BPBD Maros Petakan Wilayah Rawan Bencana, 10 Kecamatan Berpotensi Banjir
Senin, 10 Nov 2025 06:05
BPBD Maros melakukan pemeriksaan kelengkapan alat penunjang penanggulangan bencana. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan mulai melakukan pemetaan wilayah rawan bencana alam, memasuki musim penghujan.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang biasanya meningkat saat musim hujan.
Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, mengatakan, sejumlah kecamatan di wilayah barat Maros memiliki potensi tinggi terendam banjir saat curah hujan meningkat.
"Wilayah yang berpotensi tinggi tergenang saat musim hujan seperti Kecamatan Bontoa, Bantimurung, Lau, Maros Baru, Marusu, Mandai, Simbang, Tanralili, Turikale, dan Moncongloe,” terangnya.
Dari hasil pemetaan, Bontoa tercatat sebagai wilayah dengan lahan tergenang paling luas, mencapai 4.405 hektare.
Disusul Bantimurung (3.118 ha), Lau (3.181 ha), Maros Baru (3.032 ha), dan Marusu (2.942 ha).
Sementara itu, wilayah pegunungan seperti Camba, Cenrana, Mallawa, dan Tompobulu tergolong aman dari banjir karena topografinya yang berbukit.
Namun, wilayah tersebut justru berpotensi tinggi mengalami tanah longsor.
Kecamatan Tompobulu menjadi daerah dengan indeks bahaya longsor tertinggi seluas 4.297 hektare.
Sementara itu, Cenrana memiliki luas 12.692 hektare kategori bahaya longsor rendah, dan Bantimurung 594 hektare kategori sedang.
"Tiga kecamatan itu perlu perhatian serius karena topografi curam dan kondisi tanahnya rawan longsor," jelasnya.
Kemudian, untuk ancaman cuaca ekstrem, wilayah Tompobulu tercatat memiliki luas 20.457 hektare kategori sedang, sedangkan Bontoa mencapai 5.047 hektare kategori tinggi.
Selain itu, Cenrana dan Mallawa juga memiliki tingkat kerawanan cukup besar, masing-masing 13.477 hektare dan 16.148 hektare.
"Secara keseluruhan, seluruh kecamatan di Maros memiliki indeks bahaya cuaca ekstrem, sehingga kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan," bebernya.
BPBD Maros juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa untuk membentuk posko siaga bencana di wilayah rawan terdampak.
"Kami terus berkoordinasi agar posko siaga bencana segera dibentuk. Posko ini penting sebagai pusat informasi dan tanggap darurat jika terjadi banjir atau bencana lain," ujarnya.
Selain pemetaan dan pembentukan posko, BPBD juga aktif menyebarkan imbauan melalui media sosial dan media massa agar masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Sementara itu, Kepala BPBD Maros, Towadeng, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel dan peralatan evakuasi menghadapi potensi bencana.
"Personel kami sudah siaga, termasuk alat evakuasi pohon dan perahu karet. Kami ingin memastikan semua dalam kondisi siap ketika dibutuhkan," jelas Towadeng.
Mantan Kadis Kopumdag ini juga mengungkapkan, BPBD bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan kegiatan pemangkasan pohon di tepi jalan berjalan aman.
"Koordinasi lintas dinas penting agar pemangkasan tidak mengganggu arus lalu lintas," katanya.
Towadeng menambahkan, BPBD terus memantau kondisi cuaca dan menyiapkan langkah cepat jika terjadi bencana di lapangan.
"Kami berharap masyarakat tetap tenang tapi waspada. Jangan keluar rumah saat hujan deras dan angin kencang demi keselamatan bersama," tutupnya.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang biasanya meningkat saat musim hujan.
Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, mengatakan, sejumlah kecamatan di wilayah barat Maros memiliki potensi tinggi terendam banjir saat curah hujan meningkat.
"Wilayah yang berpotensi tinggi tergenang saat musim hujan seperti Kecamatan Bontoa, Bantimurung, Lau, Maros Baru, Marusu, Mandai, Simbang, Tanralili, Turikale, dan Moncongloe,” terangnya.
Dari hasil pemetaan, Bontoa tercatat sebagai wilayah dengan lahan tergenang paling luas, mencapai 4.405 hektare.
