10 Ribu Orang Terlibat Sukseskan Perhelatan Hari Jadi Gowa ke-705
Selasa, 18 Nov 2025 11:53
Penampilan kebudayaan pada puncak perayaan Hari Jadi Gowa ke-705 di Istana Balla Lompoa, kemarin. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
GOWA - Masyarakat Kabupaten Gowa antusias dalam menyukseskan perhelatan Hari Jadi Gowa (HJG) yang ke-705 tahun. Hal ini terbukti dengan tingginya partisipasi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Dalam berbagai kegiatan HJG tahun ini melibatkan masyarakat. Kami mencatat sekitar 10.000 masyarakat yang ambil bagian," ungkap Wakil Bupati Gowa yang juga Ketua Panitia HJG Ke-705, Darmawangsyah Muin, di sela-sela Puncak HJG ke-705, di Kawasan Museum Balla Lompoa, Senin, (17/11/2025).
Hal ini kata dia, menjadi semangat kebersamaan, serta simbol bahwa peringatan HJG bukan hanya milik pemerintah, tetapi menjadi perayaan semua pihak yang ada.
Ini kata dia, menunjukkan bahwa peringatan HJG telah menjadi pesta rakyat dengan partisipasi aktif seluruh elemen sesuai dengan semangat Gowa Bersama.
Menurut Darmawangsyah, dalam memperingati HJG digelar berbagai kegiatan utama yang berlangsung sejak 8 hingga 15 November 2025. Adapun berbagai kegiatan dibagi dalam beberapa pilar. Antara lain, Pilar Ekologi dan Sosial melalui kegiatan penghijauan dan penanaman pohon, ziarah ke makam pahlawan.
Kemudian, Pilar Budaya dan Intelektual dengan kegiatan Grand Final Pemilihan Taurungka dan Tauolona Duta Wisata Keputusan Gowa, serta Pameran Senjata Tajam Tradisional di Galeri Istana Tamalate.
“Pameran ini berhasil menarik minat budayawan, akademisi, dan masyarakat umum untuk mempelajari filosofi di balik kekayaan benda pusaka Kerajaan Gowa dari masa ke masa,” katanya.
Selanjutnya, digelar seminar dan kajian sejarah dengan topik “Makna Daeng dan Gelar Adat, Gelar Kehormatan atau Gelar Bangsawan” yang dilaksanakan di Museum Balla Lompoa. Kegian ini menjadi forum penting bagi akademisi dan pemangku adat.
Sementara Direktur Double Helix, Ichal selaku EO (event organizer) acara HJG tahun ini mengatakan penataan lokasi acara dibuat senyaman mungkin untuk para pengunjung.
Panggung utama mengambil lokasi tangga pelataran museum dengan latar Museum Istana Balla Lompoa. Sementara tenda besar membentang berhadapan dengan panggung utama. Sementara di sebelah kiri tenda tamu dijadikan kawasan kuliner UMKM.
Jalan utama masuk ke arena tenda utama, dibuat jalan lebar dilapisi karpet merah. Di gerbang utama memasuki tenda tamu dilengkapi gapura besar berbentuk hiasan kepala wanita Makassar atau dikenal dengan sebutan Saloko Pinang Goyang (bando/mahkota).
Di hadapan gapura dibuat panggung memanjang sebagai spot foto juga berhias hiasan cantik diwarnai sejumlah bentangan kain cura’labba’ yang memperlihatkan nuansa energik dan dinamis karena padu padan warna sarung cura’labba’.
Suasana indah di tengah pelaksanaan HJG 705 ini pun diakui sejumlah pengunjung. Misalnya Marni yang berasal dari Kecamatan Pallangga. Dia mengaku sangat menikmati perhelatan HJG kali ini.
“Sambil menyaksikan puncak HJG, saya menikmati indahnya taman dalam kawasan istana. Banyak spot foto, bukan hanya dari taman bunga yang ada tapi juga spot foto yang sengaja dibuat oleh pelaksana acara,” ucapnya.
"Dalam berbagai kegiatan HJG tahun ini melibatkan masyarakat. Kami mencatat sekitar 10.000 masyarakat yang ambil bagian," ungkap Wakil Bupati Gowa yang juga Ketua Panitia HJG Ke-705, Darmawangsyah Muin, di sela-sela Puncak HJG ke-705, di Kawasan Museum Balla Lompoa, Senin, (17/11/2025).
Hal ini kata dia, menjadi semangat kebersamaan, serta simbol bahwa peringatan HJG bukan hanya milik pemerintah, tetapi menjadi perayaan semua pihak yang ada.
Ini kata dia, menunjukkan bahwa peringatan HJG telah menjadi pesta rakyat dengan partisipasi aktif seluruh elemen sesuai dengan semangat Gowa Bersama.
