Penonaktifan Dirut PDAM Bantaeng Dipersoalkan, DPRD Dinilai Keliru
Minggu, 08 Feb 2026 16:34
Penonaktifan Direktur PDAM Bantaeng, Suwardi. Foto: Istimewa
BANTAENG - Penonaktifan Direktur PDAM Bantaeng, Suwardi oleh Bupati Bantaeng memicu pro dan kontra di tengah publik. Mantan Anggota DPRD Bantaeng empat periode, Muh Anas Hasan, turut menanggapi polemik tersebut.
Anas menyoroti rekomendasi DPRD Bantaeng yang menjadi dasar penonaktifan Suwardi. Ia menilai rekomendasi tersebut bermasalah secara hukum dan tidak layak dijadikan acuan kebijakan.
"Rekomendasi itu cacat hukum, tidak boleh dijadikan acuan untuk menonaktifkan direktur," kata Anas Hasan, Minggu 11-2-2026.
Menurut Anas, DPRD Bantaeng sebelumnya menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Ketua DPRD Budi Santoso bersama Pergerakan Aliansi Demokrasi Masyaarakat di ruang utama DPRD, Rabu (28/2/2026).
Dalam rapat tersebut, dewan mengundang dua kelompok yang memprotes Suwardi dan meminta Bupati Bantaeng mencopotnya, yakni Yudha Jaya bersama sejumlah aktivis serta puluhan karyawan PDAM.
Ia menilai forum tersebut tidak tepat disebut RDP karena tidak menghadirkan Direktur PDAM maupun pihak terkait lainnya.
“Itu bukan RDP karena tidak menghadirkan Direktur PDAM dan para pihak yang terkait,” paparnya.
Anas menjelaskan, RDP seharusnya menghadirkan seluruh pihak yang bersengketa agar argumentasi masing-masing dapat didengar secara berimbang.
“Perlu anda ketahui, RDP itu adalah rapat yang paling rendah tingkatannya di antara rapat-rapat DPRD dan harus menghadirkan kedua belah pihak,” jelasnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa rekomendasi yang ditujukan kepada pihak eksternal harus melalui rapat paripurna DPRD.
“Rekomendasi eksternal tidak gampang diterbitkan. Itu harus melalui rapat paripurna dewan,” urainya.
Anas juga menyoroti penggunaan istilah “dugaan” dalam dokumen rekomendasi.
“Dalam sebuah rekomendasi dewan, tidak boleh ada kata 'dugaan' atau disinyalir. Intinya, rekomendasi tanggal 28 Januari itu, sangat lemah,” tandasnya.
Ia berharap pimpinan DPRD Bantaeng ke depan lebih cermat dan bijak dalam menerbitkan rekomendasi, khususnya yang ditujukan kepada pihak eksternal agar tidak memicu polemik baru di masyarakat.
Anas menyoroti rekomendasi DPRD Bantaeng yang menjadi dasar penonaktifan Suwardi. Ia menilai rekomendasi tersebut bermasalah secara hukum dan tidak layak dijadikan acuan kebijakan.
"Rekomendasi itu cacat hukum, tidak boleh dijadikan acuan untuk menonaktifkan direktur," kata Anas Hasan, Minggu 11-2-2026.
Menurut Anas, DPRD Bantaeng sebelumnya menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Ketua DPRD Budi Santoso bersama Pergerakan Aliansi Demokrasi Masyaarakat di ruang utama DPRD, Rabu (28/2/2026).
Dalam rapat tersebut, dewan mengundang dua kelompok yang memprotes Suwardi dan meminta Bupati Bantaeng mencopotnya, yakni Yudha Jaya bersama sejumlah aktivis serta puluhan karyawan PDAM.
Ia menilai forum tersebut tidak tepat disebut RDP karena tidak menghadirkan Direktur PDAM maupun pihak terkait lainnya.
“Itu bukan RDP karena tidak menghadirkan Direktur PDAM dan para pihak yang terkait,” paparnya.
