Rp2 Miliar Per Desa Mulai 2026, Lutim Siapkan Revolusi Industri dari Kampung
Senin, 23 Jun 2025 12:24
Anggota DPRD Lutim, Sarkawi, saat menerima kunjungan kerja dari Pansus DPRD Tana Toraja pada Senin (23/6/2025). Foto: Fitra Budin
LUWU TIMUR - Desa-desa di Luwu Timur bersiap menghadapi lompatan besar. Mulai 2026, setiap desa akan diguyur anggaran Rp2 Miliar dari pemerintah daerah. Tapi bukan untuk bangun jalan semata, melainkan untuk mengubah wajah desa menjadi pusat industri lokal.
Program ambisius ini disampaikan oleh anggota DPRD Lutim, Sarkawi, saat menerima kunjungan kerja dari Pansus DPRD Tana Toraja pada Senin (23/6/2025).
Dalam pertemuan yang fokus membahas kawasan industri, DPRD Lutim justru menekankan bahwa kekuatan industrialisasi sejati datang dari desa.
“Rp2 Miliar bukan hanya soal angka. Kami arahkan agar desa membangun berdasarkan potensi dan data. Lada di Towuti, misalnya, itu sudah kelas nasional. Sekarang kami pacu jadi produk industri,” tegas Sarkawi.
Menurutnya, desa tidak lagi boleh sekadar jadi penonton proyek-proyek besar. Melalui dana tersebut, pemerintah mendorong munculnya unit-unit pengolahan lokal, rumah produksi, hingga pusat kreatif yang digerakkan oleh masyarakat sendiri.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD, Harisa Soharjo, juga menambahkan bahwa ke depan, kawasan industri harus membuka ruang kolaborasi dengan UMKM dan pariwisata, agar perekonomian daerah tidak bergantung pada satu sektor saja.
“Industri itu bisa dari tenun, bisa dari kuliner. Tidak selalu harus ada cerobong asap,” katanya.
Program ambisius ini disampaikan oleh anggota DPRD Lutim, Sarkawi, saat menerima kunjungan kerja dari Pansus DPRD Tana Toraja pada Senin (23/6/2025).
Dalam pertemuan yang fokus membahas kawasan industri, DPRD Lutim justru menekankan bahwa kekuatan industrialisasi sejati datang dari desa.
“Rp2 Miliar bukan hanya soal angka. Kami arahkan agar desa membangun berdasarkan potensi dan data. Lada di Towuti, misalnya, itu sudah kelas nasional. Sekarang kami pacu jadi produk industri,” tegas Sarkawi.
Menurutnya, desa tidak lagi boleh sekadar jadi penonton proyek-proyek besar. Melalui dana tersebut, pemerintah mendorong munculnya unit-unit pengolahan lokal, rumah produksi, hingga pusat kreatif yang digerakkan oleh masyarakat sendiri.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD, Harisa Soharjo, juga menambahkan bahwa ke depan, kawasan industri harus membuka ruang kolaborasi dengan UMKM dan pariwisata, agar perekonomian daerah tidak bergantung pada satu sektor saja.
“Industri itu bisa dari tenun, bisa dari kuliner. Tidak selalu harus ada cerobong asap,” katanya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana
Tiga anak dari satu keluarga berpenghasilan pas-pasan di Luwu Timur menuntaskan kuliah dengan bantuan beasiswa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Rabu, 30 Sep 2026 13:07
Sulsel
Puspawati Husler Minta Pokja Desa Sehat Tak Sekadar Administratif
Wakil Bupati Luwu Timur Puspawati Husler meminta Forum Kecamatan dan Kelompok Kerja (Pokja) Desa Sehat berperan sebagai penggerak di tengah masyarakat, bukan hanya menjalankan tugas administrasi.
Selasa, 29 Sep 2026 21:56
Sulsel
Warga Minta Keterwakilan Kerja, Pemkab Luwu Timur Pertemukan dengan PT TPE
Warga Dusun Togo, Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, mempersoalkan kejelasan rekrutmen karyawan PT Tiga Pilar Ekonomi (TPE).
Selasa, 29 Sep 2026 16:58
Sulsel
Dari Beasiswa hingga Bantuan Lansia, Kades Mahalona Raya Ceritakan Dampak Program Pemkab
Dua kepala desa di Luwu Timur menyampaikan kesan mereka setelah program daerah berjalan hampir setahun. Bagi warga desa, kata mereka, bantuan beasiswa, layanan kesehatan, dan santunan lansia menjadi yang paling terasa
Selasa, 29 Sep 2026 14:02
Sulsel
16 Menara BTS Berdiri di Luwu Timur, Tiga Titik Blankspot Teratasi
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mencatat 16 unit menara Base Transceiver Station (BTS) terbangun sepanjang 2026.
Senin, 28 Sep 2026 14:03
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Golkar Sulsel Perpanjang Masa Kepengurusan Appi dan 21 Golkar Kabupaten/kota
2
Jaga Silaturahmi Senat, Prof Hasmyati: Hubungan Baik Jauh Lebih Penting
3
Dansat Brimob Temui Dirut PDAM Makassar, Bahas Sinergi Kegiatan Sosial
4
Australia Experience Day Indosat Buka Akses Pendidikan & Perjalanan bagi Warga Makassar
5
DPO Penyiraman Cabai Jeneponto Ditangkap di Rumah Kadis Pendidikan Bantaeng
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Golkar Sulsel Perpanjang Masa Kepengurusan Appi dan 21 Golkar Kabupaten/kota
2
Jaga Silaturahmi Senat, Prof Hasmyati: Hubungan Baik Jauh Lebih Penting
3
Dansat Brimob Temui Dirut PDAM Makassar, Bahas Sinergi Kegiatan Sosial
4
Australia Experience Day Indosat Buka Akses Pendidikan & Perjalanan bagi Warga Makassar
5
DPO Penyiraman Cabai Jeneponto Ditangkap di Rumah Kadis Pendidikan Bantaeng