Disusul Bantimurung (3.118 ha), Lau (3.181 ha), Maros Baru (3.032 ha), dan Marusu (2.942 ha).
Sementara itu, wilayah pegunungan seperti Camba, Cenrana, Mallawa, dan Tompobulu tergolong aman dari banjir karena topografinya yang berbukit.
Namun, wilayah tersebut justru berpotensi tinggi mengalami tanah longsor.
Kecamatan Tompobulu menjadi daerah dengan indeks bahaya longsor tertinggi seluas 4.297 hektare.
Sementara itu, Cenrana memiliki luas 12.692 hektare kategori bahaya longsor rendah, dan Bantimurung 594 hektare kategori sedang.
"Tiga kecamatan itu perlu perhatian serius karena topografi curam dan kondisi tanahnya rawan longsor," jelasnya.
Kemudian, untuk ancaman cuaca ekstrem, wilayah Tompobulu tercatat memiliki luas 20.457 hektare kategori sedang, sedangkan Bontoa mencapai 5.047 hektare kategori tinggi.
Selain itu, Cenrana dan Mallawa juga memiliki tingkat kerawanan cukup besar, masing-masing 13.477 hektare dan 16.148 hektare.
"Secara keseluruhan, seluruh kecamatan di Maros memiliki indeks bahaya cuaca ekstrem, sehingga kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan," bebernya.
BPBD Maros juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa untuk membentuk posko siaga bencana di wilayah rawan terdampak.
"Kami terus berkoordinasi agar posko siaga bencana segera dibentuk. Posko ini penting sebagai pusat informasi dan tanggap darurat jika terjadi banjir atau bencana lain," ujarnya.
Selain pemetaan dan pembentukan posko, BPBD juga aktif menyebarkan imbauan melalui media sosial dan media massa agar masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Sementara itu, Kepala BPBD Maros, Towadeng, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel dan peralatan evakuasi menghadapi potensi bencana.
"Personel kami sudah siaga, termasuk alat evakuasi pohon dan perahu karet. Kami ingin memastikan semua dalam kondisi siap ketika dibutuhkan," jelas Towadeng.
Mantan Kadis Kopumdag ini juga mengungkapkan, BPBD bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan kegiatan pemangkasan pohon di tepi jalan berjalan aman.
"Koordinasi lintas dinas penting agar pemangkasan tidak mengganggu arus lalu lintas," katanya.
Towadeng menambahkan, BPBD terus memantau kondisi cuaca dan menyiapkan langkah cepat jika terjadi bencana di lapangan.
"Kami berharap masyarakat tetap tenang tapi waspada. Jangan keluar rumah saat hujan deras dan angin kencang demi keselamatan bersama," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Pengajian ASN Maros Tekankan Integritas Kerja
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maros mengikuti pengajian rutin bulanan.
Rabu, 21 Okt 2026 15:23
Sulsel
Maros Bentuk Komisi Irigasi, Pemerataan Pembangunan jadi Prioritas
Pemerintah Kabupaten Maros membentuk Komisi irigasi. Komisi ini dibentuk untuk membahas daerah yang paling membutuhkan perbaikan saluran agar pembangunan lebih merata dan sesuai kebutuhan petani.
Selasa, 20 Okt 2026 15:22
Sulsel
Permudah Layanan Korban Kecelakaan, RSUD La Palaloi Buat Inovasi Siparutusu
Sebanyak 1.311 pasien kecelakaan tercatat mendapatkan pelayanan di RSUD dr La Palaloi Kabupaten Maros sepanjang 2024 hingga Juli 2026.
Selasa, 20 Okt 2026 12:16
Sulsel
Realisasi PAD Maros Capai 82,23 Persen, Tersisa Rp61,5 Miliar dari Target
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros mencapai Rp285,5 miliar hingga September 2026 atau 82,23 persen dari target Rp347 miliar.
Senin, 19 Okt 2026 12:36
Sulsel
DPO Kasus Penggelapan, ASN Maros Terancam Dipecat
Seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Maros, Hj Raoda, terancam diberhentikan setelah diduga tidak masuk kerja tanpa keterangan sejak Juli 2025.
Minggu, 18 Okt 2026 17:12
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
5
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Optimistis Terus Tumbuh
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
5
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Optimistis Terus Tumbuh