Diprotes Warga, DPRD Sulsel Bakal Tinjau Tambang Galian C di Tikala Toraja Utara
Kamis, 22 Mei 2025 20:26
Komisi D DPRD Sulsel menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait permohonan penghentian aktifitas tambang galian C dari CV Bangsa Damai Tikala, Kecamatan Tikala, Toraja Utara. Foto: Muhaimin
MAKASSAR - Komisi D DPRD Sulsel menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait permohonan penghentian aktifitas tambang galian C dari CV Bangsa Damai Tikala, Kecamatan Tikala, Toraja Utara.
RDP ini dihadiri CV Bangsa Damai, Dinas ESDM, Dinas SDA Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas PMPTSP, Dinas DLHK, serta kecamatan, lurah hingga masyarakat Tikala.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid mengatakan RDP ini digelar karena ada keberatan dari masyarakat soal tambang galian C yang dinilai merusak situs budaya. Mulai dari tongkonan, kuburan adat hingga hutan tropis.
"Makanya kita minta tim teknis terkait untuk melakukan peninjauan ulang apakah termasuk lingkungan hidupnya, study kelayakannya. Termasuk nanti petanya karena ini besar sekali 24 hektar," kata Kadir.
Kadir mengapresiasi sebab tambang galian C ini ternyata legal dan memiliki izin sampai ke kementerian. Selain itu, CV Bangsa Damai juga sudah melakukan perbaikan beberapa jalan.
"Itu betul (CV Bangsa Damai) sudah melakukan perbaikan jalan, tapi karena adanya keberatan masyarakat makanya kita harus melakukan peninjauan," ungkapnya.
Direktur CV Bangsa Damai, Terry Banti menyikapi soal sejumlah warga yang keberatan dengan aktifitas tambangnya. Ia heran, sebab warga yang lahannya digarap tidak protes.
Terry Banti mengaku pihaknya juga membawa sejumlah warga dan pemerintah setempat mulai dari camat, lurah hingga kepala lingkungan saat RDP ini. Tapi tidak diberikan kesempatan untuk bicara.
"Tadi itu saya sayangkan kenapa warga yang memiliki lahan sama sekali tidak diberikan kesempatan berpendapat. Saya membawa kepala lingkungan, lurah, camat," ungkapnya.
"Tadi saya sih berharap, camat diberikan kesempatan berbicara, lurah dan kepala lingkungan supaya beliau yang menyampaikan pekerjaan apa saja yang saya sudah lakukan di wilayah itu," sambungnya.
Dia mengaku pihaknya belum melakukan penjualan hasil tambang sampai 2024. Baru 2025 ini, CV Bangsa Damai akan menjualnya.
Soal rencana kunjungan Komisi D DPRD Sulsel ke tambangnya, Terry Banti mengaku tak masalah. Ia siap menyambut tim teknis untuk meninjau langsung lokasi tambangnya.
RDP ini dihadiri CV Bangsa Damai, Dinas ESDM, Dinas SDA Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas PMPTSP, Dinas DLHK, serta kecamatan, lurah hingga masyarakat Tikala.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid mengatakan RDP ini digelar karena ada keberatan dari masyarakat soal tambang galian C yang dinilai merusak situs budaya. Mulai dari tongkonan, kuburan adat hingga hutan tropis.
"Makanya kita minta tim teknis terkait untuk melakukan peninjauan ulang apakah termasuk lingkungan hidupnya, study kelayakannya. Termasuk nanti petanya karena ini besar sekali 24 hektar," kata Kadir.
Kadir mengapresiasi sebab tambang galian C ini ternyata legal dan memiliki izin sampai ke kementerian. Selain itu, CV Bangsa Damai juga sudah melakukan perbaikan beberapa jalan.
"Itu betul (CV Bangsa Damai) sudah melakukan perbaikan jalan, tapi karena adanya keberatan masyarakat makanya kita harus melakukan peninjauan," ungkapnya.
Direktur CV Bangsa Damai, Terry Banti menyikapi soal sejumlah warga yang keberatan dengan aktifitas tambangnya. Ia heran, sebab warga yang lahannya digarap tidak protes.
Terry Banti mengaku pihaknya juga membawa sejumlah warga dan pemerintah setempat mulai dari camat, lurah hingga kepala lingkungan saat RDP ini. Tapi tidak diberikan kesempatan untuk bicara.
"Tadi itu saya sayangkan kenapa warga yang memiliki lahan sama sekali tidak diberikan kesempatan berpendapat. Saya membawa kepala lingkungan, lurah, camat," ungkapnya.
"Tadi saya sih berharap, camat diberikan kesempatan berbicara, lurah dan kepala lingkungan supaya beliau yang menyampaikan pekerjaan apa saja yang saya sudah lakukan di wilayah itu," sambungnya.
Dia mengaku pihaknya belum melakukan penjualan hasil tambang sampai 2024. Baru 2025 ini, CV Bangsa Damai akan menjualnya.
Soal rencana kunjungan Komisi D DPRD Sulsel ke tambangnya, Terry Banti mengaku tak masalah. Ia siap menyambut tim teknis untuk meninjau langsung lokasi tambangnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Tambang Diduga Tanpa Izin Beroperasi di Bontoramba Jeneponto, Polisi Cek Lokasi
Aktivitas tambang galian C yang diduga ilegal dilaporkan beroperasi di Dusun Poko Bulo, Desa Bangkalaloe, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.
Rabu, 29 Apr 2026 08:57
News
Dorong Energi Berkelanjutan dan Transparansi Industri, Peran Verifikasi Independen Kian Dibutuhkan
Peningkatan aktivitas industri berbasis mineral di Sulawesi dalam beberapa tahun terakhir membawa dampak ekonomi yang signifikan, sekaligus memunculkan tantangan baru yang menjadi perhatian publik.
Selasa, 28 Apr 2026 12:50
Ekbis
Tapping Perdana Tungku Kedua Berhasil, PT BMS Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Daerah
PT BMS mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan operasionalnya melalui keberhasilan pelaksanaan tapping pertama (produksi ferronikel), pada Tungku Kedua yang dilaksanakan pada Minggu, 29 Maret 2026 pukul 06.45 WITA
Senin, 30 Mar 2026 20:28
News
Satgas Percepatan Investasi dan MDA Bahas Dinamika Lingkar Tambang
Satgas Percepatan Investasi menggelar rapat koordinasi bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kelompok Kerja Percepatan Investasi Kabupaten Luwu.
Minggu, 01 Mar 2026 13:41
Ekbis
Kolaborasi Huawei & Darma Henwa Pelopori Digitalisasi Tambang Berbasis AI
PT Darma Henwa Tbk (Darma Henwa), penyedia jasa pertambangan dan energi terkemuka di Indonesia, resmi menandai babak baru transformasi digital dengan meluncurkan Super App dan Business Support System (BSS).
Jum'at, 13 Feb 2026 23:44
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
SATU Indonesia Awards 2026 Sambangi Makassar, Dorong Anak Muda Jadi Agen Perubahan
2
Pemerintah Pusat Bangun 62,54 Km Jalan Daerah di Sulsel Perkuat Konektivitas Wilayah
3
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Employee Gathering di Pantai Bira
4
Inovasi Sipakatau Tingkatkan Temuan Kasus TB di Maros hingga 47,65 Persen
5
Investment Forum IGS 2026, Buka Peluang Kerja Sama Sektor Perikanan hingga Pariwisata
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
SATU Indonesia Awards 2026 Sambangi Makassar, Dorong Anak Muda Jadi Agen Perubahan
2
Pemerintah Pusat Bangun 62,54 Km Jalan Daerah di Sulsel Perkuat Konektivitas Wilayah
3
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Employee Gathering di Pantai Bira
4
Inovasi Sipakatau Tingkatkan Temuan Kasus TB di Maros hingga 47,65 Persen
5
Investment Forum IGS 2026, Buka Peluang Kerja Sama Sektor Perikanan hingga Pariwisata