Pj Gubernur Sulbar Evaluasi TPHD Agar Lebih Efektif dan Efisien
Rabu, 03 Mei 2023 15:50
Pj Gubernur Sulbar, Akmal Malik. Foto: Istimewa
MAMUJU - Sebanyak 12 orang Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) dari Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) akan berangkat menuju Tanah Suci untuk musim Haji 2023.
Tugas para pendamping ini terbagi atas bidang pembimbing jemaah, bidang kesehatan, bidang perlindungan jemaah, bidang akomodasi, transportasi dan media center haji.
Ke-12 TPHD Sulbar tersebut adalah kuota dari Kementerian Agama (Kemenag), tapi biayanya dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) provinsi dan kabupaten.
Pj Gubernur Sulbar, Akmal Malik bersyukur Kemenag memberi kuota yang banyak, sampai 12 TPHD untuk Sulbar. Namun, menurut Akmal harus rasional dalam rekruitmen dan pembagiannya, mengingat Sulbar memiliki APBD kecil, hanya Rp2 triliun. Berbeda dengan provinsi lain di Indonesia.
"Sementara kita ini sedang fokus pada penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem yang masih tinggi di Sulbar," ujar Akmal, Selasa (2/5/2023).
Sehingga, Akmal Malik menilai perlu dievaluasi pembiayaan untuk pemberangkatan TPHD Sulbar sebanyak 12 orang, mengingat mereka semua dibebankan pada APBD.
"Sulbar yang cuma enam kabupaten dengan APBD Rp2 triliun harus membiayai Rp150 juta per orang itu (12 tim TPHD), ini sangat tidak proporsional," ujar Ditjen Otda itu.
Namun, jika hal itu dibagi pembiayaannya secara bersama dengan kabupaten akan lebih efektif, harus proporsional antara provinsi dan kabupaten. Sehingga, dipandang perlu merevisi jumlah tim TPHD, khususnya yang akan dibebankan pada APBD provinsi yang akan berangkat ke Tanah Suci.
Akmal mencontohkan, Provinsi Maluku APBD hingga Rp3 triliun namun hanya memberangkatkan lima orang tim TPHD. Papua Barat dengan APBD lebih besar hanya berangkatkan 2 orang. Lalu Maluku Utara dengan penduduk mayoritas muslim dan APBD hampir Rp4,5 triliun cuma mengirim sembilan orang tim TPHD.
"Masa Sulbar mau sampai 12 orang yang dibiayai dengan APBD, ini terlalu banyak," katanya lagi.
Untuk tahun 2023, kuota calon jemaah haji Sulbar 1.454 orang dari enam kabupaten se-Sulbar. Kuota haji Sulbar tersebut juga termasuk untuk Tim Petugas Haji Daerah (TPHD) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Calon jemaah haji Sulbar sebanyak 1.453 orang terdiri dari calon jemaah haji asal Kabupaten Mamuju sebanyak 261 orang, calon jemaah haji Mamuju Tengah 183 orang, calon jemaah haji Pasangkayu 151 orang, calon jemaah haji Majene 241 orang dan calon jemaah haji Mamasa 102 orang, calon jemaah haji Polman 498 orang.
"Kita bersyukur atas kepercayaan Kementerian Agama mengalokasikan kuota TPID yang besar dibandingkan propinsi lain, namun kita juga harus realistis dengan tidak membebani APBD Sulbar yang sangat terbatas ini," katanya.
Oleh karena itu, dia mengajal semua pihak menjaga kepercayaan Kementerian Agama yang sudah mengalokasikan jumlah yang besar untuk TPID, khususnya dalam kondisi tingginya angka antrean untuk kesempatan menunaikan ibadah haji.
"Namun, saya ingatkan, jangan sampai ada yang menyalahgunakan kuota TPID ini untuk hal yang tidak sesuai dengan tujuannya," pungkas dia.
Tugas para pendamping ini terbagi atas bidang pembimbing jemaah, bidang kesehatan, bidang perlindungan jemaah, bidang akomodasi, transportasi dan media center haji.
Ke-12 TPHD Sulbar tersebut adalah kuota dari Kementerian Agama (Kemenag), tapi biayanya dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) provinsi dan kabupaten.
Pj Gubernur Sulbar, Akmal Malik bersyukur Kemenag memberi kuota yang banyak, sampai 12 TPHD untuk Sulbar. Namun, menurut Akmal harus rasional dalam rekruitmen dan pembagiannya, mengingat Sulbar memiliki APBD kecil, hanya Rp2 triliun. Berbeda dengan provinsi lain di Indonesia.
"Sementara kita ini sedang fokus pada penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem yang masih tinggi di Sulbar," ujar Akmal, Selasa (2/5/2023).
