Maros Perkuat Konektivitas Wilayah Lewat Pembangunan Jalan dan Jembatan Strategis
Minggu, 04 Jan 2026 20:14
Bupati Maros, AS Chaidir Syam meninjau salah satu infrastruktur jalan yang telah selesai dibangun. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros meresmikan sejumlah proyek infrastruktur jalan dan jembatan yang tersebar di beberapa kecamatan.
Pembangunan infrastruktur tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Salah satu infrastruktur yang diresmikan adalah Jalan Kantisang yang menghubungkan Desa Bantomanurung dengan Desa Bontosomba.
Jalan ini memiliki panjang 2 kilometer dengan lebar 4 meter, dibangun menggunakan anggaran Rp3 miliar. Pembangunan masih bersifat sebagian, karena untuk menyambungkan sepenuhnya ke Desa Bontosomba masih dibutuhkan perbaikan jalan sepanjang 2 kilometer.
Selain itu, Pemkab Maros juga membangun Jalan Tanete Bulu yang direncanakan tembus hingga kawasan Wisata Malino, Kabupaten Gowa. Jalan tersebut memiliki panjang 1,8 kilometer dengan lebar 5,5 meter dengan anggaran miliaran rupiah.
Untuk mencapai kawasan Hutan Pinus Malino, masih diperlukan betonisasi jalan sepanjang 8 kilometer. Infrastruktur lainnya adalah jembatan penghubung Dusun Arra dan Dusun Damma, Dusun Pattirobaji, Desa Bontomanai, Kecamatan Tompobulu. Jembatan ini memiliki panjang 100 meter dan lebar 6 meter, dibangun sejak 2019 dengan anggaran Rp8,2 miliar.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan, kehadiran jembatan tersebut dinilai mampu mempersingkat waktu tempuh masyarakat dalam melakukan aktivitas antar desa serta mendukung pergerakan ekonomi di Kecamatan Tompobulu.
"Kita juga membangun jalan poros Dusun Damma-Tompobalang, Desa Bonto Matinggi yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Kabupaten Gowa. Jalan poros ini memiliki panjang 5 kilometer dengan lebar 5,5 meter dan dibangun dengan anggaran Rp20 miliar," jelasnya kepada wartawan.
Mantan Ketua DPRD Maros ini menuturkan, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas Pemerintah Daerah dalam membuka akses wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Jalan dan jembatan ini bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian dan usaha masyarakat," ujar Chaidir Syam.
Dia juga menilai, jalan tembus Malino memiliki nilai strategis karena menghubungkan wilayah Maros dengan kawasan wisata unggulan di Kabupaten Gowa.
"Akses menuju Malino sangat penting. Jika konektivitas ini terus dilanjutkan, dampaknya akan besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama sektor pariwisata dan UMKM," katanya.
Chaidir Syam menambahkan pemerintah daerah akan terus mengupayakan kelanjutan pembangunan pada ruas jalan yang belum tersambung secara maksimal, sesuai dengan kemampuan anggaran dan skala prioritas daerah.
Pembangunan infrastruktur tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Salah satu infrastruktur yang diresmikan adalah Jalan Kantisang yang menghubungkan Desa Bantomanurung dengan Desa Bontosomba.
Jalan ini memiliki panjang 2 kilometer dengan lebar 4 meter, dibangun menggunakan anggaran Rp3 miliar. Pembangunan masih bersifat sebagian, karena untuk menyambungkan sepenuhnya ke Desa Bontosomba masih dibutuhkan perbaikan jalan sepanjang 2 kilometer.
Selain itu, Pemkab Maros juga membangun Jalan Tanete Bulu yang direncanakan tembus hingga kawasan Wisata Malino, Kabupaten Gowa. Jalan tersebut memiliki panjang 1,8 kilometer dengan lebar 5,5 meter dengan anggaran miliaran rupiah.