Menurut Darmawangsyah, dalam memperingati HJG digelar berbagai kegiatan utama yang berlangsung sejak 8 hingga 15 November 2025. Adapun berbagai kegiatan dibagi dalam beberapa pilar. Antara lain, Pilar Ekologi dan Sosial melalui kegiatan penghijauan dan penanaman pohon, ziarah ke makam pahlawan.
Kemudian, Pilar Budaya dan Intelektual dengan kegiatan Grand Final Pemilihan Taurungka dan Tauolona Duta Wisata Keputusan Gowa, serta Pameran Senjata Tajam Tradisional di Galeri Istana Tamalate.
“Pameran ini berhasil menarik minat budayawan, akademisi, dan masyarakat umum untuk mempelajari filosofi di balik kekayaan benda pusaka Kerajaan Gowa dari masa ke masa,” katanya.
Selanjutnya, digelar seminar dan kajian sejarah dengan topik “Makna Daeng dan Gelar Adat, Gelar Kehormatan atau Gelar Bangsawan” yang dilaksanakan di Museum Balla Lompoa. Kegian ini menjadi forum penting bagi akademisi dan pemangku adat.
Sementara Direktur Double Helix, Ichal selaku EO (event organizer) acara HJG tahun ini mengatakan penataan lokasi acara dibuat senyaman mungkin untuk para pengunjung.
Panggung utama mengambil lokasi tangga pelataran museum dengan latar Museum Istana Balla Lompoa. Sementara tenda besar membentang berhadapan dengan panggung utama. Sementara di sebelah kiri tenda tamu dijadikan kawasan kuliner UMKM.
Jalan utama masuk ke arena tenda utama, dibuat jalan lebar dilapisi karpet merah. Di gerbang utama memasuki tenda tamu dilengkapi gapura besar berbentuk hiasan kepala wanita Makassar atau dikenal dengan sebutan Saloko Pinang Goyang (bando/mahkota).
Di hadapan gapura dibuat panggung memanjang sebagai spot foto juga berhias hiasan cantik diwarnai sejumlah bentangan kain cura’labba’ yang memperlihatkan nuansa energik dan dinamis karena padu padan warna sarung cura’labba’.
Suasana indah di tengah pelaksanaan HJG 705 ini pun diakui sejumlah pengunjung. Misalnya Marni yang berasal dari Kecamatan Pallangga. Dia mengaku sangat menikmati perhelatan HJG kali ini.
“Sambil menyaksikan puncak HJG, saya menikmati indahnya taman dalam kawasan istana. Banyak spot foto, bukan hanya dari taman bunga yang ada tapi juga spot foto yang sengaja dibuat oleh pelaksana acara,” ucapnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Wabup Gowa Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Pemerintah Kabupaten Gowa menilai Sensus Ekonomi (SE) 2026 menjadi langkah strategis untuk memetakan kondisi riil sektor usaha sekaligus memperkuat dasar penyusunan kebijakan ekonomi daerah.
Rabu, 10 Jun 2026 17:26
Sulsel
Pemkab Gowa Perkuat Layanan Kesehatan, Fokus Turunkan Stunting dan Kemiskinan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus memperkuat layanan kesehatan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Rabu, 10 Jun 2026 16:42
Sulsel
Dukung Ketahanan Pangan dan Investasi, Pemkab Gowa Sinkronkan Data Pertanahan
Pemerintah Kabupaten Gowa menggelar Forum Penataan Ruang Kabupaten Gowa di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Selasa (9/6/2026).
Selasa, 09 Jun 2026 17:01
Sulsel
Pulang Haji, Jemaah Gowa Diminta Jadi Teladan dan Penguat Persatuan
Sebanyak 385 jemaah haji asal Kabupaten Gowa yang tergabung dalam Kloter 7 UPG Debarkasi Makassar tiba kembali di Tanah Air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Minggu, 07 Jun 2026 16:59
Sulsel
14 Kali Berturut-turut, Gowa Kembali Raih Opini WTP dari BPK
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Selatan.
Sabtu, 06 Jun 2026 15:53
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
2
UMI Jadi Tuan Rumah Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional bagi Dosen
3
BI Sulsel Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Ekonomi Syariah
4
Pegadaian Berhasil Borong Lima Penghargaan Bergengsi Asia
5
Studi Doktor UIKA: Wakaf Uang Dorong Kebahagiaan hingga Rasa Hidup Bermakna
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
2
UMI Jadi Tuan Rumah Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional bagi Dosen
3
BI Sulsel Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Ekonomi Syariah
4
Pegadaian Berhasil Borong Lima Penghargaan Bergengsi Asia
5
Studi Doktor UIKA: Wakaf Uang Dorong Kebahagiaan hingga Rasa Hidup Bermakna