Wabup Gowa Salurkan Paket Sembako Ke Guru Honorer
Selasa, 17 Mar 2026 17:30
Wabup Gowa, Darmawangsyah Muin menyerahkan paket sembako kepada guru. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
GOWA - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gowa bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berkolaborasi menyalurkan paket sembako kepada puluhan guru honorer.
Bantuan kali ini menyasar 80 guru honorer di Kabupaten Gowa yang diserahkan langsung Wakil Bupati Gowa, Darmawansyah Muin di Kantor PGRI Gowa, Selasa (17/3).
Darmawangsyah Muin mengungkapkan, kolaborasi PGRI dan Baznas merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam menjangkau kebutuhan para tenaga honorer. Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, termasuk kalangan tenaga pendidik.
"Kami menyampaikan terimakasih kolaborasi atau kerjasama yang baik antara PGRI dan Baznas dengan mengadakan aksi sosial ini yang peduli akan nasib para guru honorer kita," ungkapnya.
Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para guru honorer, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lanjutnya, di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Gowa menaruh perhatian serius terhadap kondisi guru honorer. Sebab hingga saat ini masih ada ratusan guru honorer yang belum mendapatkan kesempatan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Kami tentunya prihatin masih banyak tenaga pendidik yang belum memiliki kepastian status, padahal peran mereka sangat vital dalam pembangunan sumber daya manusia," tegasnya.
Ia menyebutkan jumlah guru honorer di Gowa yang belum terangkat PPPK diperkirakan mencapai sekitar 600 orang. Kondisi ini, menurutnya, tidak hanya terjadi di Kabupaten Gowa, tetapi juga menjadi persoalan nasional akibat kebijakan dari pemerintah pusat yang telah menutup formasi PPPK.
Karena itu, Pemkab Gowa terus mendorong agar kebijakan tersebut dapat kembali dibuka. Harapan tersebut juga diarahkan kepada pemerintah pusat, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, agar memberikan perhatian lebih terhadap nasib para guru honorer.
"Ini menjadi perhatian kami. Kami tidak tinggal diam, tetapi terus berupaya agar para guru honorer mendapatkan peluang diangkat menjadi PPPK," ujar Darmawangsyah.
Ia berharap kolaborasi antara PGRI dan Baznas dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan nyata bagi para tenaga honorer. Selain itu, pemerintah daerah juga akan terus memantau perkembangan kebijakan di tingkat pusat demi memperjuangkan masa depan para guru honorer agar memperoleh status yang lebih pasti sebagai abdi negara.
Ketua PGRI Kabupaten Gowa, Sampe Mangiriang, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas organisasi terhadap para guru honorer yang selama ini telah mengabdikan diri di dunia pendidikan meski dengan keterbatasan status dan kesejahteraan.
"Inisiatif ini lahir dari kepedulian pengurus PGRI yang kemudian diperkuat melalui sinergi dengan Baznas Gowa. Meski bantuan yang diberikan masih terbatas, pihaknya berharap ke depan cakupan penerima manfaat dapat semakin luas" ungkapnya.
Salah satu penerima bantuan, Idris Syarif, guru honorer di SMK 4 Gowa, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan.
Ia menilai dukungan tersebut tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para guru honorer untuk terus mengabdi.
"Kami berharap pemerintah dapat membuka peluang lebih luas agar tenaga honorer dapat diangkat menjadi PPPK. Terimakasih kepada PGRI Gowa dan Baznas semoga kolaborasi ini terus terjalin dengan baik melalui aksi sosial yang dilakukan hari ini," ujarnya.
Bantuan kali ini menyasar 80 guru honorer di Kabupaten Gowa yang diserahkan langsung Wakil Bupati Gowa, Darmawansyah Muin di Kantor PGRI Gowa, Selasa (17/3).
Darmawangsyah Muin mengungkapkan, kolaborasi PGRI dan Baznas merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam menjangkau kebutuhan para tenaga honorer. Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, termasuk kalangan tenaga pendidik.
"Kami menyampaikan terimakasih kolaborasi atau kerjasama yang baik antara PGRI dan Baznas dengan mengadakan aksi sosial ini yang peduli akan nasib para guru honorer kita," ungkapnya.
Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para guru honorer, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lanjutnya, di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Gowa menaruh perhatian serius terhadap kondisi guru honorer. Sebab hingga saat ini masih ada ratusan guru honorer yang belum mendapatkan kesempatan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Kami tentunya prihatin masih banyak tenaga pendidik yang belum memiliki kepastian status, padahal peran mereka sangat vital dalam pembangunan sumber daya manusia," tegasnya.
