Ribuan Warga Terdampak Kemarau, Pemkab Maros Bagikan 16 Tangki Air Bersih per Hari
Selasa, 11 Agu 2026 12:45
Pelepasan armada pembawa air bersih oleh Bupati AS Chaidir Syam. Foto: Istimewa
MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros mulai menyalurkan bantuan air bersih bagi 6.738 warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang dan fenomena El Nino.
Penyaluran ini difokuskan ke wilayah yang masuk kategori rawan krisis air bersih.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan, pemerintah menargetkan penyaluran air bersih kepada 6.738 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di delapan kecamatan, terdiri dari empat kecamatan zona merah dan empat kecamatan zona kuning.
"Alhamdulillah hari ini kita melepas bantuan air bersih. Targetnya menjangkau 6.738 KK yang terdampak kekeringan," kata Chaidir Syam saat ditemui di Lapangan Pallangtikang usai melepas armada air bersih, Selasa (11/8/2026).
Dia menjelaskan, empat kecamatan yang masuk zona merah yakni Bontoa, Lau, Marusu, dan Maros Baru. Sementara empat kecamatan yang masuk zona kuning meliputi Turikale, Moncongloe, Tanralili, dan Mandai.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pemkab Maros menyiapkan sedikitnya 16 mobil tangki air bersih setiap hari yang akan didistribusikan secara bergilir ke wilayah terdampak.
"Kita berkolaborasi agar penyaluran air bersih ini berjalan maksimal. Selama kondisi belum normal, distribusi akan terus dilakukan," ujarnya.
Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, pemerintah daerah juga melakukan langkah antisipasi terhadap dampak lain akibat kemarau panjang.
Khusus sektor pertanian, Pemkab Maros telah membentuk satuan tugas (satgas) kekeringan yang bertugas melakukan pendataan lahan yang terdampak hingga potensi puso untuk dilaporkan ke pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Di sisi lain, Pemkab Maros juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Satu unit mobil pemadam kebakaran disiagakan setiap hari untuk melakukan penyiraman guna mencegah munculnya titik api.
"Kami juga mengantisipasi potensi kebakaran di TPA dengan menyiagakan satu mobil pemadam yang melakukan penyiraman setiap hari," tutup Chaidir.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin menambahkan, untuk mendukung operasional ini, Pemkab Maros menyiapkan anggaran awal sebesar Rp600 juta untuk mendukung operasional distribusi air bersih.
Anggaran tersebut diambil dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dapat ditambah apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.
"Tidak menutup kemungkinan anggaran akan ditambah sesuai kebutuhan. Kita berharap kondisi segera membaik, tetapi pemerintah tetap siap mengantisipasi jika kekeringan berlanjut," jelasnya.
Penyaluran ini difokuskan ke wilayah yang masuk kategori rawan krisis air bersih.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan, pemerintah menargetkan penyaluran air bersih kepada 6.738 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di delapan kecamatan, terdiri dari empat kecamatan zona merah dan empat kecamatan zona kuning.
"Alhamdulillah hari ini kita melepas bantuan air bersih. Targetnya menjangkau 6.738 KK yang terdampak kekeringan," kata Chaidir Syam saat ditemui di Lapangan Pallangtikang usai melepas armada air bersih, Selasa (11/8/2026).
Dia menjelaskan, empat kecamatan yang masuk zona merah yakni Bontoa, Lau, Marusu, dan Maros Baru. Sementara empat kecamatan yang masuk zona kuning meliputi Turikale, Moncongloe, Tanralili, dan Mandai.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pemkab Maros menyiapkan sedikitnya 16 mobil tangki air bersih setiap hari yang akan didistribusikan secara bergilir ke wilayah terdampak.
"Kita berkolaborasi agar penyaluran air bersih ini berjalan maksimal. Selama kondisi belum normal, distribusi akan terus dilakukan," ujarnya.
Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, pemerintah daerah juga melakukan langkah antisipasi terhadap dampak lain akibat kemarau panjang.
Khusus sektor pertanian, Pemkab Maros telah membentuk satuan tugas (satgas) kekeringan yang bertugas melakukan pendataan lahan yang terdampak hingga potensi puso untuk dilaporkan ke pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Di sisi lain, Pemkab Maros juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Satu unit mobil pemadam kebakaran disiagakan setiap hari untuk melakukan penyiraman guna mencegah munculnya titik api.
"Kami juga mengantisipasi potensi kebakaran di TPA dengan menyiagakan satu mobil pemadam yang melakukan penyiraman setiap hari," tutup Chaidir.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin menambahkan, untuk mendukung operasional ini, Pemkab Maros menyiapkan anggaran awal sebesar Rp600 juta untuk mendukung operasional distribusi air bersih.
Anggaran tersebut diambil dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dapat ditambah apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.
"Tidak menutup kemungkinan anggaran akan ditambah sesuai kebutuhan. Kita berharap kondisi segera membaik, tetapi pemerintah tetap siap mengantisipasi jika kekeringan berlanjut," jelasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
BBM Langka, ASN Pemkab Maros Bekerja dari Rumah Mulai 14 September
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros kembali menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN).
Minggu, 13 Sep 2026 09:37
Sulsel
BBM Langka, Sekolah di Maros Beralih ke Pembelajaran Daring
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengalihkan sementara proses pembelajaran bagi murid jenjang TK, SD, dan SMP ke sistem daring atau online.
Minggu, 13 Sep 2026 07:44
Makassar City
Mitigasi Kekeringan dan Kebakaran, PLN Perkuat Kaltana Kaluku Bodoa Makassar
Mengantisipasi risiko kekeringan dan kebakaran di kawasan permukiman, PLN UIP Sulawesi memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Kelurahan Kaluku Bodoa.
Jum'at, 11 Sep 2026 18:13
Sulsel
Sawah Mengering, Masmindo Bantu Petani Luwu Cegah Ancaman Gagal Panen
Secara keseluruhan, bantuan tersebut menjangkau sekitar 70 hektare lahan pertanian yang tersebar di Tampumia Radda, Balo-Balo, Kurusumanga, dan Senga Selatan.
Jum'at, 11 Sep 2026 09:24
Sulsel
Jemaah Haji Maros 2027 Bertambah Jadi 475 Orang
Jumlah calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Maros untuk musim haji 2027 kembali bertambah. Dari sebelumnya 463 orang, kini tercatat sebanyak 475 jemaah.
Selasa, 08 Sep 2026 16:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Antrean BBM, Ketika Kesabaran Rakyat Diuji
2
BBM Langka, ASN Pemkab Maros Bekerja dari Rumah Mulai 14 September
3
Pertamina Tambah Pasokan 173 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sulsel
4
Kasus Skimming Kartu Kredit di Makassar, Terduga Pelaku Ditangkap Polisi
5
BBM Langka, Sekolah di Maros Beralih ke Pembelajaran Daring
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Antrean BBM, Ketika Kesabaran Rakyat Diuji
2
BBM Langka, ASN Pemkab Maros Bekerja dari Rumah Mulai 14 September
3
Pertamina Tambah Pasokan 173 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sulsel
4
Kasus Skimming Kartu Kredit di Makassar, Terduga Pelaku Ditangkap Polisi
5
BBM Langka, Sekolah di Maros Beralih ke Pembelajaran Daring