Tim Katisator Kemitraan Berdikari Sulbar Gelar Diseminasi Penelitian di Mamuju
Minggu, 18 Mei 2025 18:35
Suasana kegiatan Tim Katisator Kemitraan Berdikari Wilayah Sulbar di Desa Orobatu, Kabupaten Mamuju, Sulbar. Foto: Istimewa
MAMUJU - Tim Katisator Kemitraan Berdikari Wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar kegiatan diseminasi hasil penelitian strategis mereka, di Water Park Desa Orobatu, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Minggu (18/5/2025).
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya memberdayakan masyarakat pesisir melalui riset dan inovasi berbasis potensi lokal, khususnya sektor perikanan tangkap dan pengolahan hasil laut.
Penelitian ini turut menggandeng SMK Negeri 1 Rangas sebagai mitra pendidikan vokasi lokal di Kabupaten Mamuju. Dalam diseminasi yang dilaksanakan pada Tim Katisator Kemitraan Berdikari Sulbar mempresentasikan hasil riset mereka.
Dengan tema "Peningkatan Kualitas Tangkapan melalui Inovasi Solar Cell Freezer Box Terapung dan Pengolahan Produk Perikanan Berkelanjutan untuk Kelompok Nelayan Pesisir Desa Orobatu”. Penelitian ini telah menghasilkan sejumlah inovasi nyata.
Antara lain sistem panel surya untuk operasional freezer box terapung di perahu nelayan, panel surya untuk exhaust pengasapan ikan dan freezer box darat dan rumah asap ikan portabel sebagai solusi pengolahan hasil tangkap berkualitas.
Ketua Tim Katisator Kemitraan Berdikari Sulbar, Dewi Andriani, menegaskan pentingnya keberlanjutan riset dan kolaborasi antar lembaga pendidikan vokasi dan masyarakat.
“Kami ingin inovasi ini tidak berhenti di laboratorium. Ini adalah bagian dari ikhtiar nyata agar masyarakat pesisir Desa Orobatu memiliki alat dan metode baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan mereka,” ujarnya dalam sambutan.
Sementara itu, Kepala Desa Orobatu, Maslim, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengungkapkan, dengan program ini diharapkan bisa membantu warga lokal.
“Kami merasa sangat terbantu. Inovasi seperti freezer apung dan rumah asap ikan ini sangat relevan dengan kebutuhan kami sebagai desa pesisir. Kami optimis bahwa produk olahan seperti ikan asap aroma dan bau nirubu-rubu ikan asap akan menjadi ikon oleh-oleh dari Orobatu," harapnya.
Selain itu, tim ahli pengolahan hasil perikanan, Muhammad Edy Hidayat menuturkan bahwa olahan ikan asap ini akan dijadikan bahan baku utama untuk produk kuliner lokal Bau Nirubu-Rubu, sebutan lokal untuk bajabu ikan asap, yang resmi diluncurkan pada hari itu juga.
“Kami pastikan proses pengasapan dan pengolahan sesuai dengan standar keamanan pangan. Produk ini tidak hanya nikmat, tapi juga sehat dan layak untuk dijadikan oleh-oleh khas Sulawesi Barat,” tutur Muhammad Edy Hidayat dari Politeknik Bosowa.
Kepala SMK Negeri 1 Rangas, Mahmud membeberkan bahwa kehadiran program penelitian ini sangat bermanfaat bagi siswa dan guru di masa yang akan datang.
“Kami terlibat langsung dalam kegiatan ini. Siswa kami belajar dari para ahli dan praktik langsung di lapangan. Ini adalah pengalaman yang luar biasa,” ujarnya dengan antusias.
Tak ketinggalan, perwakilan dari Bada Usaha Milik Desa (BUMdes) Mandiri Orobatu juga memberikan tanggapan positif terkait program ini. Mereka menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan dan pemasaran produk-produk hasil inovasi ini ke tingkat yang lebih luas.
“Kami ingin menjadi ujung tombak pemasaran produk olahan ikan Desa Orobatu, dan kami siap berkolaborasi lebih jauh,” kata salah satu pengurus BUMDes.
Dalam sesi diskusi terbuka, tim peneliti yang dipimpin oleh Umar Muhammad (energi terbarukan), Alang Sunding (rekayasa manufaktur), dan Rahmaniar (teknologi pangan), menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada pengembangan alat.
