Awan Berbentuk Tsunami Hebohkan Warga Maros
Senin, 20 Jan 2025 15:47
Penampakan roll cloud di langit Kabupaten Maros hebohkan warga. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Jagad media sosial dibuat heboh unggahan yang menunjukkan sebuah awan di sekitaran Jalan Mamminasata, Kabupaten Maros berbentuk gelombang tsunami.
Hal tersebut pun mencuri perhatian netizen. Fenomena alam itu pun memunculkan berbagai spekulasi mengenai potensi bencana. Menanggapi hal itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulsel, Syamsul Bahri, menjelaskan, fenomena tersebut merupakan jenis awan Arcus atau Roll cloud, yang termasuk dalam kategori Cumulonimbus.
Awan jenis ini dikenal sebagai salah satu awan yang paling kuat dan menakjubkan di atmosfer.
"Awan ini dikenal sebagai Cumulonimbus, salah satu awan paling kuat di atmosfer. Di puncak awan ini, terdapat fenomena yang disebut overshooting top, yaitu hasil dari udara hangat yang naik dengan sangat cepat hingga menembus lapisan tropopause," ungkap Syamsul.
Dia juga menjelaskan mengenai terbentuknya Roll Cloud.
Menurutnya, awan ini terbentuk saat udara dingin bertemu dengan udara hangat yang lembab, menciptakan gulungan awan horizontal.
"Fenomena ini terjadi biasanya ketika ada cold front atau garis depan udara dingin. Angin dari arah yang berbeda menciptakan pergerakan rotasi di atmosfer yang menghasilkan awan berbentuk gulungan seperti karpet," terangnya.
Dia menegaskan, awan Arcus tidak berhubungan dengan gempa bumi atau tsunami. Hal itu bukan pertanda bencana.
Hal tersebut pun mencuri perhatian netizen. Fenomena alam itu pun memunculkan berbagai spekulasi mengenai potensi bencana. Menanggapi hal itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulsel, Syamsul Bahri, menjelaskan, fenomena tersebut merupakan jenis awan Arcus atau Roll cloud, yang termasuk dalam kategori Cumulonimbus.
Awan jenis ini dikenal sebagai salah satu awan yang paling kuat dan menakjubkan di atmosfer.
"Awan ini dikenal sebagai Cumulonimbus, salah satu awan paling kuat di atmosfer. Di puncak awan ini, terdapat fenomena yang disebut overshooting top, yaitu hasil dari udara hangat yang naik dengan sangat cepat hingga menembus lapisan tropopause," ungkap Syamsul.
Dia juga menjelaskan mengenai terbentuknya Roll Cloud.
Menurutnya, awan ini terbentuk saat udara dingin bertemu dengan udara hangat yang lembab, menciptakan gulungan awan horizontal.
"Fenomena ini terjadi biasanya ketika ada cold front atau garis depan udara dingin. Angin dari arah yang berbeda menciptakan pergerakan rotasi di atmosfer yang menghasilkan awan berbentuk gulungan seperti karpet," terangnya.
Dia menegaskan, awan Arcus tidak berhubungan dengan gempa bumi atau tsunami. Hal itu bukan pertanda bencana.
(MAN)
Berita Terkait
News
Ahli Ungkap Kompleksitas Gempa Bitung Sulut, Pemerintah Diminta Ambil Langkah Ini
Pusat Studi Gempa Sulawesi mengimbau pemerintah segera mengambil langkah cepat pascagempa berkekuatan Magnitudo 7,4 (Mw) yang mengguncang wilayah Laut Bitung.
Kamis, 02 Apr 2026 12:37
News
Gempa 7,6 Magnitudo Guncang Bitung, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4) pagi.
Kamis, 02 Apr 2026 11:27
Sulsel
BMKG Prediksi Hujan Sedang Warnai Arus Mudik di Bandara Hasanuddin
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar selama periode arus mudik Lebaran.
Jum'at, 13 Mar 2026 09:42
Makassar City
Antisipasi Cuaca Buruk, Kegiatan Belajar-Mengajar di Makassar Digelar Daring
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menerbitkan surat edaran tentang pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan (daring) bagi jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP.
Rabu, 25 Feb 2026 19:03
News
Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Moncongloe Maros
Sebanyak 10 rumah milik warga di Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros rusak diterjang angin kencang, (1/2/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 Wita.
Minggu, 01 Feb 2026 18:40
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tambang Diduga Tanpa Izin Beroperasi di Bontoramba Jeneponto, Polisi Cek Lokasi
2
Siswa Athirah Belajar Sains Maritim dari Proses Pembuatan Kapal Phinisi di Tana Beru
3
Kapolsek Tamalatea Tutup Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Bontoramba
4
Lurah Empoang Selatan Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block
5
Mercure Makassar Luncurkan Menu Baru The Light dengan Konsep Non-Alkohol
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tambang Diduga Tanpa Izin Beroperasi di Bontoramba Jeneponto, Polisi Cek Lokasi
2
Siswa Athirah Belajar Sains Maritim dari Proses Pembuatan Kapal Phinisi di Tana Beru
3
Kapolsek Tamalatea Tutup Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Bontoramba
4
Lurah Empoang Selatan Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block
5
Mercure Makassar Luncurkan Menu Baru The Light dengan Konsep Non-Alkohol