Untuk mencapai kawasan Hutan Pinus Malino, masih diperlukan betonisasi jalan sepanjang 8 kilometer. Infrastruktur lainnya adalah jembatan penghubung Dusun Arra dan Dusun Damma, Dusun Pattirobaji, Desa Bontomanai, Kecamatan Tompobulu. Jembatan ini memiliki panjang 100 meter dan lebar 6 meter, dibangun sejak 2019 dengan anggaran Rp8,2 miliar.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan, kehadiran jembatan tersebut dinilai mampu mempersingkat waktu tempuh masyarakat dalam melakukan aktivitas antar desa serta mendukung pergerakan ekonomi di Kecamatan Tompobulu.
"Kita juga membangun jalan poros Dusun Damma-Tompobalang, Desa Bonto Matinggi yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Kabupaten Gowa. Jalan poros ini memiliki panjang 5 kilometer dengan lebar 5,5 meter dan dibangun dengan anggaran Rp20 miliar," jelasnya kepada wartawan.
Mantan Ketua DPRD Maros ini menuturkan, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas Pemerintah Daerah dalam membuka akses wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Jalan dan jembatan ini bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian dan usaha masyarakat," ujar Chaidir Syam.
Dia juga menilai, jalan tembus Malino memiliki nilai strategis karena menghubungkan wilayah Maros dengan kawasan wisata unggulan di Kabupaten Gowa.
"Akses menuju Malino sangat penting. Jika konektivitas ini terus dilanjutkan, dampaknya akan besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama sektor pariwisata dan UMKM," katanya.
Chaidir Syam menambahkan pemerintah daerah akan terus mengupayakan kelanjutan pembangunan pada ruas jalan yang belum tersambung secara maksimal, sesuai dengan kemampuan anggaran dan skala prioritas daerah.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Realisasi PAD Maros Capai 82,23 Persen, Tersisa Rp61,5 Miliar dari Target
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros mencapai Rp285,5 miliar hingga September 2026 atau 82,23 persen dari target Rp347 miliar.
Senin, 19 Okt 2026 12:36
Sulsel
DPO Kasus Penggelapan, ASN Maros Terancam Dipecat
Seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Maros, Hj Raoda, terancam diberhentikan setelah diduga tidak masuk kerja tanpa keterangan sejak Juli 2025.
Minggu, 18 Okt 2026 17:12
News
BKPSDM Maros Dorong Digitalisasi Tata Kelola Pemerintahan
Pemkab Maros memperkuat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan melalui bimtek penguatan pemerintahan digital, khususnya dalam perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi, efektif, dan efisien.
Jum'at, 16 Okt 2026 14:36
News
Kualitas Udara Maros Tidak Sehat, Siswa Diberi Masker
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, membagikan masker kepada siswa di sejumlah sekolah menyusul kualitas udara yang tidak sehat di Kabupaten Maros, Kamis (15/10/2026).
Kamis, 15 Okt 2026 12:34
Sulsel
BKPSDM Maros Gelar Bimtek Penguatan Kapasitas ASN dalam Pengelolaan APBD
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Maros menggelar bimtek penguatan kapasitas ASN dalam pengelolaan APBD yang efisien, efektif, dan akuntabel.
Kamis, 15 Okt 2026 12:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof JJ Lantik Pimpinan RS Unhas Periode 2026–2030
2
BEM Polbangtan Gowa Kumpulkan 109 Pendonor Darah
3
Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Dorong Pengusaha Kembangkan Bisnis Islami
4
Turnamen Tenis SCI CUP 1 dan SCI Games Meriahkan HUT Sulsel
5
Realisasi PAD Maros Capai 82,23 Persen, Tersisa Rp61,5 Miliar dari Target
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof JJ Lantik Pimpinan RS Unhas Periode 2026–2030
2
BEM Polbangtan Gowa Kumpulkan 109 Pendonor Darah
3
Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Dorong Pengusaha Kembangkan Bisnis Islami
4
Turnamen Tenis SCI CUP 1 dan SCI Games Meriahkan HUT Sulsel
5
Realisasi PAD Maros Capai 82,23 Persen, Tersisa Rp61,5 Miliar dari Target