Lepas 2.550 Mahasiswa KKN, Rektor UIN Alauddin Titip 3 Pesan
Minggu, 28 Jul 2024 15:32
Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis memberi pengarahan kepada mahasiswa KKN angkatan 75, Jumat 26 Juli. Foto: Istimewa
GOWA - Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis melepas 2.550 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 75. Pelepasan berlangsung di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Jumat 26 Juli 2024.
Prof Hamdan Juhannis dalam sambutannya menegaskan pentingnya KKN sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Sesungguhnya KKN itu kita kuliah, kita kerja, dan harus nyata. KKN bukan maya, tolong diingat itu,” ujar Prof Hamdan dalam siaran pers yang diterima, kemarin.
Dia juga mengingatkan agar mahasiswa membawa hasil positif dari masyarakat setempat.
Prof. Hamdan juga memberikan tiga pesan penting kepada para peserta KKN. Pertama, membedakan antara kuliah dan kehidupan nyata.
“Dalam kuliah, kalian diberi pelajaran dan bahan ujian, sedangkan dalam kehidupan, kalian justru diberi ujian dan bahan pelajaran. Itulah perbedaan antara kuliah dan kehidupan,” jelasnya.
Kedua, pentingnya komunikasi dan kolaborasi selama KKN. Sebab di lokasi penempatan, mahasiswa diuji untuk membangun makna kolaborasi.
Terakhir mahasiswa harus memahami apa yang mereka kerjakan dan mengerjakan apa yang mereka pahami.
Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar Dr Rosmini Amin, M.Th.I menyatakan bahwa tidak semua mahasiswa yang mendaftar berhasil lulus pembekalan.
Oleh karena itu, pelepasan kali ini merupakan yang pertama dilakukan di auditorium, berbeda dengan pelepasan sebelumnya yang dilakukan di dekat bus masing-masing.
Ia juga mengatakan, pihaknya telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan 24 instansi di 8 kabupaten di Sulsel untuk memastikan program pengabdian UIN Alauddin angkatan 75 dapat berkolaborasi dengan pemerintah setempat.
Salah satu fokus utama adalah menyinergikan program pemerintah dengan bantuan data dari Dinas PMD dan Kesbangpol terkait program moderasi beragama.
Dr. Rosmini menekankan bahwa KKN bukan untuk menciptakan program baru, melainkan untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah yang sudah ada.
Kepala Pusat PPM, Dr. Saleh Ridwan menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Angkatan 75 akan dimulai pada 29 Juli hingga 11 September 2024.
Dari total 2.550 peserta, 1.923 di antaranya adalah perempuan. Mahasiswa berasal dari berbagai fakultas dengan rincian Fakultas Adab 203 orang; Sains dan Teknologi 209 orang; Fakultas Kedokteran 283 orang; Fakultas Syariah 240 orang; Fakultas Ushuluddin 289 orang; Fakultas Ekonomi 391 orang; Fakultas Dakwah 411 orang; dan Fakultas Tarbiah 511 orang.
Lokasi KKN tersebar di 8 kabupaten, meliputi 24 kecamatan, 72 kelurahan, dan 210 desa, dengan total posko sebanyak 82.
Selain itu, KKN kali ini juga mencakup program KKN nasional yang melibatkan 297 mahasiswa di tiga daerah: Malang Batu, Bandung Jawa Barat, dan Labuan Bajo.
Ada juga KKN kolaborasi di Ternate dengan 3 mahasiswa yang diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan baik.
Prof Hamdan Juhannis dalam sambutannya menegaskan pentingnya KKN sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Sesungguhnya KKN itu kita kuliah, kita kerja, dan harus nyata. KKN bukan maya, tolong diingat itu,” ujar Prof Hamdan dalam siaran pers yang diterima, kemarin.
Dia juga mengingatkan agar mahasiswa membawa hasil positif dari masyarakat setempat.
Prof. Hamdan juga memberikan tiga pesan penting kepada para peserta KKN. Pertama, membedakan antara kuliah dan kehidupan nyata.
“Dalam kuliah, kalian diberi pelajaran dan bahan ujian, sedangkan dalam kehidupan, kalian justru diberi ujian dan bahan pelajaran. Itulah perbedaan antara kuliah dan kehidupan,” jelasnya.
Kedua, pentingnya komunikasi dan kolaborasi selama KKN. Sebab di lokasi penempatan, mahasiswa diuji untuk membangun makna kolaborasi.
Terakhir mahasiswa harus memahami apa yang mereka kerjakan dan mengerjakan apa yang mereka pahami.
Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar Dr Rosmini Amin, M.Th.I menyatakan bahwa tidak semua mahasiswa yang mendaftar berhasil lulus pembekalan.
