Mahasiswa Enrekang Kibarkan Bendera Mapasse di Himalaya
Senin, 20 Apr 2026 22:02
Nur Rahmat Bahruddin Upa mengibarkan bendera Mapasse di Pegunungan Himalaya. Foto: Istimewa
NEPAL - Seorang anggota Mahasiswa Pencinta Alam Massenrempulu (Mapasse), Nur Rahmat Bahruddin Upa, berhasil mengibarkan bendera organisasinya di Pegunungan Himalaya.
Aksi tersebut dilakukan di ketinggian 4.130 meter di atas permukaan laut (mdpl), sebagai bagian dari ekspedisi yang telah dimulai sejak 14 April 2026.
Nur Rahmat, yang akrab disapa Hammer, mengaku tidak pernah membayangkan dapat menginjakkan kaki di pegunungan tertinggi di dunia tersebut.
“Tidak bisa saya bayangkan bisa sampai ke tempat yang dulu bahkan dibayangkan saja tidak berani," ucap Hammer, Senin (20/4/2026) malam, seperti dalam keterangan yang diterima redaksi.
Ia menyebut, keputusannya datang ke kawasan Annapurna bukan karena merasa kuat, melainkan untuk menguji batas dirinya di alam bebas.
"Perjalanan ini tidak mudah dingin, oksigen tipis, dan kondisi sering tidak bersahabat. Tapi di situ letak nilainya," ucap Hammer.
Selain itu, ia berharap dapat kembali dengan selamat ke kampung halamannya di Enrekang.
"Saya tidak membawa ambisi besar selain pulang dengan selamat dan belajar sesuatu. Kalau ada yang bisa diambil, semoga perjalanan ini menunjukkan bahwa kita tidak harus menunggu siap untuk melangkah kadang justru di perjalanan kita belajar jadi siap," ucap Hammer.
Aksi tersebut dilakukan di ketinggian 4.130 meter di atas permukaan laut (mdpl), sebagai bagian dari ekspedisi yang telah dimulai sejak 14 April 2026.
Nur Rahmat, yang akrab disapa Hammer, mengaku tidak pernah membayangkan dapat menginjakkan kaki di pegunungan tertinggi di dunia tersebut.
“Tidak bisa saya bayangkan bisa sampai ke tempat yang dulu bahkan dibayangkan saja tidak berani," ucap Hammer, Senin (20/4/2026) malam, seperti dalam keterangan yang diterima redaksi.
Ia menyebut, keputusannya datang ke kawasan Annapurna bukan karena merasa kuat, melainkan untuk menguji batas dirinya di alam bebas.
"Perjalanan ini tidak mudah dingin, oksigen tipis, dan kondisi sering tidak bersahabat. Tapi di situ letak nilainya," ucap Hammer.
Selain itu, ia berharap dapat kembali dengan selamat ke kampung halamannya di Enrekang.
"Saya tidak membawa ambisi besar selain pulang dengan selamat dan belajar sesuatu. Kalau ada yang bisa diambil, semoga perjalanan ini menunjukkan bahwa kita tidak harus menunggu siap untuk melangkah kadang justru di perjalanan kita belajar jadi siap," ucap Hammer.
(MAN)
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dinilai Keliru, Kemendagri Diminta Evaluasi Hak Angket DPRD Gowa
2
1 Muharram: Jangan Ganti Kalender Kalau Mentalitas Masih Sama
3
Kinerja Positif Pelindo Regional 4 : Trafik Penumpang, Peti Kemas & Kapal Naik
4
35 Pengurus PPP Sulsel Segera Dilantik, Hadirkan Konsep Sinematografi dan Teknologi AI
5
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Bupati Gowa Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dinilai Keliru, Kemendagri Diminta Evaluasi Hak Angket DPRD Gowa
2
1 Muharram: Jangan Ganti Kalender Kalau Mentalitas Masih Sama
3
Kinerja Positif Pelindo Regional 4 : Trafik Penumpang, Peti Kemas & Kapal Naik
4
35 Pengurus PPP Sulsel Segera Dilantik, Hadirkan Konsep Sinematografi dan Teknologi AI
5
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Bupati Gowa Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan