Pemkab Selayar Programkan Penanaman 500 Ribu Pohon Kelapa Setiap Tahun
Rabu, 19 Mar 2025 20:13
Bupati Kepulauan Selayar, Muh Natsir Ali berenacan mulai tahun 2026 akan memprogramkan gerakan menanam kelapa 500.000 ribu pohon setiap tahunnya. Foto: Istimewa
SELAYAR - Bupati Kepulauan Selayar, Muh Natsir Ali berenacan mulai tahun 2026 akan memprogramkan gerakan menanam kelapa 500.000 ribu pohon setiap tahunnya.
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengembalikan kejayaan kelapa sebagai komoditas unggulan Kabupaten Kepulauan Selayar yang pernah berjaya di masa lalu.
Gerakan ini juga sebagai upaya untuk peremajaan pohon kelapa yang ada di Selayar. Dimana rata-rata pohon kelapa petani sekarang sudah berumur puluhan tahun.
“InshaAllah mulai tahun 2026 kita akan melaksanakan gerakan menanam pohon kelapa 500.000 pohon pertahun," ujar Natsir Ali.
“Program ini akan kolaborasi dengan pemerintah desa se-Kabupaten Kepulauan Selayar. Setiap desa akan menyiapkan 2000 bibit kelapa per tahunnya dan sisanya akan ditanggung oleh pemerintah kabupaten bersama pemerintah provinsi," tambahnya.
Natsir Ali juga menegaskan program ini akan berkelanjutan setiap tahunnya dengan melibatkan para ahli pakar dan akademisi bersama TNI dan Polri untuk pengawasan.
Gerakan ini diharapkan bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal daerah. Dimana komoditas kelapa Selayar pernah berjaya di masa lalu yang dikenal dengan “Green Gold of Selayar” yaitu istilah yang merujuk pada kejayaan Selayar dalam perdagangan kopra di Abad ke 19 sampai pertengahan abad 20. Pada masa lalu kopra Selayar menguasai perdagangan dan diekspor sampai ke eropa.
“Program hilirisasi pemerintah saat ini berfokus pada hilirasi kelapa yang diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," tutup Natsir Ali.
Program ini sesuai dengan Astacita Presiden terkait hilirisasi kelapa. Dimana kelapa Selayar sudah dikenal di seluruh nusantara bahkan sampai ke mancanegara.
Terbukti dengan jejak sejarah perdagangan ekonomi dunia yang mengenal Selayar dengan green gold ini juga adalah lambang dan simbol daerah Selayar.
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengembalikan kejayaan kelapa sebagai komoditas unggulan Kabupaten Kepulauan Selayar yang pernah berjaya di masa lalu.
Gerakan ini juga sebagai upaya untuk peremajaan pohon kelapa yang ada di Selayar. Dimana rata-rata pohon kelapa petani sekarang sudah berumur puluhan tahun.
“InshaAllah mulai tahun 2026 kita akan melaksanakan gerakan menanam pohon kelapa 500.000 pohon pertahun," ujar Natsir Ali.
“Program ini akan kolaborasi dengan pemerintah desa se-Kabupaten Kepulauan Selayar. Setiap desa akan menyiapkan 2000 bibit kelapa per tahunnya dan sisanya akan ditanggung oleh pemerintah kabupaten bersama pemerintah provinsi," tambahnya.
Natsir Ali juga menegaskan program ini akan berkelanjutan setiap tahunnya dengan melibatkan para ahli pakar dan akademisi bersama TNI dan Polri untuk pengawasan.
Gerakan ini diharapkan bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal daerah. Dimana komoditas kelapa Selayar pernah berjaya di masa lalu yang dikenal dengan “Green Gold of Selayar” yaitu istilah yang merujuk pada kejayaan Selayar dalam perdagangan kopra di Abad ke 19 sampai pertengahan abad 20. Pada masa lalu kopra Selayar menguasai perdagangan dan diekspor sampai ke eropa.
“Program hilirisasi pemerintah saat ini berfokus pada hilirasi kelapa yang diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," tutup Natsir Ali.
Program ini sesuai dengan Astacita Presiden terkait hilirisasi kelapa. Dimana kelapa Selayar sudah dikenal di seluruh nusantara bahkan sampai ke mancanegara.
Terbukti dengan jejak sejarah perdagangan ekonomi dunia yang mengenal Selayar dengan green gold ini juga adalah lambang dan simbol daerah Selayar.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkab Selayar Gandeng Polipangkep Kembangkan Komoditas Kelapa
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menggandeng Polipangkep untuk mengembangkan komoditas kelapa melalui riset, inovasi, dan hilirisasi guna meningkatkan nilai ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Kamis, 30 Jul 2026 12:59
Sulsel
Polda Sulsel Dirikan Posko DVI untuk Identifikasi Korban KLM Nurul Salsa
Tim DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan resmi membentuk Posko Ante Mortem (Pos Pengumpulan Data Diri Korban) di Terminal Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu (18/7/2026).
Sabtu, 18 Jul 2026 14:53
Sulsel
Polres Kepulauan Selayar Periksa dan Amankan Nahkoda serta ABK KLM Nurul Salsa
Polres Kepulauan Selayar mulai melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda dan Anak Buah Kapal (ABK) KLM Nurul Salsa.
Sabtu, 18 Jul 2026 12:11
Sulsel
14 Personel BKO Polres Selayar Diterjunkan Bantu Cari 27 Korban KLM Nurul Salsa
Personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polres Kepulauan Selayar yang diberangkatkan untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa telah tiba di Pulau Jampea, Kecamatan Pasimasunggu, Jumat (17/07/2026) malam.
Jum'at, 17 Jul 2026 21:53
Sulsel
Harmonisasi Ranperkada Selayar untuk Perkuat Kualitas Regulasi Daerah
Kanwil Kemenkum Sulsel bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melaksanakan rapat pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi terhadap sejumlah Rancangan Peraturan Bupati
Kamis, 23 Apr 2026 23:45
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Golkar Lutim Buka Pintu Lebar, Aripin Ungkap Sudah Ada Figur Baru yang Siap Bergabung
2
Unhas Kembangkan Teknologi Pascapanen untuk Konversi Kopi Robusta di Bululumba
3
Kolaborasi PLN & Pemkot Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan Makassar
4
Gempa di NTT Tak Ganggu Operasional Bandara Sultan Hasanuddin
5
Reses di Balantang, Bangkit Soroti Dugaan Ketidakadilan Penerimaan Tenaga Kerja
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Golkar Lutim Buka Pintu Lebar, Aripin Ungkap Sudah Ada Figur Baru yang Siap Bergabung
2
Unhas Kembangkan Teknologi Pascapanen untuk Konversi Kopi Robusta di Bululumba
3
Kolaborasi PLN & Pemkot Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan Makassar
4
Gempa di NTT Tak Ganggu Operasional Bandara Sultan Hasanuddin
5
Reses di Balantang, Bangkit Soroti Dugaan Ketidakadilan Penerimaan Tenaga Kerja