Situasi Tak Kondusif, Rekapitulasi Suara di Kelara Dipindah ke Gudang KPU Jeneponto
Minggu, 01 Des 2024 21:47
Proses pemindahan logistik Pilkada 2024 dari Kantor Camat Kelara ke Kantor KPU Kabupaten Jeneponto. Foto: SINDO Makassar/Sulaiman Nai
JENEPONTO - Proses rekapitulasi suara Pilkada 2024 di Kantor Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto akhirnya dipindahkan. Hal ini menyusul situasi di tempat semula yang tidak kondusif.
Proses rekapitulasi tersebut selanjutnya akan dilakukan di Gudang KPU Kabupaten Jeneponto di Jalan Lingkar. Proses pemindahan logistik pun langsung dilakukan oleh pihak terkait dikawal ketat personel TNI-Polri.
Terdapat 90 kotak suara yang dipindahkan. Terdiri atas 45 kotak suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto dan 45 kotak suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel dari 45 TPS. Logistik ini diangkut menggunakan mobil truk.
Pemindahan lokasi rekapitulasi ini dilakukan menyusul situasi di Kantor Camat Kelara yang semakin tidak kondusif. Hingga pukul 21.30, ribuan warga masih mengepung lokasi rekapitulasi tingkat kecematan tersebut.
Sebelum pemindahan ini, polisi bahkan sampai melepas tembakan peringatan saat ribuan orang massa pendukung salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto nyaris bentrok dengan petugas keamanan yang berjaga di lokasi.
Pantauan di lokasi, sekira pukul 19.30 Wita, ribuan massa masih terlihat mengepung kantor Camat Kelara. Situasi yang kian memanas memaksa petugas keamanan mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak satu kali ke udara.
Dalam aksi itu, massa meminta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kelara agar menghentikan proses rekapitulasi suara untuk sementara waktu. Mereka juga mendesak agar proses itu dipindahkan ke tingkat kabupaten atau markas Polres Jeneponto.
"Saya minta dipindahkan ke kabupaten, atau Polres karena lebih aman," teriak salah seorang warga.
Permintaan massa itu pada akhirnya disetujui. Hanya saja, untuk kepastian lokasinya belum diketahui, apakah di Kantor KPU atau Markas Polres Jeneponto.
Selain itu, permintaan agar daftar hadir wajib pilih di TPS 002 yang diduga bermasalah, akan dibuka secara transparan.
Saat ini ribuan massa masih mengepung kantor Camat Kelara, untuk menunggu kotak suara dipindahkan.
Sebelumnya diberitakan, ribuan massa mengepung lokasi rekapitulasi di Kantor Kecamatan Kelara. Mereka datang meminta penundaan rekapitulasi atas dugaan telah terjadi kecurangan yang dilakukan pihak Kelompok Panitia Pemungitan Suara (KPPS) 02 Kelurahan Tolo, 27 November lalu.
Oknum KPPS di TPS tersebut diduga menandatangani kehadiran sejumlah wajib pilih pada daftar pemilih, termasuk Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Tidak tanggung-tanggung, ada 100 lebih kehadiran pemilih yang ditandatangani.
Proses rekapitulasi tersebut selanjutnya akan dilakukan di Gudang KPU Kabupaten Jeneponto di Jalan Lingkar. Proses pemindahan logistik pun langsung dilakukan oleh pihak terkait dikawal ketat personel TNI-Polri.
Terdapat 90 kotak suara yang dipindahkan. Terdiri atas 45 kotak suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto dan 45 kotak suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel dari 45 TPS. Logistik ini diangkut menggunakan mobil truk.
Pemindahan lokasi rekapitulasi ini dilakukan menyusul situasi di Kantor Camat Kelara yang semakin tidak kondusif. Hingga pukul 21.30, ribuan warga masih mengepung lokasi rekapitulasi tingkat kecematan tersebut.
