Bagi Pelanggan IndiHome! Waspadai Modus Penipuan Berkedok Layanan Customer Service
Kamis, 12 Jan 2023 21:10
Manajemen Telkom mengimbau pelanggan IndiHome untuk selalu mewaspadai modus penipuan berkedok layanan customer service. Foto/Dok IndiHome
JAKARTA - Penggunaan internet dan layanan telekomunikasi yang sangat masif berimplikasi terhadap potensi terjadinya tindak kejahatan siber. Salah satunya adalah modus penipuan.
Hal ini tentu dialami oleh PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) alias Telkom, khususnya pada produk layanan digitalnya yakni IndiHome. Semakin maraknya penipuan dengan berkedok layanan customer service, Telkom dan IndiHome mengajak masyarakat, terutama subscribers IndiHome untuk selalu waspada.
“IndiHome mengimbau kepada pelanggan dan seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai macam modus penipuan yang mengatasnamakan Telkom. Modus yang marak terjadi saat ini adalah permintaan untuk melakukan transaksi sejumlah uang melalui nomor rekening pribadi untuk membuka blokir atau tagihan yang menunggak," ujar VP Marketing Management Telkom, E. Kurniawan, dalam keterangan pers kepada SINDO Makassar, Kamis (12/1/2023).
Tindak penipuan kepada korban ditengarai menggunakan calling machine, yang secara otomatis langsung mengarahkan pelanggan untuk berbicara kepada customer service palsu dengan menekan angka 9 atau 1 di telepon. Kemudian pelaku akan menyampaikan bahwa nomor pelanggan telah disalahgunakan sehingga adanya tunggakan yang harus diselesaikan dan akan diteruskan kepada pihak yang berwenang.
Modus penipuan yang dilakukan kerap kali berujung pada pemindahan sejumlah uang pelanggan kepada pelaku penipuan. Untuk itu, sebagai tindak preventif pelanggan diharapkan untuk senantiasa menjaga kerahasiaan data pribadi yang dimiliki yakni, nomor KTP, OTP, dan nomor rekening tabungan.
Selain itu, pelanggan diharapkan untuk tidak melakukan kegiatan transaksi apapun yang ditujukan ke nomor rekening pribadi maupun menanggapi telepon yang mengatasnamakan Telkom yang diterima dari nomor personal tidak dikenal.
“Semua tagihan dan proses transaksi dengan pelanggan hanya menggunakan kanal resmi dari Telkom. Jika pihak kami harus menghubungi pelanggan melalui sambungan telepon tidak akan bertanya terkait data penting pelanggan. Pelanggan bisa mengkonfirmasi informasi tersebut ke kanal resmi kami di media sosial indihomecare, contact center 147, maupun Grapari TelkomGroup terdekat," jelas Kurniawan.
Langkah terakhir untuk menghindari tindak penipuan, ia menyebut pelanggan IndiHome maupun Telkom dapat mengkonfirmasi informasi yang didapat dengan menghubungi kanal resmi IndiHome atau secara langsung datang ke Grapari TelkomGroup terdekat.
Ia menyebut untuk memastikan melakukan pembayaran tagihan Telkom secara langsung melalui kanal pembayaran resmi yang sudah diinformasikan dan tidak melalui nomor rekening tujuan berupa nama perseorangan atau pribadi. Pelanggan pun akan selalu menerima informasi laporan tagihan lengkap setiap bulan yang dikirim oleh Telkom ke email pribadi pelanggan.
Hal ini tentu dialami oleh PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) alias Telkom, khususnya pada produk layanan digitalnya yakni IndiHome. Semakin maraknya penipuan dengan berkedok layanan customer service, Telkom dan IndiHome mengajak masyarakat, terutama subscribers IndiHome untuk selalu waspada.
“IndiHome mengimbau kepada pelanggan dan seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai macam modus penipuan yang mengatasnamakan Telkom. Modus yang marak terjadi saat ini adalah permintaan untuk melakukan transaksi sejumlah uang melalui nomor rekening pribadi untuk membuka blokir atau tagihan yang menunggak," ujar VP Marketing Management Telkom, E. Kurniawan, dalam keterangan pers kepada SINDO Makassar, Kamis (12/1/2023).
Tindak penipuan kepada korban ditengarai menggunakan calling machine, yang secara otomatis langsung mengarahkan pelanggan untuk berbicara kepada customer service palsu dengan menekan angka 9 atau 1 di telepon. Kemudian pelaku akan menyampaikan bahwa nomor pelanggan telah disalahgunakan sehingga adanya tunggakan yang harus diselesaikan dan akan diteruskan kepada pihak yang berwenang.