Serta kedepannya fokus akan diarahkan pada kajian rumah pengasapan ikan portabel generasi kedua dan sistem kelistrikan hemat energi berbasis solar sel yang lebih efisien, baik untuk operasional di darat maupun di laut.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari semangat vokasi untuk Indonesia, di mana riset bukan hanya tentang publikasi, tetapi tentang perubahan sosial yang berkelanjutan.
Desa Orobatu hari ini tidak lagi hanya menjadi titik koordinat di peta, melainkan simpul inovasi, kolaborasi dan harapan baru bagi masyarakat pesisir Sulawesi Barat.
Diketahui, program ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Republik Indonesia ini dijalankan oleh konsorsium perguruan tinggi vokasi yang diketuai oleh Politeknik Bosowa, beranggotakan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Politeknik Dewantara, Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Politeknik Indonesia.
Kolaborasi erat antara akademisi dan masyarakat lokal tampak jelas pada sesi demonstrasi rumah asap ikan portabel dipimpin oleh Alang Sunding dari Politeknik Bosowa dan Baso Amir dari Politeknik Dewantara.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya memberdayakan masyarakat pesisir melalui riset dan inovasi berbasis potensi lokal, khususnya sektor perikanan tangkap dan pengolahan hasil laut.
Penelitian ini turut menggandeng SMK Negeri 1 Rangas sebagai mitra pendidikan vokasi lokal di Kabupaten Mamuju. Dalam diseminasi yang dilaksanakan pada Tim Katisator Kemitraan Berdikari Sulbar mempresentasikan hasil riset mereka.
Dengan tema "Peningkatan Kualitas Tangkapan melalui Inovasi Solar Cell Freezer Box Terapung dan Pengolahan Produk Perikanan Berkelanjutan untuk Kelompok Nelayan Pesisir Desa Orobatu”. Penelitian ini telah menghasilkan sejumlah inovasi nyata.
Antara lain sistem panel surya untuk operasional freezer box terapung di perahu nelayan, panel surya untuk exhaust pengasapan ikan dan freezer box darat dan rumah asap ikan portabel sebagai solusi pengolahan hasil tangkap berkualitas.
Ketua Tim Katisator Kemitraan Berdikari Sulbar, Dewi Andriani, menegaskan pentingnya keberlanjutan riset dan kolaborasi antar lembaga pendidikan vokasi dan masyarakat.
“Kami ingin inovasi ini tidak berhenti di laboratorium. Ini adalah bagian dari ikhtiar nyata agar masyarakat pesisir Desa Orobatu memiliki alat dan metode baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan mereka,” ujarnya dalam sambutan.
Sementara itu, Kepala Desa Orobatu, Maslim, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengungkapkan, dengan program ini diharapkan bisa membantu warga lokal.
“Kami merasa sangat terbantu. Inovasi seperti freezer apung dan rumah asap ikan ini sangat relevan dengan kebutuhan kami sebagai desa pesisir. Kami optimis bahwa produk olahan seperti ikan asap aroma dan bau nirubu-rubu ikan asap akan menjadi ikon oleh-oleh dari Orobatu," harapnya.
Selain itu, tim ahli pengolahan hasil perikanan, Muhammad Edy Hidayat menuturkan bahwa olahan ikan asap ini akan dijadikan bahan baku utama untuk produk kuliner lokal Bau Nirubu-Rubu, sebutan lokal untuk bajabu ikan asap, yang resmi diluncurkan pada hari itu juga.
“Kami pastikan proses pengasapan dan pengolahan sesuai dengan standar keamanan pangan. Produk ini tidak hanya nikmat, tapi juga sehat dan layak untuk dijadikan oleh-oleh khas Sulawesi Barat,” tutur Muhammad Edy Hidayat dari Politeknik Bosowa.
Kepala SMK Negeri 1 Rangas, Mahmud membeberkan bahwa kehadiran program penelitian ini sangat bermanfaat bagi siswa dan guru di masa yang akan datang.
“Kami terlibat langsung dalam kegiatan ini. Siswa kami belajar dari para ahli dan praktik langsung di lapangan. Ini adalah pengalaman yang luar biasa,” ujarnya dengan antusias.
