Bupati Maros Raih Dua Gelar Doktor dalam Dua Tahun
Rabu, 11 Feb 2026 15:16
Bupati AS Chaidir Syam berhasil meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Politik di Universitas Hasanuddin. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAKASSAR - Bupati Maros, AS Chaidir Syam menjadi Bupati pertama yang meraih gelar doktor dua kali dalam dua tahun. Gelar dua doktor tersebut diperoleh dari dua bidang ilmu yang berbeda.
Sebelumnya pada tahun 2024 dia mendapatkan gelar Doktor di bidang Ilmu Hukum di Universitas Muslim Indonesia.
"Alhamdulillah kali ini saya berhasil diberi gelar Doktor di bidang Ilmu Politik. Awalnya saya dapat gelar Doktor Ilmu Hukum di Universitas Indonesia," ujarnya kepada wartawan seusai Promosi Doktor di gedung Aula Prof Amiruddin Fakultas Kedokteran, Unhas, Rabu (11/2/2026).
Dengan capaian tersebut, Chaidir Syam menjadi salah satu kepala daerah yang berhasil meraih dua gelar doktor dari dua bidang ilmu berbeda dalam kurun waktu dua tahun.
Chaidir menjelaskan, motivasinya melanjutkan studi doktoral di bidang Ilmu Politik dilandasi latar belakang pendidikan dan pengalamannya di dunia politik.
Dia mengaku telah 13 tahun berkiprah sebagai anggota legislatif sebelum menjabat sebagai Bupati Maros.
"Awalnya saya S2 di Ilmu Hukum, kemudian melanjutkan S3 Ilmu Hukum di Universitas Muslim Indonesia untuk menambah keilmuan. Tetapi aktivitas saya selama ini di dunia politik. Dasar keilmuan saya juga ilmu politik dan pemerintahan. Maka ketika program S3 Ilmu Politik terbuka, saya ingin kembali secara linier memperdalam keilmuan tersebut," jelasnya.
Disertasinya mengangkat fenomena politik yang pernah dialaminya secara langsung. Termasuk dinamika Pilkada di Kabupaten Maros, seperti peristiwa melawan kolom kosong serta pergantian calon wakil bupati di tengah tahapan yang hampir selesai.
Dia menilai sejumlah dinamika tersebut perlu dikaji secara akademik sebagai bahan evaluasi bagi penyelenggara pemilu, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
"Saya ingin menuangkan pengalaman itu secara tertulis sebagai masukan untuk perbaikan proses demokrasi kita. Misalnya, ada aturan yang hanya memberi batas waktu tiga hari bagi partai untuk kembali memberikan dukungan. Hal-hal seperti ini menjadi temuan dan pembaruan yang saya harap bisa menjadi kontribusi akademik," ungkapnya.
Chaidir berharap kajian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi dunia politik sekaligus mendorong perbaikan sistem demokrasi di Indonesia.
Dia juga menyoroti fenomena kolom kosong yang menurutnya menarik untuk dikaji lebih dalam.
Dalam penyusunan disertasinya, Chaidir mengaku menggabungkan tiga metodologi penelitian untuk menjaga objektivitas.
Dia juga melibatkan responden lain guna meminimalisir bias, mengingat sebagian fenomena yang diteliti merupakan pengalaman pribadinya.
Mantan Ketua DPRD Maros ini mengaku, disertasinya mulai digarap pada Desember 2024, setelah pelaksanaan Pilkada.
Dia membagi waktu antara tugas sebagai kepala daerah dan kegiatan akademik, termasuk mengikuti perkuliahan secara luring maupun daring.
“Alhamdulillah bisa selesai. Wakil bupati juga ikut membantu mengatur waktu kegiatan pemerintahan agar saya tetap bisa menyelesaikan studi,” tuturnya.
Sebelumnya pada tahun 2024 dia mendapatkan gelar Doktor di bidang Ilmu Hukum di Universitas Muslim Indonesia.
"Alhamdulillah kali ini saya berhasil diberi gelar Doktor di bidang Ilmu Politik. Awalnya saya dapat gelar Doktor Ilmu Hukum di Universitas Indonesia," ujarnya kepada wartawan seusai Promosi Doktor di gedung Aula Prof Amiruddin Fakultas Kedokteran, Unhas, Rabu (11/2/2026).
Dengan capaian tersebut, Chaidir Syam menjadi salah satu kepala daerah yang berhasil meraih dua gelar doktor dari dua bidang ilmu berbeda dalam kurun waktu dua tahun.
Chaidir menjelaskan, motivasinya melanjutkan studi doktoral di bidang Ilmu Politik dilandasi latar belakang pendidikan dan pengalamannya di dunia politik.