Sebelum pemindahan ini, polisi bahkan sampai melepas tembakan peringatan saat ribuan orang massa pendukung salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto nyaris bentrok dengan petugas keamanan yang berjaga di lokasi.
Pantauan di lokasi, sekira pukul 19.30 Wita, ribuan massa masih terlihat mengepung kantor Camat Kelara. Situasi yang kian memanas memaksa petugas keamanan mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak satu kali ke udara.
Dalam aksi itu, massa meminta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kelara agar menghentikan proses rekapitulasi suara untuk sementara waktu. Mereka juga mendesak agar proses itu dipindahkan ke tingkat kabupaten atau markas Polres Jeneponto.
"Saya minta dipindahkan ke kabupaten, atau Polres karena lebih aman," teriak salah seorang warga.
Permintaan massa itu pada akhirnya disetujui. Hanya saja, untuk kepastian lokasinya belum diketahui, apakah di Kantor KPU atau Markas Polres Jeneponto.
Selain itu, permintaan agar daftar hadir wajib pilih di TPS 002 yang diduga bermasalah, akan dibuka secara transparan.
Saat ini ribuan massa masih mengepung kantor Camat Kelara, untuk menunggu kotak suara dipindahkan.
Sebelumnya diberitakan, ribuan massa mengepung lokasi rekapitulasi di Kantor Kecamatan Kelara. Mereka datang meminta penundaan rekapitulasi atas dugaan telah terjadi kecurangan yang dilakukan pihak Kelompok Panitia Pemungitan Suara (KPPS) 02 Kelurahan Tolo, 27 November lalu.
Oknum KPPS di TPS tersebut diduga menandatangani kehadiran sejumlah wajib pilih pada daftar pemilih, termasuk Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Tidak tanggung-tanggung, ada 100 lebih kehadiran pemilih yang ditandatangani.
(MAN)
Berita Terkait
News
Plt Kadis Pendidikan Bantaeng Diperiksa Polisi, Istri Ikut Dicecar Soal DPO Air Cabai
Perkembangan kasus penyiraman air cabai di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus bergulir.
Rabu, 07 Okt 2026 10:14
Sulsel
Guru SD Jeneponto jadi Tersangka Penganiayaan Murid
Kasus saling lapor antara guru dan orang tua murid di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, terus bergulir.
Rabu, 07 Okt 2026 07:29
News
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pencurian Aksesori Tower di Jeneponto
Tim URC Pegasus Satreskrim Polres Jeneponto menangkap Muh. Haikal (44), terduga pelaku pencurian aksesori tower telekomunikasi dengan kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.
Minggu, 04 Okt 2026 19:10
News
Polisi Panggil Kadisdik Bantaeng Usai DPO Polres Jeneponto Diamankan di Kediamannya
Polisi bakal memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng, Muhammad Yusuf, untuk dimintai keterangan terkait penangkapan Ayu Lestari Erang, salah satu buronan kasus dugaan penyiraman air cabai dan pengeroyokan di Kabupaten Jeneponto.
Jum'at, 02 Okt 2026 05:32
News
DPO Penyiraman Cabai Jeneponto Ditangkap di Rumah Kadis Pendidikan Bantaeng
Satu dari tiga orang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Jeneponto terkait kasus dugaan penyiraman air cabai dan pengeroyokan, Ayu Lestari Erang, ditangkap di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Kamis, 01 Okt 2026 17:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
2
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
3
Prajurit Yonarmed 21/Kawali Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Rumah di Bengo
4
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei
5
Warga Diminta Tak Terprovokasi, Kapolres Lutra Pimpin Penyisiran di TKP Penikaman Tana Lili
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
2
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
3
Prajurit Yonarmed 21/Kawali Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Rumah di Bengo
4
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei
5
Warga Diminta Tak Terprovokasi, Kapolres Lutra Pimpin Penyisiran di TKP Penikaman Tana Lili