Sehingga, Akmal Malik menilai perlu dievaluasi pembiayaan untuk pemberangkatan TPHD Sulbar sebanyak 12 orang, mengingat mereka semua dibebankan pada APBD.
"Sulbar yang cuma enam kabupaten dengan APBD Rp2 triliun harus membiayai Rp150 juta per orang itu (12 tim TPHD), ini sangat tidak proporsional," ujar Ditjen Otda itu.
Namun, jika hal itu dibagi pembiayaannya secara bersama dengan kabupaten akan lebih efektif, harus proporsional antara provinsi dan kabupaten. Sehingga, dipandang perlu merevisi jumlah tim TPHD, khususnya yang akan dibebankan pada APBD provinsi yang akan berangkat ke Tanah Suci.
Akmal mencontohkan, Provinsi Maluku APBD hingga Rp3 triliun namun hanya memberangkatkan lima orang tim TPHD. Papua Barat dengan APBD lebih besar hanya berangkatkan 2 orang. Lalu Maluku Utara dengan penduduk mayoritas muslim dan APBD hampir Rp4,5 triliun cuma mengirim sembilan orang tim TPHD.
"Masa Sulbar mau sampai 12 orang yang dibiayai dengan APBD, ini terlalu banyak," katanya lagi.
Untuk tahun 2023, kuota calon jemaah haji Sulbar 1.454 orang dari enam kabupaten se-Sulbar. Kuota haji Sulbar tersebut juga termasuk untuk Tim Petugas Haji Daerah (TPHD) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Calon jemaah haji Sulbar sebanyak 1.453 orang terdiri dari calon jemaah haji asal Kabupaten Mamuju sebanyak 261 orang, calon jemaah haji Mamuju Tengah 183 orang, calon jemaah haji Pasangkayu 151 orang, calon jemaah haji Majene 241 orang dan calon jemaah haji Mamasa 102 orang, calon jemaah haji Polman 498 orang.
"Kita bersyukur atas kepercayaan Kementerian Agama mengalokasikan kuota TPID yang besar dibandingkan propinsi lain, namun kita juga harus realistis dengan tidak membebani APBD Sulbar yang sangat terbatas ini," katanya.
Oleh karena itu, dia mengajal semua pihak menjaga kepercayaan Kementerian Agama yang sudah mengalokasikan jumlah yang besar untuk TPID, khususnya dalam kondisi tingginya angka antrean untuk kesempatan menunaikan ibadah haji.
"Namun, saya ingatkan, jangan sampai ada yang menyalahgunakan kuota TPID ini untuk hal yang tidak sesuai dengan tujuannya," pungkas dia.
(MAN)
Berita Terkait
News
Mediasi Alot, Jemaah Desak Biro Perjalanan JF Kembalikan Sisa Dana Rp80 Juta
Persoalan pengembalian dana calon jemaah dalam kasus dugaan penipuan dan pembatalan keberangkatan haji 2026 yang melibatkan biro perjalanan JF belum menemui titik penyelesaian.
Selasa, 11 Agu 2026 17:51
Sulsel
Kuota Haji Kabupaten Maros 2027 Berkurang 165 Orang
Sebelumnya, di tahun 2026 ini, kuota haji Kabupaten Maros mencapai 628 orang. Sementara tahun 2027 mendatang kuota haji hanya sekitar 463. Jumlah tersebut berkurang 165 orang.
Rabu, 15 Jul 2026 15:27
News
Kuota Haji 2027 Kabupaten Maros Capai 453 Orang, Baru 90% yang Melapor
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Maros mulai mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 H/2027 M mendatang.
Selasa, 14 Jul 2026 16:14
News
Pertamina Sulawesi Tuntaskan Satgas Haji 2026, Salurkan 4.204 KL Avtur Tanpa Insiden
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui AFT Hasanuddin menuntaskan pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Hajj Flight 2026 yang berlangsung pada 2 April–2 Juli 2026.
Jum'at, 10 Jul 2026 17:36
News
Maros Kembali Raih Penghargaan Pembinaan Haji Terbaik Sulsel
Maros ditetapkan sebagai Pembinaan Haji Terbaik Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada Musim Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Rabu, 01 Jul 2026 18:05
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bright Gas Jadi Alternatif Energi Pompa Irigasi Petani Gowa
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
4
Sambut Kemerdekaan RI, SELMA Tebar Promo Diskon hingga 60 Persen
5
Pemkab dan DPRD Bantaeng Sepakati KUA-PPAS 2027
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bright Gas Jadi Alternatif Energi Pompa Irigasi Petani Gowa
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
4
Sambut Kemerdekaan RI, SELMA Tebar Promo Diskon hingga 60 Persen
5
Pemkab dan DPRD Bantaeng Sepakati KUA-PPAS 2027