UIN Alauddin Makassar Kukuhkan 3 Guru Besar, Begini Pesan Rektor
Minggu, 15 Sep 2024 21:55

Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis bersama guru besar yang baru saja dikukuhkan. Foto: Istimewa
GOWA - UIN Alauddin Makassar memiliki tiga guru besar baru. Mereka yakni Prof Dr Erwin Hafid, Prof Dr Achmad Musyahid Idrus dan Prof Dr Abdul Rahman R.
Ketiganya dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa di Auditorium Kampus II UIN Alauddin, Kabupaten Gowa, Jumat 13 September. Rektor Prof Hamdan Juhannis memimpin langsung pengukuhan tersebut.
Prof Erwin Hafid merupakan guru besar Ilmu Hadis pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Prof Achmad Musyahid Idrus guru besar Ilmu Hukum Filsafat Islam pada Fakultas Syariah dan Hukum. Sementara Prof Abdul Rahman merupakan guru besar Ilmu Hadis Fakultas Adab dan Humaniora.
Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis mengulas isi orasi ilmiah ketiga profesor yang baru dikukuhkan tersebut. Dimulai dari Prof Erwin yang membahas Otoritas dan Autensitas Hadis Nabi: Sebuah Diskursus Kritis.
Prof Hamdan menjelaskan bahwa meskipun tema ini sudah sering dibahas, relevansinya tetap terasa hingga saat ini.
"Sebenarnya ini lawas sering dinyanyikan mirip-mirip lagu lawas, hadis itu tapi selalu relevan dengan kehidupan kita," jelas Prof Hamdan.
Pemahaman terhadap hadis, menurut Penulis Buku Melawan Takdir ini, sangat tergantung pada tradisi, wawasan, metode, dan kondisi geografis yang memengaruhi cara memahami ajaran agama.
"Hadis cara kita memhami dan meyakininya tergantung dari tradisi, wawasan, metode dan aspek geografis dimana kita hidup dan memahami ajaran agama itu dan bagaiam hadist itu sampai pada diri kita," paparnya.
Sementara itu, Prof Achmad Musyahid Idrus menyampaikan pidato dengan judul "Memahami Logika Kemaslahatan Pentaklifan Hukum Islam".
Menurut Prof Hamdan, pidato ini menekankan pentingnya "akal mustafat", yaitu kemampuan intelektual yang dapat melihat hal-hal tersembunyi dan diperlukan untuk menghasilkan logika hukum yang mendukung kemaslahatan.
"Pidato Prof Musyahid adalah kemampuan berakal yang khas. Jadi akal mustafat itu saya temukan istilah mungkin sesuatu yang given kemampuan melihat yang tersembunyi, kemampuan untuk mirads intelektual nah ini dibutuhkan melahirkan logika demi kemaslahatan produk hukum," jelasnya lagi.
Prof Abdul Rahman R membahas "Pengelolaan Sampah dan Keberkahan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Fikih".
Dalam ulasan Prof. Hamdan, pidato ini menggarisbawahi pentingnya peran agama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui perspektif fikih. Eks Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga ini juga menyampaikan pesan moral kepada para hadirin, terutama bagi mereka yang ingin mencapai gelar Profesor.
"Selalu keluar sari zona nyaman karena musuh utama dari pencapaian atau dari kesuksesan adalah zona nyaman. Yang belum professor tinggalkan zona nyaman itu urus administrasi terbitkan scopus jadilah Guru Besar," pungkasnya.
Ketiganya dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa di Auditorium Kampus II UIN Alauddin, Kabupaten Gowa, Jumat 13 September. Rektor Prof Hamdan Juhannis memimpin langsung pengukuhan tersebut.
Prof Erwin Hafid merupakan guru besar Ilmu Hadis pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Prof Achmad Musyahid Idrus guru besar Ilmu Hukum Filsafat Islam pada Fakultas Syariah dan Hukum. Sementara Prof Abdul Rahman merupakan guru besar Ilmu Hadis Fakultas Adab dan Humaniora.
Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis mengulas isi orasi ilmiah ketiga profesor yang baru dikukuhkan tersebut. Dimulai dari Prof Erwin yang membahas Otoritas dan Autensitas Hadis Nabi: Sebuah Diskursus Kritis.
Prof Hamdan menjelaskan bahwa meskipun tema ini sudah sering dibahas, relevansinya tetap terasa hingga saat ini.
"Sebenarnya ini lawas sering dinyanyikan mirip-mirip lagu lawas, hadis itu tapi selalu relevan dengan kehidupan kita," jelas Prof Hamdan.
Pemahaman terhadap hadis, menurut Penulis Buku Melawan Takdir ini, sangat tergantung pada tradisi, wawasan, metode, dan kondisi geografis yang memengaruhi cara memahami ajaran agama.
"Hadis cara kita memhami dan meyakininya tergantung dari tradisi, wawasan, metode dan aspek geografis dimana kita hidup dan memahami ajaran agama itu dan bagaiam hadist itu sampai pada diri kita," paparnya.
Sementara itu, Prof Achmad Musyahid Idrus menyampaikan pidato dengan judul "Memahami Logika Kemaslahatan Pentaklifan Hukum Islam".
Menurut Prof Hamdan, pidato ini menekankan pentingnya "akal mustafat", yaitu kemampuan intelektual yang dapat melihat hal-hal tersembunyi dan diperlukan untuk menghasilkan logika hukum yang mendukung kemaslahatan.
"Pidato Prof Musyahid adalah kemampuan berakal yang khas. Jadi akal mustafat itu saya temukan istilah mungkin sesuatu yang given kemampuan melihat yang tersembunyi, kemampuan untuk mirads intelektual nah ini dibutuhkan melahirkan logika demi kemaslahatan produk hukum," jelasnya lagi.
Prof Abdul Rahman R membahas "Pengelolaan Sampah dan Keberkahan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Fikih".
Dalam ulasan Prof. Hamdan, pidato ini menggarisbawahi pentingnya peran agama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui perspektif fikih. Eks Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga ini juga menyampaikan pesan moral kepada para hadirin, terutama bagi mereka yang ingin mencapai gelar Profesor.
"Selalu keluar sari zona nyaman karena musuh utama dari pencapaian atau dari kesuksesan adalah zona nyaman. Yang belum professor tinggalkan zona nyaman itu urus administrasi terbitkan scopus jadilah Guru Besar," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait

Makassar City
Dinkes Sulsel dan Makassar Visitasi Izin Operasional RS UIN Alauddin
Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar menerima visitasi dari Tim Ahli Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kesehatan Kota Makassar, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Makassar.
Rabu, 19 Feb 2025 13:24

Sulsel
Delegasi UIN Alauddin Sabet Juara dan Best Video Kompetisi LKTI Prisma
Delegasi UIN Alauddin Makassar yang berasal dari Lembaga Debat dan Riset Hukum (LDRH) berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Prisma 2025.
Selasa, 18 Feb 2025 17:32

Sulsel
Mahasiswa UIN Alauddin Jadi Wakil Sulsel di Aksi 2025
Bayu Andika Mulawarman, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar berhasil lolos audisi Aksi 2025.
Senin, 17 Feb 2025 16:22

Sulsel
Minimalisir DO, Rektor UIN Alauddin Ingatkan Dosen PA Proaktif ke Mahasiswa
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis menyoroti urgensi peran dosen Penasihat Akademik (PA) dalam mendampingi mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan karakter.
Jum'at, 14 Feb 2025 15:40

Sulsel
Zakat Profesi Dosen UPZ UIN Alauddin Bantu 27 Mahasiswa Kurang Mampu
UPZ UIN Alauddin Makassar kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap mahasiswa kurang mampu dengan menyalurkan bantuan pembayaran UKT bagi 27 mahasiswa pada semester genap ini.
Kamis, 13 Feb 2025 10:14
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Idrus Marham: Mentan Amran Sulaiman Paling Cocok jadi Nakhoda KKSS
2

Kebakaran di Pulau Barrang Lompo Hanguskan Satu Rumah Milik Warga
3

Ada Oknum Diduga Ingin Ambil Alih Yayasan Atma Jaya Makassar Secara Paksa
4

Kemenkum Sulsel Komitmen Beri Pelayanan Terbaik, Maksimalkan Survei Kepuasan Masyarakat
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Idrus Marham: Mentan Amran Sulaiman Paling Cocok jadi Nakhoda KKSS
2

Kebakaran di Pulau Barrang Lompo Hanguskan Satu Rumah Milik Warga
3

Ada Oknum Diduga Ingin Ambil Alih Yayasan Atma Jaya Makassar Secara Paksa
4

Kemenkum Sulsel Komitmen Beri Pelayanan Terbaik, Maksimalkan Survei Kepuasan Masyarakat