Oleh karena itu, pelepasan kali ini merupakan yang pertama dilakukan di auditorium, berbeda dengan pelepasan sebelumnya yang dilakukan di dekat bus masing-masing.
Ia juga mengatakan, pihaknya telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan 24 instansi di 8 kabupaten di Sulsel untuk memastikan program pengabdian UIN Alauddin angkatan 75 dapat berkolaborasi dengan pemerintah setempat.
Salah satu fokus utama adalah menyinergikan program pemerintah dengan bantuan data dari Dinas PMD dan Kesbangpol terkait program moderasi beragama.
Dr. Rosmini menekankan bahwa KKN bukan untuk menciptakan program baru, melainkan untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah yang sudah ada.
Kepala Pusat PPM, Dr. Saleh Ridwan menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Angkatan 75 akan dimulai pada 29 Juli hingga 11 September 2024.
Dari total 2.550 peserta, 1.923 di antaranya adalah perempuan. Mahasiswa berasal dari berbagai fakultas dengan rincian Fakultas Adab 203 orang; Sains dan Teknologi 209 orang; Fakultas Kedokteran 283 orang; Fakultas Syariah 240 orang; Fakultas Ushuluddin 289 orang; Fakultas Ekonomi 391 orang; Fakultas Dakwah 411 orang; dan Fakultas Tarbiah 511 orang.
Lokasi KKN tersebar di 8 kabupaten, meliputi 24 kecamatan, 72 kelurahan, dan 210 desa, dengan total posko sebanyak 82.
Selain itu, KKN kali ini juga mencakup program KKN nasional yang melibatkan 297 mahasiswa di tiga daerah: Malang Batu, Bandung Jawa Barat, dan Labuan Bajo.
Ada juga KKN kolaborasi di Ternate dengan 3 mahasiswa yang diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan baik.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
UIN Alauddin Makassar Raih Opini WTP atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025
UIN Alauddin Makassar menerima dokumen final hasil audit atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 dari Kantor Akuntan Publik (KAP) dalam kegiatan Closing Meeting yang berlangsung di Ruang Rapat Rektor Lantai 3 Gedung Rektorat Kampus II UIN Alauddin Makassar, Gowa, Kamis (18/6/2026).
Rabu, 24 Jun 2026 15:23
Ekbis
Generasi Muda Didorong Melek Finansial untuk Hadapi Masa Depan
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 mahasiswa tersebut merupakan bagian dari sinergi OJK dan PAI dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat.
Sabtu, 20 Jun 2026 16:52
Sulsel
Menteri Agama Dorong RS UIN Alauddin Jadi Rumah Sakit Modern dan Inklusif
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., mengunjungi Rumah Sakit (RS) UIN Alauddin Makassar, Minggu (14/6/2026).
Selasa, 16 Jun 2026 15:59
News
Dirut BPJS Kesehatan Puji Fasilitas RS UIN Alauddin, Layak Layani Peserta JKN
Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar resmi menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan melalui kegiatan peluncuran kerja sama pelayanan yang digelar Jumat (22/5/2026).
Sabtu, 23 Mei 2026 07:46
Sulsel
Rektor UIN Alauddin Singgung Penyakit Intelektual di Pengukuhan 3 Guru Besar
UIN Alauddin Makassar mengukuhkan tiga guru besar dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung Auditorium UIN Alauddin Makassar Kampus II, Gowa, Senin (18/5/2026).
Senin, 18 Mei 2026 23:20
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kasus Islamic Center Malili Dinilai Jalan di Tempat, Aktivis Desak Aparat Tuntaskan Penyelidikan
2
Pertamina Dukung Pengawasan Ketat BBM Subsidi di SPBU Parepare
3
Antusiasme Tinggi, Pra Pekan Olahraga NIPAH 2026 Lampaui Target Peserta
4
Bengkel Binaan Yayasan AHM Catat Omzet Rp7,9 Miliar, Perkuat Ekonomi Daerah
5
GMTD Bekali Kader Posyandu, Dorong Layanan Kesehatan Berkualitas di Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kasus Islamic Center Malili Dinilai Jalan di Tempat, Aktivis Desak Aparat Tuntaskan Penyelidikan
2
Pertamina Dukung Pengawasan Ketat BBM Subsidi di SPBU Parepare
3
Antusiasme Tinggi, Pra Pekan Olahraga NIPAH 2026 Lampaui Target Peserta
4
Bengkel Binaan Yayasan AHM Catat Omzet Rp7,9 Miliar, Perkuat Ekonomi Daerah
5
GMTD Bekali Kader Posyandu, Dorong Layanan Kesehatan Berkualitas di Makassar