230 Ribu Warga Pangkep Masuk Program Jaminan Kesehatan
Rabu, 08 Okt 2025 18:28
Rapat Koordinasi Bantuan Sosial Kesejahteraan Keluarga Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Pemerintah Daerah 2025. Foto: SINDO Makassar/Munjiyah Dirga Ghazali
PANGKEP - Dinas Sosial Kabupaten Pangkep menggelar Rapat Koordinasi Bantuan Sosial Kesejahteraan Keluarga Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Pemerintah Daerah 2025 di ruang rapat lantai 3 Kantor Bupati, Rabu (8/10/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Hj. Herlina, para operator kelurahan. Rakor dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Pangkep, Kusmawati.
Dalam sambutannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kusmawati menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi antaroperator dan memastikan penyaluran bantuan iuran jaminan kesehatan berjalan tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pangkep, Asykur Abubakar, menjelaskan bahwa rakor ini bertujuan memberikan pemahaman bagi para operator jaminan sosial, baik Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN maupun PBI APBD, agar memiliki persepsi yang sama dalam menjalankan program.
Asykur menjelaskan, saat ini banyak muncul inovasi dan perubahan, sehingga penting untuk menyamakan persepsi di antara para operator. Selain itu, perlu juga dikembangkan keterampilan dan edukasi, terutama terkait berbagai persoalan yang selama ini dialami masyarakat.
"Masyarakat harus memahami dengan jelas tujuan dari adanya bantuan, khususnya PBI APBN. Begitu pula dalam hal pelayanan dasar, setiap masyarakat wajib mendapatkan pelayanan dari pemerintah kabupaten, khususnya bagi mereka yang kurang mampu,” ujar Asykur.
Ia menyebutkan, saat ini jumlah penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan di Pangkep mencapai 160 ribu jiwa untuk PBI APBN, dan 70 ribu jiwa untuk PBI APBD tingkat II.
Terkait realisasi, Asykur mengungkapkan bahwa saat ini sistem sudah tidak lagi menggunakan skema Universal Health Coverage (UHC), melainkan terdapat daftar tunggu bagi masyarakat yang baru mendaftar.
Dijelaskan Asykur, ada sekitar 9 ribu penerima PBI pusat yang dinonaktifkan, karena ditemukan masyarakat yang sebenarnya sudah mampu tapi masih ditanggung pemerintah.
"Namun, masyarakat yang masih menganggap dirinya kurang mampu dan mendesak membutuhkan layanan kesehatan dapat melakukan reaktivasi dengan alasan tertentu, seperti urgent sakit atupun akan menjalani operasi," tambahnya.
“Reaktivasi ini bisa dilakukan dalam 1–2 hari. Dari 9 ribu data yang dinonaktifkan, sudah sekitar 300 orang yang berhasil diaktifkan kembali yang betul-betul sakit dan tidak mampu,” tambahnya.
Asykur juga menegaskan, pembaruan data di Kabupaten Pangkep dilakukan dua kali setahun untuk memastikan keakuratan penerima manfaat. Ia berharap seluruh data penerima dapat valid dan sinkron dengan Dukcapil, mengingat banyak kasus ketidakaktifan BPJS disebabkan oleh data kependudukan yang belum diperbarui.
“Banyak penyebab data tidak aktif, seperti warga meninggal tanpa akta kematian, pindah tapi tidak melapor, atau bayi lahir tidak dilaporkan. Karena itu, kami harap masyarakat segera melapor agar bisa segera diakomodasi. Bayi yang berusia hingga 3 bulan masih bisa ditanggung oleh APBN pusat jika segera dilaporkan,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial berharap validasi data DTSN di tingkat kelurahan semakin baik, sehingga program bantuan iuran BPJS Kesehatan dari Pemda Pangkep dapat terus menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Hj. Herlina, para operator kelurahan. Rakor dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Pangkep, Kusmawati.
Dalam sambutannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kusmawati menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi antaroperator dan memastikan penyaluran bantuan iuran jaminan kesehatan berjalan tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pangkep, Asykur Abubakar, menjelaskan bahwa rakor ini bertujuan memberikan pemahaman bagi para operator jaminan sosial, baik Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN maupun PBI APBD, agar memiliki persepsi yang sama dalam menjalankan program.
Asykur menjelaskan, saat ini banyak muncul inovasi dan perubahan, sehingga penting untuk menyamakan persepsi di antara para operator. Selain itu, perlu juga dikembangkan keterampilan dan edukasi, terutama terkait berbagai persoalan yang selama ini dialami masyarakat.
