UIN Alauddin Resmi Buka Program Magister Manajemen Bisnis Syariah
Sabtu, 28 Jun 2025 23:15
Pendaftaran mahasiswa baru telah dibuka secara daring melalui situs resmi https://admisi.uin-alauddin.ac.id. Foto: Istimewa
GOWA - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar resmi membuka Program Studi Magister Manajemen Bisnis Syariah.
Program ini hadir sebagai respons terhadap dinamika zaman sekaligus kebutuhan akan pemimpin bisnis yang mampu mengintegrasikan prinsip manajemen modern dengan nilai-nilai syariah.
Program studi ini telah resmi disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1123 Tahun 2024, serta telah mengantongi akreditasi "Baik" dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).
Dengan tiga konsentrasi utama—Manajemen Keuangan Syariah, Manajemen Pemasaran Syariah, serta Manajemen Sumber Daya Insani dan Kepemimpinan—program ini ditujukan untuk mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi di dunia profesional maupun akademik.
Ketua Program Studi Magister Manajemen Bisnis Syariah, Prof. Dr. Hj. Rika Dwi Ayu Parmitasari menuturkan, bahwa program ini terbuka luas bagi siapa saja yang ingin mengembangkan diri dalam dunia bisnis syariah, tak terbatas hanya untuk kalangan akademisi.
“Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi para akademisi, tetapi juga sangat relevan untuk para profesional dari berbagai latar belakang yang ingin meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola bisnis berbasis nilai-nilai syariah,” jelas Prof Rika dalam keterangan persnya, kemarin.
Pendaftaran mahasiswa baru telah dibuka secara daring melalui situs resmi https://admisi.uin-alauddin.ac.id, dan informasi lebih lanjut seputar jadwal kuliah serta kegiatan akademik dapat diakses melalui akun Instagram resmi @magistermbs.uinam.
Pembukaan program studi ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan UIN Alauddin Makassar untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkelanjutan, inklusif, dan responsif terhadap perkembangan global.
“Kami mengundang masyarakat untuk turut serta berkontribusi dalam membangun masa depan manajemen bisnis syariah yang lebih kuat dan berakar pada nilai-nilai Islam,” tutup Prof. Rika.
Program ini hadir sebagai respons terhadap dinamika zaman sekaligus kebutuhan akan pemimpin bisnis yang mampu mengintegrasikan prinsip manajemen modern dengan nilai-nilai syariah.
Program studi ini telah resmi disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1123 Tahun 2024, serta telah mengantongi akreditasi "Baik" dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).
Dengan tiga konsentrasi utama—Manajemen Keuangan Syariah, Manajemen Pemasaran Syariah, serta Manajemen Sumber Daya Insani dan Kepemimpinan—program ini ditujukan untuk mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi di dunia profesional maupun akademik.
Ketua Program Studi Magister Manajemen Bisnis Syariah, Prof. Dr. Hj. Rika Dwi Ayu Parmitasari menuturkan, bahwa program ini terbuka luas bagi siapa saja yang ingin mengembangkan diri dalam dunia bisnis syariah, tak terbatas hanya untuk kalangan akademisi.
“Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi para akademisi, tetapi juga sangat relevan untuk para profesional dari berbagai latar belakang yang ingin meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola bisnis berbasis nilai-nilai syariah,” jelas Prof Rika dalam keterangan persnya, kemarin.
Pendaftaran mahasiswa baru telah dibuka secara daring melalui situs resmi https://admisi.uin-alauddin.ac.id, dan informasi lebih lanjut seputar jadwal kuliah serta kegiatan akademik dapat diakses melalui akun Instagram resmi @magistermbs.uinam.
Pembukaan program studi ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan UIN Alauddin Makassar untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkelanjutan, inklusif, dan responsif terhadap perkembangan global.
“Kami mengundang masyarakat untuk turut serta berkontribusi dalam membangun masa depan manajemen bisnis syariah yang lebih kuat dan berakar pada nilai-nilai Islam,” tutup Prof. Rika.
(MAN)
Berita Terkait
News
Menag Ajak Guru Besar UIN Alauddin Bangun Episentrum Ilmu dan Peradaban
Menag RI, Nasaruddin Amir mengajak guru besar UIN Alauddin Makassar menjaga tradisi keilmuan. Ia mau, daerah di mana kampus berdiri, dikenal sebagai kota ilmuwan, episentrum peradaban Islam.
Senin, 09 Feb 2026 19:28
Sulsel
Forkeis UIN Alauddin Matangkan Arah Organisasi Lewat Upgrading 2026
Komunitas Studi Ekonomi Islam (KSEI) Forkeis Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menutup rangkaian kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja (Raker) 2026 di Baruga Paralegal, Minggu (8/2/2026).
Senin, 09 Feb 2026 11:17
News
Penguatan Publikasi dan Visibilitas Digital Dongkrak Posisi UIN Alauddin di Webometrics
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mencatat capaian baru dalam pemeringkatan perguruan tinggi berbasis web global, Webometrics.
Kamis, 05 Feb 2026 15:14
Sulsel
PMB Jalur SMM Afirmasi UIN Alauddin Makassar Dibuka, Ini Jalur dan Syaratnya
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar resmi membuka pendaftaran Seleksi Masuk Mandiri (SMM) jalur Afirmasi mulai 1 Februari hingga 11 April 2026.
Selasa, 03 Feb 2026 14:45
Sulsel
Masjid UIN Alauddin Buka Dapur Ramadhan, Siapkan Menu Berbuka 400 Porsi/Hari
Pengurus Masjid Agung Sultan Alauddin UIN Alauddin Makassar akan membuka Dapur Ramadhan selama Bulan Suci Ramadhan 1447 H.
Kamis, 29 Jan 2026 12:49
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bone Teken MoU SPAM Air Bersih, Nilai Investasi Tembus Rp200 Miliar
2
Gowa Perkuat Aksi Lingkungan, Jumat Bersih Libatkan Semua Pihak
3
Mardiono Tegaskan Mukernas PPP Tetap Sah, Meski Sekjen Taj Yasin Tidak Hadir
4
UPRI Wisuda 488 Lulusan, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Berdaya Saing
5
Imlek 2026, One Global Capital Bagikan Rp1,2 Triliun dari Proyek Five Dock Sydney
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bone Teken MoU SPAM Air Bersih, Nilai Investasi Tembus Rp200 Miliar
2
Gowa Perkuat Aksi Lingkungan, Jumat Bersih Libatkan Semua Pihak
3
Mardiono Tegaskan Mukernas PPP Tetap Sah, Meski Sekjen Taj Yasin Tidak Hadir
4
UPRI Wisuda 488 Lulusan, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Berdaya Saing
5
Imlek 2026, One Global Capital Bagikan Rp1,2 Triliun dari Proyek Five Dock Sydney