Kapolres Maros Minta Maaf, Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Polisi Disidik
Sabtu, 03 Jan 2026 18:11
Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya memberikan keterangan kepada awak media. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda bernama Akbar dalam kondisi luka-luka diduga akibat pemukulan oleh oknum anggota kepolisian beredar di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada malam pergantian tahun, Kamis (1/1/2025).
Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarga, serta menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional dan tidak memihak.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarga. Kami pastikan proses hukum berjalan objektif, tanpa keberpihakan kepada siapa pun,” ujar Douglas saat ditemui awak media.
Kapolres menjelaskan, peristiwa bermula saat korban menyalakan petasan jenis gasing yang mengenai salah satu anggota polisi berinisial AN, yang saat itu sedang bertugas melakukan pengamanan malam tahun baru.
“Petasan tersebut mengenai AN di bagian kaki,” jelasnya.
Setelah itu, AN menegur korban hingga terjadi adu mulut. Peristiwa tersebut sempat dilerai oleh pengunjung lain di lokasi. Namun, AN kemudian menuju posko pengamanan dan kembali bersama beberapa rekannya.
Saat korban hendak diamankan ke Posko Jatanras Polres Maros, diduga terjadi tindakan penganiayaan terhadap korban.
Douglas mengatakan, Polres Maros telah mengambil langkah penanganan dengan memeriksa dua orang saksi dari masyarakat serta meminta keterangan 13 personel Polres Maros yang terlibat dalam pengamanan malam pergantian tahun.
“Berdasarkan hasil gelar perkara dan keterangan yang diperoleh, penyidik menaikkan status perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan,” ungkapnya.
Selain proses pidana, Polres Maros juga melakukan pemeriksaan internal melalui Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk mendalami dugaan pelanggaran disiplin maupun kode etik Polri.
“Kami tegaskan, tidak ada perlindungan khusus bagi anggota apabila terbukti melakukan pelanggaran,” tegas Douglas.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
Diketahui, AN merupakan anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros. Dalam perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan, Pasal 466 ayat (1) KUHP, subsidair Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, serta Pasal 472 KUHP.
Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarga, serta menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional dan tidak memihak.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarga. Kami pastikan proses hukum berjalan objektif, tanpa keberpihakan kepada siapa pun,” ujar Douglas saat ditemui awak media.
Kapolres menjelaskan, peristiwa bermula saat korban menyalakan petasan jenis gasing yang mengenai salah satu anggota polisi berinisial AN, yang saat itu sedang bertugas melakukan pengamanan malam tahun baru.
“Petasan tersebut mengenai AN di bagian kaki,” jelasnya.
Setelah itu, AN menegur korban hingga terjadi adu mulut. Peristiwa tersebut sempat dilerai oleh pengunjung lain di lokasi. Namun, AN kemudian menuju posko pengamanan dan kembali bersama beberapa rekannya.
Saat korban hendak diamankan ke Posko Jatanras Polres Maros, diduga terjadi tindakan penganiayaan terhadap korban.
Douglas mengatakan, Polres Maros telah mengambil langkah penanganan dengan memeriksa dua orang saksi dari masyarakat serta meminta keterangan 13 personel Polres Maros yang terlibat dalam pengamanan malam pergantian tahun.
“Berdasarkan hasil gelar perkara dan keterangan yang diperoleh, penyidik menaikkan status perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan,” ungkapnya.
Selain proses pidana, Polres Maros juga melakukan pemeriksaan internal melalui Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk mendalami dugaan pelanggaran disiplin maupun kode etik Polri.
“Kami tegaskan, tidak ada perlindungan khusus bagi anggota apabila terbukti melakukan pelanggaran,” tegas Douglas.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
Diketahui, AN merupakan anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros. Dalam perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan, Pasal 466 ayat (1) KUHP, subsidair Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, serta Pasal 472 KUHP.
(MAN)
Berita Terkait
News
Kepsek SMPN 1 Sinoa Bantaeng Laporkan Dugaan Penganiayaan
Kepala SMP Negeri 1 Sinoa, Desa Bonto Karaeng, Kecamatan Sinoa, Muslimin melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialaminya ke Polres Bantaeng, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.
Kamis, 01 Okt 2026 16:08
Sulsel
Polisi Tahan Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Guru SD di Jeneponto
Terduga pelaku kekerasan terhadap seorang guru di UPT SD Negeri 14 Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, resmi ditahan di Mapolres Jeneponto.
Selasa, 29 Sep 2026 05:58
Sulsel
Bantu Pemulihan Piutang, Polres-Kajari Maros Terima Penghargaan dari Pemerintah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros memberikan penghargaan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros dan Polres Maros atas kontribusinya dalam membantu pemulihan piutang dan tunggakan pajak daerah.
Senin, 31 Agu 2026 13:36
News
Polres Maros Ungkap Kasus Pencurian Rumah, Pelaku Ditangkap di Sulawesi Tengah
Satreskrim Polres Maros berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Perumahan Bumi Asera Moncongloe, Desa Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.
Minggu, 23 Agu 2026 14:49
News
Guru dan Ortu Siswa di Jeneponto Saling Lapor, Anak Diduga Dicekik hingga Ditampar
Kasus dugaan kekerasan di UPT SDN 14 Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, berbuntut panjang. Setelah guru Hj Nursiah melaporkan orang tua siswa terkait dugaan penganiayaan, kini orang tua siswa tersebut melaporkan balik sang guru atas dugaan kekerasan terhadap anak.
Jum'at, 14 Agu 2026 07:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Golkar Sulsel Perpanjang Masa Kepengurusan Appi dan 21 Golkar Kabupaten/kota
2
Jaga Silaturahmi Senat, Prof Hasmyati: Hubungan Baik Jauh Lebih Penting
3
Dansat Brimob Temui Dirut PDAM Makassar, Bahas Sinergi Kegiatan Sosial
4
Australia Experience Day Indosat Buka Akses Pendidikan & Perjalanan bagi Warga Makassar
5
DPO Penyiraman Cabai Jeneponto Ditangkap di Rumah Kadis Pendidikan Bantaeng
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Golkar Sulsel Perpanjang Masa Kepengurusan Appi dan 21 Golkar Kabupaten/kota
2
Jaga Silaturahmi Senat, Prof Hasmyati: Hubungan Baik Jauh Lebih Penting
3
Dansat Brimob Temui Dirut PDAM Makassar, Bahas Sinergi Kegiatan Sosial
4
Australia Experience Day Indosat Buka Akses Pendidikan & Perjalanan bagi Warga Makassar
5
DPO Penyiraman Cabai Jeneponto Ditangkap di Rumah Kadis Pendidikan Bantaeng