Tak ketinggalan, perwakilan dari Bada Usaha Milik Desa (BUMdes) Mandiri Orobatu juga memberikan tanggapan positif terkait program ini. Mereka menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan dan pemasaran produk-produk hasil inovasi ini ke tingkat yang lebih luas.
“Kami ingin menjadi ujung tombak pemasaran produk olahan ikan Desa Orobatu, dan kami siap berkolaborasi lebih jauh,” kata salah satu pengurus BUMDes.
Dalam sesi diskusi terbuka, tim peneliti yang dipimpin oleh Umar Muhammad (energi terbarukan), Alang Sunding (rekayasa manufaktur), dan Rahmaniar (teknologi pangan), menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada pengembangan alat.
Serta kedepannya fokus akan diarahkan pada kajian rumah pengasapan ikan portabel generasi kedua dan sistem kelistrikan hemat energi berbasis solar sel yang lebih efisien, baik untuk operasional di darat maupun di laut.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari semangat vokasi untuk Indonesia, di mana riset bukan hanya tentang publikasi, tetapi tentang perubahan sosial yang berkelanjutan.
Desa Orobatu hari ini tidak lagi hanya menjadi titik koordinat di peta, melainkan simpul inovasi, kolaborasi dan harapan baru bagi masyarakat pesisir Sulawesi Barat.
Diketahui, program ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Republik Indonesia ini dijalankan oleh konsorsium perguruan tinggi vokasi yang diketuai oleh Politeknik Bosowa, beranggotakan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Politeknik Dewantara, Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Politeknik Indonesia.
Kolaborasi erat antara akademisi dan masyarakat lokal tampak jelas pada sesi demonstrasi rumah asap ikan portabel dipimpin oleh Alang Sunding dari Politeknik Bosowa dan Baso Amir dari Politeknik Dewantara.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
7 Mahasiswa Polipangkep Raih Juara Nasional pada SCC Polinela 2026
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) dalam ajang Student Competency Competition (SCC) 2026.
Jum'at, 18 Sep 2026 16:52
Sulsel
Polipangkep Dorong Hilirisasi Pewarna Alami Berbasis Limbah
Limbah pertanian seperti sabut kelapa dikembangkan menjadi bahan baku pewarna alami untuk produk wastra. Inovasi tersebut dikembangkan Tim Riset Bestari Saintek Polipangkep melalui produk bernama Cocodye.
Selasa, 15 Sep 2026 18:54
News
Lembaga Sinergi Desa Indonesia Dorong Audit Anggaran Pembangunan Gedung Mesin PNUP
Lembaga Sinergi Desa Indonesia mendorong audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran pembangunan Gedung Mesin Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Sabtu, 05 Sep 2026 12:44
News
Prodi Perhotelan Politeknik Bosowa Gelar Green Hospitality and Gastronomy Competition 2026
Program Studi Perhotelan Politeknik Bosowa menggelar ajang Green Hospitality and Gastronomy Competition 2026 di Gedung Lestari 45, Kota Makassar.
Jum'at, 04 Sep 2026 19:28
Makassar City
Prodi Perhotelan Politeknik Bosowa Salurkan Donasi untuk Korban Kebakaran Baraya
Program Studi Perhotelan Politeknik Bosowa melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui aksi charity bagi warga terdampak kebakaran di Kelurahan Baraya.
Minggu, 30 Agu 2026 18:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Toyota Hadirkan bZ4X Touring dan Land Cruiser Hybrid di GIIAS Makassar
2
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
3
Inovasi GIZI, GO! Antarkan Puskesmas Patimpeng Raih Juara Nasional
4
BYD Perkenalkan Inovasi Mobil Listrik di GIIAS Makassar, dari M6 hingga Denza
5
GIIAS Makassar 2026 Resmi Dimulai, Pengunjung Bisa Jajal Inovasi Otomotif Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Toyota Hadirkan bZ4X Touring dan Land Cruiser Hybrid di GIIAS Makassar
2
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
3
Inovasi GIZI, GO! Antarkan Puskesmas Patimpeng Raih Juara Nasional
4
BYD Perkenalkan Inovasi Mobil Listrik di GIIAS Makassar, dari M6 hingga Denza
5
GIIAS Makassar 2026 Resmi Dimulai, Pengunjung Bisa Jajal Inovasi Otomotif Terbaru