Shodiqin Minta ASN BKKBN Sulsel Junjung Integritas Dalam Bekerja
Kamis, 30 Mei 2024 20:49
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin, menegaskan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) BKKBN Sulsel wajib menjunjung tinggi integritas dalam bekerja. Foto: BKKBN Sulsel
MAKASSAR - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin, menegaskan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) BKKBN Sulsel wajib menjunjung tinggi integritas dalam bekerja.
Hal ini disampaikan Shodiqin usai melantik Pejabat Fungsional Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2023 di Ruang Pola Kantor BKKBN Sulsel, Kamis (30/05/24).
"Setelah menjadi ASN di BKKBN, Saya berharap PKB dan PPPK yang baru dilantik mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional, disiplin, bertanggung jawab dan berdedikasi tinggi serta mampu menjaga nama baik pribadi maupun BKKBN dengan cara tidak melakukan hal-hal yang menyimpang serta perbuatan curang, menaati jam kerja, melaksanakan tugas dengan jujur dan bertanggung jawab, disiplin dan berintegritas tinggi," sebut Shodiqin.
Shodiqin menambahkan, sebagai ASN ada nilai dan budaya kerja yang harus ditanamkan bersama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari ASN, yaitu BerAHLAK meliputi Berorientasi Layanan, Akuntabel, Harmonis, Loyal, adaptif dan Kolaboratif dengan tagline “Bangga Melayani Bangsa”,
Shodiqin menambahkan, BKKBN juga telah mempunyai Brand Book dengan sebutan “K-R-N”, yakni Kerja Tuntas, Responsif, dan Nilai Luhur.
"Untuk itu, saya minta kepada seluruh ASN BKKBN untuk dapat menginternalisasikan nilai-nilai BerAKHLAK dan KRN ini, seluruh pegawai agar memahami, menghayati, dan menyerap makna dari setiap kata, Tidak cukup hanya dihafal tetapi harus menjadi nilai yang melekat disetiap perilaku dan kinerja kita semua," himbau Shodiqin.
Dalam manajemen kinerja ASN, Shodiqin menyampaikan segala sesuatu harus terukur dan terpantau termasuk bagaimana tugas dan fungsi seorang Pejabat Fungsional termasuk PKB dan PPPK.
"Kami akan rutin melakukan monitoring kinerja terhadap target-target yang telah tertuang dalam kontrak kinerja. Oleh karena itu, kami berharap kepada seluruh pegawai yang baru dilantik, agar selalu belajar dan mengembangkan potensi diri dalam melaksanakan tugas, serta memegang prinsip tepat waktu, tepat administrasi, dan tepat mutu," tambah Shodiqin
Lebih lanjut, Shodiqin mengatakan pengadaan formasi PPPK Penyuluh KB bertujuan untuk mengisi kekosongan dan kekurangan Penyuluh KB disetiap wilayah, sehingga distribusi dan penempatannya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan program melalui pemerataan penyebaran tenaga penyuluh KB disetiap daerah sesuai dengan analis beban kerja dan kebutuhan.
"Isu strategis saat ini bagaimana mensukseskan percepatan penurunan stunting melalui Program Bangga Kencana dan mendukung pencapaian target percepatan penurunan stunting 14 persen pada tahun 2024, namun tugas ini semakin berat, melihat angka stunting Sulawesi Selatan mengalami kenaikan 0,2 persen menurut hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yaitu 27,4 persen dari tahun 2022 yaitu 27,2 persen," tambahnya
Terakhir, Shodiqin menyampaikan pelaksanaan seleksi Calon PPPK Penyuluh KB yang dilaksanakan BKKBN, selalu mengedepankan prinsip kompetitif, adil, obyektif, transparan, bersih dari praktik-praktik korupsi, penyuapan dan gratifikasi, sehingga kelulusan PPPK merupakan prestasi diri sendiri dan patut disyukuri menjadi kebanggaan bersama.
"Selamat kepada seluruh pegawai yang baru saja dilantik, ada 6 orang yang diangkat dalam Jabatan Fungsional Penyuluh KB untuk pertama kali dan 2 orang PPPK Formasi Tahun 2023, yang sebelumnya tidak dilantik karena belum terbit SK dari BKN, tetapi Alhamdulillah hari sudah sudah dilantik. Semua ini patut Kita syukuri bersama dengan cara bagaimana kita menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, kehadiran PPPK mampu berkontribusi terhadap kemajuan Pelaksanaan program Bangga Kencana di Sulsel," tutup Shodiqin.
Hal ini disampaikan Shodiqin usai melantik Pejabat Fungsional Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2023 di Ruang Pola Kantor BKKBN Sulsel, Kamis (30/05/24).
"Setelah menjadi ASN di BKKBN, Saya berharap PKB dan PPPK yang baru dilantik mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional, disiplin, bertanggung jawab dan berdedikasi tinggi serta mampu menjaga nama baik pribadi maupun BKKBN dengan cara tidak melakukan hal-hal yang menyimpang serta perbuatan curang, menaati jam kerja, melaksanakan tugas dengan jujur dan bertanggung jawab, disiplin dan berintegritas tinggi," sebut Shodiqin.
Shodiqin menambahkan, sebagai ASN ada nilai dan budaya kerja yang harus ditanamkan bersama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari ASN, yaitu BerAHLAK meliputi Berorientasi Layanan, Akuntabel, Harmonis, Loyal, adaptif dan Kolaboratif dengan tagline “Bangga Melayani Bangsa”,
Shodiqin menambahkan, BKKBN juga telah mempunyai Brand Book dengan sebutan “K-R-N”, yakni Kerja Tuntas, Responsif, dan Nilai Luhur.
