu sempling, karena BPS tidak melakukan riset 514 kabupaten/kota, tidak di sampling. Pertanyaan, kalau hanya 5 yang sampling secara nasional oleh BPS apakah 19 kabupaten lain tidak ada inflasi, pasti ada," pungkasnya.
Dengan itu, ia meminta kepada kepala daerah untuk menggunakan APBD kabupaten/kota untuk membantu melakukan pengukuran inflasi di wilayahnya masing-masing. Hal ini untuk menjamin ketersediaan bahan pokok masyarakat terpenuhi.
"Saya minta mungkin dibantu BPS menggunakan APBD kabupaten kota supaya semua melakukan pengukuran terhadap inflasi. Karena intinya inflasi adalah ketersediaan pangan untuk masyarakat. Kalau dulu namanya sembako, Sekarang 21 kebutuhan pokok yang wajib tersedia," kata Bahtiar.
Sementara itu, Kepala BPS Sulsel, Aryanto mengatakan, target inflasi di Sulsel masih sesuai dengan terget BI. Dengan itu, ia berharap semua stakeholder bisa melakukan upaya pengendalian.
Aryanto juga menyebut, inflasi dipengaruhi oleh harga makanan yang sangat fluktuatif. Seperti daging ayam, telur yang bergantung pada supply dan demand.
"Antisipasinya misal beras mulai menanjak, bulog sudah mulai mengantisipasi. Itu salah satu upaya, daging ayam ras sudah mulai menurun sudah terkendali dibandingkan puncaknya maret. Termasuk telur ayam ras sudah menurun," kata dia.
Adapun langkah, kata dia, dengan mengendalikan harga. Kalaupun pasokannya kurang, harus ditambah. Segala upaya harus dilakukan untuk memenuhi pasokan tersebut, untuk mendapatkan hasil.
"Kan ada 3 aspek, produksi, distribusi dan konsumsi. Produksinya ada musiman, misalkan beras naik kenapa. Distribusi juga penting, misalkan harga produsen holtikultura buah, kalau jalan jelek sampai sudah busuk. Konsumen juga penting, misal di HBK konsumsi kan biasa diluar normal, hari raya liburan, anak sekolah. Itu konsumsi yang bisa diprediksi kalau mau waktunya, maka harga naik," ungkapnya.
Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menyebut salah satu faktor pemicu inflasi di Sulsel yakni beras. Meskipun begitu, menurutnya angka inflasi di Sulsel cukup stabil dalam 5 tahun terakhir.
"Tapi memang kalau dibandingkan rata-rata nasional itu, Nasionalnya kan kita 3,53 ya nasional 3,27. Jadi kita masih di atas sedikit 0,22 dibandingkan nasional. Tapi itu memang tran 5 tahun terakhir Sulsel memang begitu," ujarnya di usai memimpin rapat mitigasi inflasi di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (13/9/23).
Sulsel sebagai lumbung beras, kata dia, memiliki masalah dalam hal distribusi beras yang membuat harga beras melonjak naik dan menyebabkan inflasi. Dimana, beras yang berasal dari Sulsel di kirim ke daerah lain dan dipasarkan kembali ke Sulsel dengan harga yang lebih tinggi.
Namun, hal tersebut akan segera diatasi. Sebab, dirinya sudah melakukan rapat kordinasi dengan pihak terkait masalah tersebut. Ia akan mempertimbangkan masukan terkait kebijakan menyimpan stok beras sebelum di salurkan ke daerah lain.
"Tadi ada ide bagus, dari kepala BI, itu mendorong supaya ada kewajiban menyimpan stok beras 5 sampai 10 persen. Jadi silahkan bila mau diperdagangkan di daerah lain, misalnya antar pulau, tapi harus ada stok 5-10 persen. Ini yang sedang kita bicarakan tehnisnya, baru eksekusi," jelas Bahtiar.
Diketahui, pada tahun 2022 lalu, Sulsel surplus beras sebanyak 2,08 juta ton. Jumlah ini mampu berkontribusi sebanyak 25 persen untuk stok beras nasional. Dengan itu, Bahktiar mengaku akan mempertimbangkan ide tersebut.
Selain itu, ia juga menyoroti terkait 5 daerah yang dijadikan sempling oleh BPS terkait inflasi di Sulsel. Menurutnya, data dari 5 daerah tersebut tidak bisa menjadi patokan pasti jumlah inflasi di Sulsel, sebab, masih ada 19 daerah yang kemungkinan mengalami inflasi namun tidak masuk dalam data BPS.
