Basmin Ajak Umat Muslim Jalankan Kebiasaan Ramadan Sampai 11 Bulan Kedepan
Rabu, 26 Apr 2023 22:14
Bupati Luwu, H Basmin Mattayang, melaksanakan salat Ied di Lapangan Andi Djemma, bersama masyarakat Kota Belopa. Foto: SINDO Makassar/Chaeruddin
LUWU - Pelaksanaan dan perayaan lebaran Idulfitri 1444 H di Kabupaten Luwu berlangsung khidmat. Bupati Luwu H Basmin Mattayang melaksanakan salat Ied di Lapangan Andi Djemma, bersama masyarakat Kota Belopa.
Dalam sambutannya, Basmin Mattayang, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Luwu untuk tidak putus bersyukur atas nikmat iman dan kesehatan serta kesempatan yang diberikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Luwu.
"Hari ini, kita bersatu sebagai ummat, merayakan hari kemenangan, hari fitrah, menggapai kesucian setelah sebulan lamanya menjalankan kewajiban ibadah puasa dan amaliyah lainnya," ujarnya.
"Ramadan telah berlalu, namun kita bertekad kebiasaan Ramadan, nilai latihan dan semangatnya tetap menyatu dalam urat nadi setiap insan menjalankan kehidupan kita sebelas bulan ke depan, dengan harapan nilai Ramadan ini semakin mengangkat derajat ketakwaan, kesabaran, keikhlasan serta ukhuwah islamiah," lanjutnya.
Basmin mengatakan, yang sangat penting harus disyukuri pula bahwa Idulfitri tahun ini tidak seperti sebelumnya karena masih dibatasi oleh aturan pemerintah, akibat pandemi Covid-19. Termasuk soal mudik.
"Namun, alhamdulillah untuk Idulfitri kali ini, tidak ada lagi larangan mudik bagi para warga yang tinggal di luar kota. Semua bisa pulang, bisa mudik, dan bisa berkumpul dengan keluarga, sanak family atau teman-teman lainnya untuk saling bersilaturahmi," ungkapnya.
"Di tahun lalu, masih ada larangan untuk kita saling bersalam-salaman, dan saling memaafkan. Tapi di tahun ini, kita semua bisa bebas untuk saling bersalam-salaman dan untuk saling bermaaf-maafan," tambahnya.
Basmin mengatakan, kedatangan Idulfitri selalu memberik hikmah dan pelajaran yang sangat berharga. Di antaranya, penguatan pengakuan atas besarnya nikmat iman dan islam. Status iman dan Islam merupakan bagian dari puncak kebahagiaan yang dirasakan orang-orang mukmin.
Dengan nikmat iman dan islam ini, seseorang berada pada derajat yang tinggi dan mulia. Oleh karena itu, orang-orang beriman sudah sepatutnya merasakan kegembiraan, tidak merasa hina, dan tidak pula bersedih.
Baca juga: Rumah di Bukit Baruga Laris Manis selama Ramadan, Tipe Plumeria Tahap II Sold Out
Kedua, tumbuhnya kesadaran secara total bahwa bekal yang terbaik bagi orang-orang yang beriman adalah ketakwaan kepada Allah SWT. Jika ajaran Islam dikenal dengan tiga dimensi, yaitu iman, Islam, dan ihsan, sifat takwa merupakan integralisasi ketiga dimensi tersebut.
Pada hari raya Idulfitri, barometer kegembiraan yang paling penting adalah kesuksesan memperoleh predikat takwa sebagai tujuan dari pada ibadah yang disyariatkan, khususnya ibadah puasa ramadan.
Ketiga, pentingnya menjaga hubungan baik
di antara sesama manusia. Suasana hari raya Idulfitri mampu menumbuhkan dan menguatkan nilai persatuan dan persaudaraan.
Lebih-lebih nilai persatuan dan persaudaraan tersebut diikat dengan kesamaan agama dan hubungan keluarga. Oleh sebab itu, saling mengunjungi antara tetangga dan keluarga adalah anjuran yang sangat baik dalam upaya mengokohkan ikatan persaudaraan Dan kekeluargaan.