Anas menjelaskan, RDP seharusnya menghadirkan seluruh pihak yang bersengketa agar argumentasi masing-masing dapat didengar secara berimbang.
“Perlu anda ketahui, RDP itu adalah rapat yang paling rendah tingkatannya di antara rapat-rapat DPRD dan harus menghadirkan kedua belah pihak,” jelasnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa rekomendasi yang ditujukan kepada pihak eksternal harus melalui rapat paripurna DPRD.
“Rekomendasi eksternal tidak gampang diterbitkan. Itu harus melalui rapat paripurna dewan,” urainya.
Anas juga menyoroti penggunaan istilah “dugaan” dalam dokumen rekomendasi.
“Dalam sebuah rekomendasi dewan, tidak boleh ada kata 'dugaan' atau disinyalir. Intinya, rekomendasi tanggal 28 Januari itu, sangat lemah,” tandasnya.
Ia berharap pimpinan DPRD Bantaeng ke depan lebih cermat dan bijak dalam menerbitkan rekomendasi, khususnya yang ditujukan kepada pihak eksternal agar tidak memicu polemik baru di masyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Direktur PDAM Bantaeng Dinonaktifkan Sementara
Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzi Nurdin, menonaktifkan sementara Direktur PDAM Tirta Eremerasa, Suwardi, Selasa, 3 Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah adanya rekomendasi dari DPRD Bantaeng.
Rabu, 04 Feb 2026 15:47
Sulsel
DPRD dan Pemerintah Bantaeng Sepakati APBD 2026
DPRD Kabupaten Bantaeng resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, dalam Rapat Paripurna yang digelar Jumat malam, 28 November 2026.
Minggu, 30 Nov 2025 13:32
Sulsel
Pemkab Bantaeng Paparkan Prioritas APBD 2026 dalam Paripurna
DPRD Kabupaten Bantaeng menggelar rapat paripurna penyampaian pengantar nota keuangan atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Rabu, 26 Nov 2025 05:32
Sulsel
Sekda Bacakan Jawaban Eksekutif di Paripurna Penyusunan Perangkat Daerah
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, H. Abdul Wahab, membacakan jawaban eksekutif terhadap pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD terkait Ranperda Perubahan Kedua atas Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, dalam Rapat Paripurna DPRD.
Jum'at, 07 Nov 2025 14:10
Sulsel
Hadiri Raker DPRD, Bupati Bantaeng Minta Kawal Optimalisasi Pembangunan 2026
Apresiasi tersebut ia ungkapkan saat membuka Rapat Kerja (Raker) DPRD Bantaeng, di Hotel Golden Tulip, Kota Makassar, Sabtu 11 Oktober 2025.
Minggu, 12 Okt 2025 13:14
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Cetak Da’i Masa Depan, Ponpes Daarul Mu’minin As’adiyah Doping Sukses Gelar PKM 2026
2
Pendaki Asal Makassar Meninggal di Pos 4 Gunung Bulu Bialo Jeneponto
3
HUT ke-18 Tahun, Gerindra Sulsel Rayakan dengan Mengetuk Pintu Warga Tak Mampu di Karuwisi
4
IKA Smansa Makassar Gelar Raker, Target Bangun Sekretariat & Renovasi Masjid
5
Kemiskinan di Sulsel Turun Enam Tahun Terakhir, Ekonom: Program Pemerintah Tepat Sasaran
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Cetak Da’i Masa Depan, Ponpes Daarul Mu’minin As’adiyah Doping Sukses Gelar PKM 2026
2
Pendaki Asal Makassar Meninggal di Pos 4 Gunung Bulu Bialo Jeneponto
3
HUT ke-18 Tahun, Gerindra Sulsel Rayakan dengan Mengetuk Pintu Warga Tak Mampu di Karuwisi
4
IKA Smansa Makassar Gelar Raker, Target Bangun Sekretariat & Renovasi Masjid
5
Kemiskinan di Sulsel Turun Enam Tahun Terakhir, Ekonom: Program Pemerintah Tepat Sasaran