Dia mengaku telah 13 tahun berkiprah sebagai anggota legislatif sebelum menjabat sebagai Bupati Maros.
"Awalnya saya S2 di Ilmu Hukum, kemudian melanjutkan S3 Ilmu Hukum di Universitas Muslim Indonesia untuk menambah keilmuan. Tetapi aktivitas saya selama ini di dunia politik. Dasar keilmuan saya juga ilmu politik dan pemerintahan. Maka ketika program S3 Ilmu Politik terbuka, saya ingin kembali secara linier memperdalam keilmuan tersebut," jelasnya.
Disertasinya mengangkat fenomena politik yang pernah dialaminya secara langsung. Termasuk dinamika Pilkada di Kabupaten Maros, seperti peristiwa melawan kolom kosong serta pergantian calon wakil bupati di tengah tahapan yang hampir selesai.
Dia menilai sejumlah dinamika tersebut perlu dikaji secara akademik sebagai bahan evaluasi bagi penyelenggara pemilu, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
"Saya ingin menuangkan pengalaman itu secara tertulis sebagai masukan untuk perbaikan proses demokrasi kita. Misalnya, ada aturan yang hanya memberi batas waktu tiga hari bagi partai untuk kembali memberikan dukungan. Hal-hal seperti ini menjadi temuan dan pembaruan yang saya harap bisa menjadi kontribusi akademik," ungkapnya.
Chaidir berharap kajian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi dunia politik sekaligus mendorong perbaikan sistem demokrasi di Indonesia.
Dia juga menyoroti fenomena kolom kosong yang menurutnya menarik untuk dikaji lebih dalam.
Dalam penyusunan disertasinya, Chaidir mengaku menggabungkan tiga metodologi penelitian untuk menjaga objektivitas.
Dia juga melibatkan responden lain guna meminimalisir bias, mengingat sebagian fenomena yang diteliti merupakan pengalaman pribadinya.
Mantan Ketua DPRD Maros ini mengaku, disertasinya mulai digarap pada Desember 2024, setelah pelaksanaan Pilkada.
Dia membagi waktu antara tugas sebagai kepala daerah dan kegiatan akademik, termasuk mengikuti perkuliahan secara luring maupun daring.
“Alhamdulillah bisa selesai. Wakil bupati juga ikut membantu mengatur waktu kegiatan pemerintahan agar saya tetap bisa menyelesaikan studi,” tuturnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 54 tingkat Kabupaten Maros digelar di Grand Mall Maros, Rabu (23/9/2026).
Rabu, 23 Sep 2026 15:56
Sulsel
11 Ribu Kendaraan di Maros Tunggak Pajak, Samsat Gelar Penertiban
Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Maros menggelar penertiban kendaraan bermotor di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Pasar Sentral Maros, Rabu (23/9/2026).
Rabu, 23 Sep 2026 12:30
News
Chaidir Syam Pimpin PMI Maros Ketiga Kalinya, Fokus untuk Kemanusian
Bupati Maros, AS Chaidir Syam kembali dipercaya memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Maros untuk ketiga kalinya.
Kamis, 17 Sep 2026 20:39
Sulsel
Capaian PAD di Bawah 70%, Enam OPD Maros Dapat Raport Merah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros meminta enam organisasi perangkat daerah (OPD) yang realisasi pendapatannya masih di bawah 70 persen untuk menggenjot capaian hingga mendekati target tersebut pada September 2026.
Rabu, 16 Sep 2026 13:33
Sulsel
Bapenda dan BPN Maros Integrasikan Data Pertanahan dan Perpajakan
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros menjalin kerja sama dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Maros untuk mengintegrasikan data pertanahan dan data perpajakan daerah.
Senin, 14 Sep 2026 11:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bertahun-Tahun Mangkrak, Warga Tole-Tole Desak Pindahkan Ekskavator dari Badan Jalan
2
Sitti Husniah Talenrang jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
3
Pattallassang Memorial Estate, Pemakaman Muslim Premium dengan Layanan All-in-One di Gowa
4
YBM PLN Rayakan Milad ke-20 dengan Servis Gratis bagi 120 Pengemudi Ojol
5
Bupati AAS Ungkap Proyek Triliunan Masuk Bone, Ribuan Lapangan Kerja Terbuka
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bertahun-Tahun Mangkrak, Warga Tole-Tole Desak Pindahkan Ekskavator dari Badan Jalan
2
Sitti Husniah Talenrang jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
3
Pattallassang Memorial Estate, Pemakaman Muslim Premium dengan Layanan All-in-One di Gowa
4
YBM PLN Rayakan Milad ke-20 dengan Servis Gratis bagi 120 Pengemudi Ojol
5
Bupati AAS Ungkap Proyek Triliunan Masuk Bone, Ribuan Lapangan Kerja Terbuka