Demikian juga, sikap saling meminta maaf dan memaafkan, tentunya menjadi bagian dari perbuatan yang terpuji yang diperintahkan dalam islam.
Mampu mengendalikan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain, keduanya adalah di antara ciri orang-orang yang bertakwa yang mengundang cinta Allah SWT.
Baca juga: Ramadan Peduli Golkar Parepare, Erna Rasyid Taufan Berbagi Paket Sembako
"Marilah kita rekatkan kembali tali persaudaraan yang hampir putus. Kita tundukkan hati untuk saling membuka pintu maaf, saling melepaskan keangkuhan dan dendam agar kita menjadi begitu damai untuk saling berdampingan," serunya.
"Saya selaku bupati luwu, atas nama pribadi, keluarga dan jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan dan kekhilafan. Saya sadar selaku manusia biasa, memiliki banyak keterbatasan. Tak mampu memuaskan hati semua orang," tutupnya.
Dalam sambutannya, Basmin Mattayang, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Luwu untuk tidak putus bersyukur atas nikmat iman dan kesehatan serta kesempatan yang diberikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Luwu.
"Hari ini, kita bersatu sebagai ummat, merayakan hari kemenangan, hari fitrah, menggapai kesucian setelah sebulan lamanya menjalankan kewajiban ibadah puasa dan amaliyah lainnya," ujarnya.
"Ramadan telah berlalu, namun kita bertekad kebiasaan Ramadan, nilai latihan dan semangatnya tetap menyatu dalam urat nadi setiap insan menjalankan kehidupan kita sebelas bulan ke depan, dengan harapan nilai Ramadan ini semakin mengangkat derajat ketakwaan, kesabaran, keikhlasan serta ukhuwah islamiah," lanjutnya.
Basmin mengatakan, yang sangat penting harus disyukuri pula bahwa Idulfitri tahun ini tidak seperti sebelumnya karena masih dibatasi oleh aturan pemerintah, akibat pandemi Covid-19. Termasuk soal mudik.
"Namun, alhamdulillah untuk Idulfitri kali ini, tidak ada lagi larangan mudik bagi para warga yang tinggal di luar kota. Semua bisa pulang, bisa mudik, dan bisa berkumpul dengan keluarga, sanak family atau teman-teman lainnya untuk saling bersilaturahmi," ungkapnya.
"Di tahun lalu, masih ada larangan untuk kita saling bersalam-salaman, dan saling memaafkan. Tapi di tahun ini, kita semua bisa bebas untuk saling bersalam-salaman dan untuk saling bermaaf-maafan," tambahnya.
Basmin mengatakan, kedatangan Idulfitri selalu memberik hikmah dan pelajaran yang sangat berharga. Di antaranya, penguatan pengakuan atas besarnya nikmat iman dan islam. Status iman dan Islam merupakan bagian dari puncak kebahagiaan yang dirasakan orang-orang mukmin.
Dengan nikmat iman dan islam ini, seseorang berada pada derajat yang tinggi dan mulia. Oleh karena itu, orang-orang beriman sudah sepatutnya merasakan kegembiraan, tidak merasa hina, dan tidak pula bersedih.
Baca juga: Rumah di Bukit Baruga Laris Manis selama Ramadan, Tipe Plumeria Tahap II Sold Out
Kedua, tumbuhnya kesadaran secara total bahwa bekal yang terbaik bagi orang-orang yang beriman adalah ketakwaan kepada Allah SWT. Jika ajaran Islam dikenal dengan tiga dimensi, yaitu iman, Islam, dan ihsan, sifat takwa merupakan integralisasi ketiga dimensi tersebut.
Pada hari raya Idulfitri, barometer kegembiraan yang paling penting adalah kesuksesan memperoleh predikat takwa sebagai tujuan dari pada ibadah yang disyariatkan, khususnya ibadah puasa ramadan.
Ketiga, pentingnya menjaga hubungan baik
di antara sesama manusia. Suasana hari raya Idulfitri mampu menumbuhkan dan menguatkan nilai persatuan dan persaudaraan.