"Masyarakat harus memahami dengan jelas tujuan dari adanya bantuan, khususnya PBI APBN. Begitu pula dalam hal pelayanan dasar, setiap masyarakat wajib mendapatkan pelayanan dari pemerintah kabupaten, khususnya bagi mereka yang kurang mampu,” ujar Asykur.
Ia menyebutkan, saat ini jumlah penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan di Pangkep mencapai 160 ribu jiwa untuk PBI APBN, dan 70 ribu jiwa untuk PBI APBD tingkat II.
Terkait realisasi, Asykur mengungkapkan bahwa saat ini sistem sudah tidak lagi menggunakan skema Universal Health Coverage (UHC), melainkan terdapat daftar tunggu bagi masyarakat yang baru mendaftar.
Dijelaskan Asykur, ada sekitar 9 ribu penerima PBI pusat yang dinonaktifkan, karena ditemukan masyarakat yang sebenarnya sudah mampu tapi masih ditanggung pemerintah.
"Namun, masyarakat yang masih menganggap dirinya kurang mampu dan mendesak membutuhkan layanan kesehatan dapat melakukan reaktivasi dengan alasan tertentu, seperti urgent sakit atupun akan menjalani operasi," tambahnya.
“Reaktivasi ini bisa dilakukan dalam 1–2 hari. Dari 9 ribu data yang dinonaktifkan, sudah sekitar 300 orang yang berhasil diaktifkan kembali yang betul-betul sakit dan tidak mampu,” tambahnya.
Asykur juga menegaskan, pembaruan data di Kabupaten Pangkep dilakukan dua kali setahun untuk memastikan keakuratan penerima manfaat. Ia berharap seluruh data penerima dapat valid dan sinkron dengan Dukcapil, mengingat banyak kasus ketidakaktifan BPJS disebabkan oleh data kependudukan yang belum diperbarui.
“Banyak penyebab data tidak aktif, seperti warga meninggal tanpa akta kematian, pindah tapi tidak melapor, atau bayi lahir tidak dilaporkan. Karena itu, kami harap masyarakat segera melapor agar bisa segera diakomodasi. Bayi yang berusia hingga 3 bulan masih bisa ditanggung oleh APBN pusat jika segera dilaporkan,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial berharap validasi data DTSN di tingkat kelurahan semakin baik, sehingga program bantuan iuran BPJS Kesehatan dari Pemda Pangkep dapat terus menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Kabupaten Pangkep Raih Terbaik Ketiga Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mendapatkan penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan.
Jum'at, 18 Sep 2026 21:37
Sulsel
Unismuh dan Pemkab Pangkep Perluas Kerja Sama Pendidikan
Unismuh Makassar dan Pemkab Pangkep membuka peluang kerja sama di sejumlah bidang, mulai dari penempatan mahasiswa koas, KKN di wilayah kepulauan, hingga program mahasiswa internasional.
Rabu, 16 Sep 2026 19:35
Sulsel
Bupati dan Forkopimda Pantau Stok BBM, Antisipasi Antrean di SPBU
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung memantau ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Sabtu, 12 Sep 2026 04:55
Sulsel
Desa Siaga TB di Pangkep Dapat Apresiasi dari Kemenkes
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr Benjamin Paulus Octavianus, atas keberhasilannya membentuk Desa Siaga Tuberkulosis (TB) hingga 100 persen.
Jum'at, 07 Agu 2026 19:26
Sulsel
BPS Pangkep Terjunkan 315 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Bupati Tekankan Akurasi Data
Sebanyak 315 petugas Sensus Ekonomi 2026 resmi diterjunkan untuk mendata aktivitas usaha di seluruh wilayah Kabupaten Pangkep.
Senin, 15 Jun 2026 17:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Target Kembalikan Kejayaan Golkar, AMPI Lutim Kini Dipimpin Bangkit Revormansyah
4
Toyota Auto Show 2026 Hadirkan Land Cruiser FJ Perdana di Makassar
5
Kabupaten Bantaeng Kini Punya Program Subuh Mengaji
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Target Kembalikan Kejayaan Golkar, AMPI Lutim Kini Dipimpin Bangkit Revormansyah
4
Toyota Auto Show 2026 Hadirkan Land Cruiser FJ Perdana di Makassar
5
Kabupaten Bantaeng Kini Punya Program Subuh Mengaji