"Di Sulsel yang jadi sempling BPS ada 5, Makassar, Parepare, Palopo, Bulukumba dan Bone. Itu sempling, karena BPS tidak melakukan riset 514 kabupaten/kota, tidak di sampling. Pertanyaan, kalau hanya 5 yang sampling secara nasional oleh BPS apakah 19 kabupaten lain tidak ada inflasi, pasti ada," pungkasnya.
Dengan itu, ia meminta kepada kepala daerah untuk menggunakan APBD kabupaten/kota untuk membantu melakukan pengukuran inflasi di wilayahnya masing-masing. Hal ini untuk menjamin ketersediaan bahan pokok masyarakat terpenuhi.
"Saya minta mungkin dibantu BPS menggunakan APBD kabupaten kota supaya semua melakukan pengukuran terhadap inflasi. Karena intinya inflasi adalah ketersediaan pangan untuk masyarakat. Kalau dulu namanya sembako, Sekarang 21 kebutuhan pokok yang wajib tersedia," kata Bahtiar.
Sementara itu, Kepala BPS Sulsel, Aryanto mengatakan, target inflasi di Sulsel masih sesuai dengan terget BI. Dengan itu, ia berharap semua stakeholder bisa melakukan upaya pengendalian.
Aryanto juga menyebut, inflasi dipengaruhi oleh harga makanan yang sangat fluktuatif. Seperti daging ayam, telur yang bergantung pada supply dan demand.
"Antisipasinya misal beras mulai menanjak, bulog sudah mulai mengantisipasi. Itu salah satu upaya, daging ayam ras sudah mulai menurun sudah terkendali dibandingkan puncaknya maret. Termasuk telur ayam ras sudah menurun," kata dia.
Adapun langkah, kata dia, dengan mengendalikan harga. Kalaupun pasokannya kurang, harus ditambah. Segala upaya harus dilakukan untuk memenuhi pasokan tersebut, untuk mendapatkan hasil.
"Kan ada 3 aspek, produksi, distribusi dan konsumsi. Produksinya ada musiman, misalkan beras naik kenapa. Distribusi juga penting, misalkan harga produsen holtikultura buah, kalau jalan jelek sampai sudah busuk. Konsumen juga penting, misal di HBK konsumsi kan biasa diluar normal, hari raya liburan, anak sekolah. Itu konsumsi yang bisa diprediksi kalau mau waktunya, maka harga naik," ungkapnya.
(TRI)
Berita Terkait
Sulsel
Ruas Pangkajene-Rappang di Kabupaten Sidrap Dipacu Rampung
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meninjau langsung progres pembangunan ruas jalan Pangkajene-Rappang di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (2/7/2026).
Jum'at, 03 Jul 2026 08:33
News
Program MYP Pemprov Sulsel Banyak Dipuji Petani Desa
Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Sulsel, Mizar Roem, memberikan apresiasi terhadap jawaban Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
Kamis, 02 Jul 2026 11:42
News
Sejumlah Fraksi DPRD Beri Apresiasi Jawaban Ranperda Pertanggunganjawaban APBD 2025
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan komitmen Pemprov Sulsel terus memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil, sehingga APBD benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rabu, 01 Jul 2026 22:43
News
Pemprov Sulsel Masuk Lima Besar Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah 2026 Bappenas
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berhasil masuk dalam lima besar penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas.
Rabu, 01 Jul 2026 18:50
News
UMKM Sulsel Dapat Panggung Nasional pada HKG PKK ke-54 dan 46 Tahun Dekranas
Penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 di Makassar pada 9–12 Juli 2026 diproyeksikan menjadi pengungkit ekonomi Sulawesi Selatan melalui peningkatan aktivitas UMKM
Jum'at, 26 Jun 2026 22:08
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Djournal Resmikan Gerai Kedua di Makassar, Kini Hadir di Mal Ratu Indah
2
Ruas Pangkajene-Rappang di Kabupaten Sidrap Dipacu Rampung
3
Diskon hingga 50%, Levi’s End of Season Sale Hadir Maksimalkan Gaya Musim Liburan
4
Layanan Pemanduan & Penundaan PJM Wilayah 3 Melampaui Target RKAP
5
Milad ke-72 UMI, Zikir dan Haul Muassis Jadi Momentum Mengenang Jasa Pendiri
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Djournal Resmikan Gerai Kedua di Makassar, Kini Hadir di Mal Ratu Indah
2
Ruas Pangkajene-Rappang di Kabupaten Sidrap Dipacu Rampung
3
Diskon hingga 50%, Levi’s End of Season Sale Hadir Maksimalkan Gaya Musim Liburan
4
Layanan Pemanduan & Penundaan PJM Wilayah 3 Melampaui Target RKAP
5
Milad ke-72 UMI, Zikir dan Haul Muassis Jadi Momentum Mengenang Jasa Pendiri