Lebih-lebih nilai persatuan dan persaudaraan tersebut diikat dengan kesamaan agama dan hubungan keluarga. Oleh sebab itu, saling mengunjungi antara tetangga dan keluarga adalah anjuran yang sangat baik dalam upaya mengokohkan ikatan persaudaraan Dan kekeluargaan.
Demikian juga, sikap saling meminta maaf dan memaafkan, tentunya menjadi bagian dari perbuatan yang terpuji yang diperintahkan dalam islam.
Mampu mengendalikan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain, keduanya adalah di antara ciri orang-orang yang bertakwa yang mengundang cinta Allah SWT.
Baca juga: Ramadan Peduli Golkar Parepare, Erna Rasyid Taufan Berbagi Paket Sembako
"Marilah kita rekatkan kembali tali persaudaraan yang hampir putus. Kita tundukkan hati untuk saling membuka pintu maaf, saling melepaskan keangkuhan dan dendam agar kita menjadi begitu damai untuk saling berdampingan," serunya.
"Saya selaku bupati luwu, atas nama pribadi, keluarga dan jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan dan kekhilafan. Saya sadar selaku manusia biasa, memiliki banyak keterbatasan. Tak mampu memuaskan hati semua orang," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Lifestyle
Mercure Makassar Hadirkan Bukber Dua Konsep dan Program Sosial
Mercure Makassar Nexa Pettarani menyiapkan dua konsep berbuka puasa untuk Ramadan 2026, yakni “Ramadan Kareem” dan “Ramadan in Harmony”. Hotel ini juga memasukkan unsur donasi.
Selasa, 17 Feb 2026 20:33
News
Pesan Menag untuk para Mubaligh dan Imam Tarawih dalam Pengabdian Ramadan
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyampaikan pesan bagi para Mubaligh dan imam tarawih dalam mengemban tugas selama bulanRamadan.
Selasa, 17 Feb 2026 19:26
Makassar City
Observatorium Unismuh Makassar Jadi Titik Pemantauan Hilal
Universitas Muhammadiyah Makassar menjadi lokasi utama pemantauan hilal Ramadan 1447 Hijriah di Sulawesi Selatan. Kegiatan rukyatul ini diselenggarakan Kementerian Agama.
Selasa, 17 Feb 2026 16:26
Sulsel
Jelang Ramadan, Pemkab Bantaeng Awasi Harga dan Stok Pangan
Pemerintah Kabupaten Bantaeng menemukan kenaikan harga sejumlah bahan pokok menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Temuan itu diperoleh saat peninjauan langsung di Pasar Sentral Bantaeng dan Pasar Lambocca.
Selasa, 17 Feb 2026 15:15
Makassar City
APIH Dukung Kebijakan Makassar Tutup Tempat Hiburan Selama Ramadan
Pemerintah Kota Makassar resmi mengeluarkan kebijakan penutupan sementara sejumlah tempat hiburan dalam rangka menghormati Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi serta memperingati Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1948).
Senin, 16 Feb 2026 17:44
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bentuk Tim 5, PKB Sulsel Terapkan Uji Kompetensi Berlapis untuk Calon Ketua DPC
2
Fraksi Golkar Makassar Sebut Penertiban PKL Kembalikan Fungsi Fasilitas Publik
3
Observatorium Unismuh Makassar Jadi Titik Pemantauan Hilal
4
Jalan Beton 315 Meter yang Dibangun Swadaya H Faisal Ibrahim di Bone Diresmikan
5
Mercure Makassar Hadirkan Bukber Dua Konsep dan Program Sosial
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bentuk Tim 5, PKB Sulsel Terapkan Uji Kompetensi Berlapis untuk Calon Ketua DPC
2
Fraksi Golkar Makassar Sebut Penertiban PKL Kembalikan Fungsi Fasilitas Publik
3
Observatorium Unismuh Makassar Jadi Titik Pemantauan Hilal
4
Jalan Beton 315 Meter yang Dibangun Swadaya H Faisal Ibrahim di Bone Diresmikan
5
Mercure Makassar Hadirkan Bukber Dua Konsep dan Program Sosial