Hadapi Pemilu 2024, Demokrat Sulsel Tak Terganggu Gerakan Moeldoko
Kamis, 06 Apr 2023 10:21
Kader Demokrat Sulsel saat mendatangi PTTUN Makassar. Foto: Humas Demokrat Sulsel
MAKASSAR - Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah mengatakan upaya Moeldoko saat ini tak lebih dari gerakan politik. Tujuannya untuk mengganggu dan merusak konsentrasi Partai Demokrat, yang ujung-ujungnya kan sebenarnya bisa menggagalkan Anies Baswedan sebagai calon presiden.
"Karena kalau tiga koalisi ini (Demokrat, Nasdem dan PKS) goyah, itu kan berakibat kepada pencapresan. Saya kira kalau skenarionya seperti itu, saya kira sudah sangat jahat," kata Ulla.
Kader Demokrat se-Sulsel mulai dari DPD dan 24 DPC kabupaten/kota ramai-ramai mendatangi Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar, Rabu (5/4) kemarin. Kesemuanya resmi memasukkan surat permohonan perlindungan hukum dan keadilan kepada Ketua Mahkamah Agung RI.
Gerakan ini untuk melawan manuver KSP Moeldoko yang kembali mencoba mengambil alih partai ini dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Moeldoko dikabarkan melakukan pengujian kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).
Meski begitu, Ulla mengklaim Partai Demokrat tidak terganggu dengan upaya Moeldoko. Meskipun ia mengaku tahu, gerakan ini memang untuk mengganggu persiapan partainya menghadapi Pemilu 2024. Sekali pun
"Saya kira ini hanya cara-cara politik kotor yang menurut saya sudah seharusnya itu yang menyebabkan memang kami dari Demokrat sudah benar. Bahwa memang harus ada perubahan, tidak bisa dibiarkan terus negara diurus dengan cara-cara begini. Ini kan cara-cara yang tidak benar, tidak etis. Ini harus diubah dan kita mau perubahannya beradaptasi melalui Pemilu yang benar," paparnya.
Sementara itu, Bagian Humas PT TUN Makassar, H Andri Mosepa menyambut baik kedatangan rombongan Partai Demokrat Sulsel. Ia pun segera menindaklanjuti surat permohonan tersebut untuk diteruskan ke tingkat Mahkamah Agung.
"Surat yang disampaikan oleh DPD Sulawesi Selatan, menyangkut surat permohonan perlindungan hukum dan keadilan, maka akan kami serahkan ke Mahkamah Agung untuk ditindaklanjuti. Kami sudah terima berkas laporan ini," kata Andri sekaligus Hakim Tinggi PT TUN Makassar itu.
"Karena kalau tiga koalisi ini (Demokrat, Nasdem dan PKS) goyah, itu kan berakibat kepada pencapresan. Saya kira kalau skenarionya seperti itu, saya kira sudah sangat jahat," kata Ulla.
Kader Demokrat se-Sulsel mulai dari DPD dan 24 DPC kabupaten/kota ramai-ramai mendatangi Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar, Rabu (5/4) kemarin. Kesemuanya resmi memasukkan surat permohonan perlindungan hukum dan keadilan kepada Ketua Mahkamah Agung RI.
Gerakan ini untuk melawan manuver KSP Moeldoko yang kembali mencoba mengambil alih partai ini dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Moeldoko dikabarkan melakukan pengujian kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).
Meski begitu, Ulla mengklaim Partai Demokrat tidak terganggu dengan upaya Moeldoko. Meskipun ia mengaku tahu, gerakan ini memang untuk mengganggu persiapan partainya menghadapi Pemilu 2024. Sekali pun
"Saya kira ini hanya cara-cara politik kotor yang menurut saya sudah seharusnya itu yang menyebabkan memang kami dari Demokrat sudah benar. Bahwa memang harus ada perubahan, tidak bisa dibiarkan terus negara diurus dengan cara-cara begini. Ini kan cara-cara yang tidak benar, tidak etis. Ini harus diubah dan kita mau perubahannya beradaptasi melalui Pemilu yang benar," paparnya.
Sementara itu, Bagian Humas PT TUN Makassar, H Andri Mosepa menyambut baik kedatangan rombongan Partai Demokrat Sulsel. Ia pun segera menindaklanjuti surat permohonan tersebut untuk diteruskan ke tingkat Mahkamah Agung.
"Surat yang disampaikan oleh DPD Sulawesi Selatan, menyangkut surat permohonan perlindungan hukum dan keadilan, maka akan kami serahkan ke Mahkamah Agung untuk ditindaklanjuti. Kami sudah terima berkas laporan ini," kata Andri sekaligus Hakim Tinggi PT TUN Makassar itu.
(UMI)
Berita Terkait
Makassar City
Aliyah Konsolidasikan Kekuatan Demokrat Makassar, Pendidikan Politik jadi Basis Pembesaran Partai
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan arah konsolidasi dan penguatan kader sebagai strategi utama membesarkan Partai Demokrat di Kota Makassar.
Rabu, 24 Des 2025 08:28
Sulsel
Bupati Gowa Sebut Sinergi Parpol dan Pemda Perlu untuk Jawab Aspirasi Rakyat
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menyampaikan bahwa partai politik memegang peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Rabu, 10 Sep 2025 13:34
Sulsel
HUT ke-24 Partai, Demokrat Sulsel Jadikan Momentum Instropeksi dan Refleksi
Pengurus Demokrat Sulsel berkumpul di Kantor DPD di Jalan Mirah Seruni, Panakkukang, Kota Makassar pada Selasa (09/09/2025). Mereka mengikuti perayaan HUT lewat virtual yang dipimpin langsung oleh DPP.
Selasa, 09 Sep 2025 21:16
Sulsel
Terungkap Fraksi PDIP, Gerindra & Demokrat Belum Sepakati Hak Angket DPRD Sulsel
Tiga Fraksi DPRD Sulsel belum menandatangani dokumen hak angket untuk mengusut aset Pemprov di kawasan Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar.
Jum'at, 04 Jul 2025 19:30
Sulsel
Wawali Aliyah Masuk Bursa Kandidat Ketua Demokrat Makassar
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham masuk bursa calon Ketua DPC Demokrat. Ia bahkan digadang-gadang sebagai kandidat kuat.
Rabu, 07 Mei 2025 14:00
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Warga Bulurokeng Datangi DPRD Makassar Adukan Sengketa Lahan vs Pengembang
2
Membaca Hijrah Politik Rusdi Masse
3
Stabilkan Harga LPG 3Kg, Wabup Lutim Instruksikan Sanksi Berat bagi Pangkalan Nakal
4
IOP dan Eagle Dance Jadi Wakil Makassar di Final iForte NDC Inspirasi Diri
5
Peduli Kemanusiaan, SPJM Gelar Kegiatan Donor Darah
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Warga Bulurokeng Datangi DPRD Makassar Adukan Sengketa Lahan vs Pengembang
2
Membaca Hijrah Politik Rusdi Masse
3
Stabilkan Harga LPG 3Kg, Wabup Lutim Instruksikan Sanksi Berat bagi Pangkalan Nakal
4
IOP dan Eagle Dance Jadi Wakil Makassar di Final iForte NDC Inspirasi Diri
5
Peduli Kemanusiaan, SPJM Gelar Kegiatan Donor Darah