Modus penipuan yang dilakukan kerap kali berujung pada pemindahan sejumlah uang pelanggan kepada pelaku penipuan. Untuk itu, sebagai tindak preventif pelanggan diharapkan untuk senantiasa menjaga kerahasiaan data pribadi yang dimiliki yakni, nomor KTP, OTP, dan nomor rekening tabungan.
Selain itu, pelanggan diharapkan untuk tidak melakukan kegiatan transaksi apapun yang ditujukan ke nomor rekening pribadi maupun menanggapi telepon yang mengatasnamakan Telkom yang diterima dari nomor personal tidak dikenal.
“Semua tagihan dan proses transaksi dengan pelanggan hanya menggunakan kanal resmi dari Telkom. Jika pihak kami harus menghubungi pelanggan melalui sambungan telepon tidak akan bertanya terkait data penting pelanggan. Pelanggan bisa mengkonfirmasi informasi tersebut ke kanal resmi kami di media sosial indihomecare, contact center 147, maupun Grapari TelkomGroup terdekat," jelas Kurniawan.
Langkah terakhir untuk menghindari tindak penipuan, ia menyebut pelanggan IndiHome maupun Telkom dapat mengkonfirmasi informasi yang didapat dengan menghubungi kanal resmi IndiHome atau secara langsung datang ke Grapari TelkomGroup terdekat.
Ia menyebut untuk memastikan melakukan pembayaran tagihan Telkom secara langsung melalui kanal pembayaran resmi yang sudah diinformasikan dan tidak melalui nomor rekening tujuan berupa nama perseorangan atau pribadi. Pelanggan pun akan selalu menerima informasi laporan tagihan lengkap setiap bulan yang dikirim oleh Telkom ke email pribadi pelanggan.
(RPL)
Berita Terkait
Ekbis
RUPST Telkom: Dividen Jumbo Disetujui, Jajaran Direksi Dipertahankan
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun kepada pemegang saham. Keputusan itu disetujui dalam RUPST.
Selasa, 09 Jun 2026 16:52
Ekbis
RUPST Tahun Buku 2025: Telkom Tebar Dividen Rp21,9 Triliun
Telkom membagikan dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun kepada pemegang saham berdasarkan hasil RUPST Tahun Buku 2025 yang digelar secara daring, Senin (8/6).
Selasa, 09 Jun 2026 10:19
Ekbis
Kinerja Solid di Awal 2026, Pendapatan Telkom Tumbuh Jadi Rp37,2 Triliun
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang tetap solid di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sabtu, 30 Mei 2026 10:01
Ekbis
Telkom Bukukan Pendapatan Rp146,7 Triliun, Perkuat Fondasi Bisnis Digital
Sepanjang 2025, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun. Dari angka tersebut, perseroan mencatat net income Rp17,8 triliun.
Selasa, 12 Mei 2026 12:01
News
Community Gateway Wamena Hadir, TelkomGroup Dorong Akses Digital Papua Pegunungan
Community Gateway Wamena berfungsi sebagai pusat distribusi utama konektivitas satelit di wilayah Papua Pegunungan.
Senin, 11 Mei 2026 17:12
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PLN Icon Plus Bidik Perluasan Pelanggan Iconnet Lewat Semesta Berpesta di Makassar
2
Usung Fitur Lebih Lengkap, Hyundai Gowa Perkenalkan New CRETA di Makassar
3
Kasus Islamic Center Malili Dinilai Jalan di Tempat, Aktivis Desak Aparat Tuntaskan Penyelidikan
4
New Honda BeAT Makin Stylish, AHM Tambah Warna & Desain Baru
5
Pertamina Dukung Pengawasan Ketat BBM Subsidi di SPBU Parepare
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PLN Icon Plus Bidik Perluasan Pelanggan Iconnet Lewat Semesta Berpesta di Makassar
2
Usung Fitur Lebih Lengkap, Hyundai Gowa Perkenalkan New CRETA di Makassar
3
Kasus Islamic Center Malili Dinilai Jalan di Tempat, Aktivis Desak Aparat Tuntaskan Penyelidikan
4
New Honda BeAT Makin Stylish, AHM Tambah Warna & Desain Baru
5
Pertamina Dukung Pengawasan Ketat BBM Subsidi di SPBU Parepare