"Untuk itu, saya minta kepada seluruh ASN BKKBN untuk dapat menginternalisasikan nilai-nilai BerAKHLAK dan KRN ini, seluruh pegawai agar memahami, menghayati, dan menyerap makna dari setiap kata, Tidak cukup hanya dihafal tetapi harus menjadi nilai yang melekat disetiap perilaku dan kinerja kita semua," himbau Shodiqin.
Dalam manajemen kinerja ASN, Shodiqin menyampaikan segala sesuatu harus terukur dan terpantau termasuk bagaimana tugas dan fungsi seorang Pejabat Fungsional termasuk PKB dan PPPK.
"Kami akan rutin melakukan monitoring kinerja terhadap target-target yang telah tertuang dalam kontrak kinerja. Oleh karena itu, kami berharap kepada seluruh pegawai yang baru dilantik, agar selalu belajar dan mengembangkan potensi diri dalam melaksanakan tugas, serta memegang prinsip tepat waktu, tepat administrasi, dan tepat mutu," tambah Shodiqin
Lebih lanjut, Shodiqin mengatakan pengadaan formasi PPPK Penyuluh KB bertujuan untuk mengisi kekosongan dan kekurangan Penyuluh KB disetiap wilayah, sehingga distribusi dan penempatannya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan program melalui pemerataan penyebaran tenaga penyuluh KB disetiap daerah sesuai dengan analis beban kerja dan kebutuhan.
"Isu strategis saat ini bagaimana mensukseskan percepatan penurunan stunting melalui Program Bangga Kencana dan mendukung pencapaian target percepatan penurunan stunting 14 persen pada tahun 2024, namun tugas ini semakin berat, melihat angka stunting Sulawesi Selatan mengalami kenaikan 0,2 persen menurut hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yaitu 27,4 persen dari tahun 2022 yaitu 27,2 persen," tambahnya
Terakhir, Shodiqin menyampaikan pelaksanaan seleksi Calon PPPK Penyuluh KB yang dilaksanakan BKKBN, selalu mengedepankan prinsip kompetitif, adil, obyektif, transparan, bersih dari praktik-praktik korupsi, penyuapan dan gratifikasi, sehingga kelulusan PPPK merupakan prestasi diri sendiri dan patut disyukuri menjadi kebanggaan bersama.
"Selamat kepada seluruh pegawai yang baru saja dilantik, ada 6 orang yang diangkat dalam Jabatan Fungsional Penyuluh KB untuk pertama kali dan 2 orang PPPK Formasi Tahun 2023, yang sebelumnya tidak dilantik karena belum terbit SK dari BKN, tetapi Alhamdulillah hari sudah sudah dilantik. Semua ini patut Kita syukuri bersama dengan cara bagaimana kita menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, kehadiran PPPK mampu berkontribusi terhadap kemajuan Pelaksanaan program Bangga Kencana di Sulsel," tutup Shodiqin.
(GUS)
Berita Terkait
News
Perkuat Akuntabilitas melalui Pengendalian Penilaian Intern Pelaporan Keuangan
Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat penerapan Pengendalian Intern atas Pelaporan Keuangan (PIPK) guna memastikan pengelolaan dan pelaporan keuangan berjalan lebih tertib, akurat, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Selasa, 22 Sep 2026 15:01
News
Sharing Program Prioritas dan Penanganan Stunting, BKKBN Sulsel Terima Kunjungan DPRD Bone
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, menerima kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Bone yang dipimpin A Muh Salam Lilo AK dalam rangka memperkuat koordinasi terkait program unggulan dan penanganan stunting, Senin (21/09/2026)
Senin, 21 Sep 2026 19:07
Sulsel
BKKBN Sulsel Audiensi Dengan Pemkab Selayar Perkuat Program Bangga Kencana Wilayah Kepulauan
Guna memperkuat sinergi dan dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam pelaksanaan program Bangga Kencana, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Dr Fatmawati, melakukan audiensi dengan Bupati Kepulauan Selayar
Kamis, 03 Sep 2026 16:35
Sulsel
Pastikan MBG Tepat Sasaran, Kepala BKKBN Sulsel Tinjau SPPG Benteng 02 Selayar
Makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan nutrisi. Cara makanan tersebut disiapkan, diolah, dikemas hingga sampai ke tangan penerima manfaat juga menjadi bagian penting yang harus dipastikan.
Kamis, 03 Sep 2026 11:43
Sulsel
Tantangan Kepulauan Tak Jadi Penghalang, BKKBN Sulsel Perkuat Pelayanan Bangga Kencana di Selayar
Tantangan pelayanan program Bangga Kencana di wilayah kepulauan tidak selalu dapat diselesaikan dengan pendekatan yang sama seperti di wilayah daratan.
Rabu, 02 Sep 2026 20:57
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IKA UNHAS Jabodetabek Satukan Alumni Lewat Golf Tournament dan Charity 2026
2
Fauzi Andi Wawo: PKB dan Sindo Makassar Tak Ada Sekat
3
Pemilih Sulsel Tembus 7 Juta, KPU Perkuat Pemutakhiran Data Berkelanjutan
4
Elektabilitas Golkar Terjaga, IAS Sebut Komunikasi Bahlil Jadi Faktor Penting
5
PT Vale Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Jaga Keberlanjutan Danau Matano
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IKA UNHAS Jabodetabek Satukan Alumni Lewat Golf Tournament dan Charity 2026
2
Fauzi Andi Wawo: PKB dan Sindo Makassar Tak Ada Sekat
3
Pemilih Sulsel Tembus 7 Juta, KPU Perkuat Pemutakhiran Data Berkelanjutan
4
Elektabilitas Golkar Terjaga, IAS Sebut Komunikasi Bahlil Jadi Faktor Penting
5
PT Vale Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Jaga Keberlanjutan Danau Matano