Ia menyebutkan jumlah guru honorer di Gowa yang belum terangkat PPPK diperkirakan mencapai sekitar 600 orang. Kondisi ini, menurutnya, tidak hanya terjadi di Kabupaten Gowa, tetapi juga menjadi persoalan nasional akibat kebijakan dari pemerintah pusat yang telah menutup formasi PPPK.
Karena itu, Pemkab Gowa terus mendorong agar kebijakan tersebut dapat kembali dibuka. Harapan tersebut juga diarahkan kepada pemerintah pusat, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, agar memberikan perhatian lebih terhadap nasib para guru honorer.
"Ini menjadi perhatian kami. Kami tidak tinggal diam, tetapi terus berupaya agar para guru honorer mendapatkan peluang diangkat menjadi PPPK," ujar Darmawangsyah.
Ia berharap kolaborasi antara PGRI dan Baznas dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan nyata bagi para tenaga honorer. Selain itu, pemerintah daerah juga akan terus memantau perkembangan kebijakan di tingkat pusat demi memperjuangkan masa depan para guru honorer agar memperoleh status yang lebih pasti sebagai abdi negara.
Ketua PGRI Kabupaten Gowa, Sampe Mangiriang, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas organisasi terhadap para guru honorer yang selama ini telah mengabdikan diri di dunia pendidikan meski dengan keterbatasan status dan kesejahteraan.
"Inisiatif ini lahir dari kepedulian pengurus PGRI yang kemudian diperkuat melalui sinergi dengan Baznas Gowa. Meski bantuan yang diberikan masih terbatas, pihaknya berharap ke depan cakupan penerima manfaat dapat semakin luas" ungkapnya.
Salah satu penerima bantuan, Idris Syarif, guru honorer di SMK 4 Gowa, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan.
Ia menilai dukungan tersebut tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para guru honorer untuk terus mengabdi.
"Kami berharap pemerintah dapat membuka peluang lebih luas agar tenaga honorer dapat diangkat menjadi PPPK. Terimakasih kepada PGRI Gowa dan Baznas semoga kolaborasi ini terus terjalin dengan baik melalui aksi sosial yang dilakukan hari ini," ujarnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Kunker di Parigi, Bupati Gowa Salurkan Bantuan Pangan dan Sertifikat PTSL
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kecamatan Parigi, Selasa (22/9).
Rabu, 23 Sep 2026 14:53
Sulsel
Guru Jeneponto Ikuti Bimtek Literasi dan Numerasi
Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Numerasi (Litnum) digelar di UPT SMP Negeri 1 Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (22/9/2026).
Selasa, 22 Sep 2026 20:13
Sulsel
Wabup Gowa Sebut Lomba Paskibra Ruang Pembentukan Karakter Generasi Penerus
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin menegaskan pentingnya kegiatan Paskibra sebagai ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa.
Minggu, 20 Sep 2026 22:15
Sulsel
Ketua PKK Gowa Dorong Kader Bentuk Koperasi Kecamatan
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, mendorong seluruh Ketua TP PKK Kecamatan untuk menindaklanjuti pembentukan koperasi di wilayah masing-masing.
Kamis, 17 Sep 2026 14:31
Sulsel
Bupati Gowa Salurkan Bantuan Pangan di Borimatangkasa
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang kembali menyalurkan Bantuan Pangan alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 kepada masyarakat di Desa Borimatangkasa, Kecamatan Bajeng Barat, Rabu (16/9).
Rabu, 16 Sep 2026 17:59
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Matangkan Pelaksanaan SKD Poltekpin 2026, 132 Peserta Siap Ikuti Seleksi
2
Tallasa City Groundbreaking Private Club House dan Siapkan Perencanaan Masjid di Cluster Alstonia
3
Guru Jeneponto Ikuti Bimtek Literasi dan Numerasi
4
Sengketa HPL Malili, Pemkab Lutim Siap Jadi Pihak Intervensi di PTUN Makassar
5
PT Vale Integrasikan Teknologi dan Praktik Berkelanjutan di Tambang Morowali
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Matangkan Pelaksanaan SKD Poltekpin 2026, 132 Peserta Siap Ikuti Seleksi
2
Tallasa City Groundbreaking Private Club House dan Siapkan Perencanaan Masjid di Cluster Alstonia
3
Guru Jeneponto Ikuti Bimtek Literasi dan Numerasi
4
Sengketa HPL Malili, Pemkab Lutim Siap Jadi Pihak Intervensi di PTUN Makassar
5
PT Vale Integrasikan Teknologi dan Praktik Berkelanjutan di Tambang Morowali