355 ASN Maros Ikuti Profiling BKN, Perkuat Penerapan Manajemen Talenta

Rabu, 05 Agu 2026 08:36
355 ASN Maros Ikuti Profiling BKN, Perkuat Penerapan Manajemen Talenta
Pembukaan kegiatan profiling di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar, Rabu (5/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Comment
Share
MAKASSAR - Sebanyak 355 Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengikuti kegiatan profiling di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan manajemen talenta dalam sistem kepegawaian Pemkab Maros.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Maros, Andi Sri Wahyuni, mengatakan peserta berasal dari seluruh jenjang jabatan, mulai pejabat eselon II, fungsional sampai pelaksana yang belum mengikuti profiling pada tahun lalu.

"Kuota yang diberikan kepada Kabupaten Maros sebanyak 355 ASN. Pelaksanaannya hanya sehari, tapi dibagi menjadi dua sesi," katanya.

Dia menjelaskan, profiling merupakan program pemerintah melalui BKN untuk mengukur potensi dan kompetensi ASN. Hasilnya akan menjadi salah satu komponen dalam pemetaan talenta atau talent mapping.

"Salah satu komponen dalam pemetaan talenta adalah potensi dan kompetensi yang diukur melalui penilaian kompetensi. Hasil profiling nantinya digunakan sebagai dasar penempatan ASN pada nine box talent," ujarnya.

Adik anggota DPRD Provinsi Sulsel A Irfan AB ini menambahkan, pelaksanaan profiling tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena seluruh kegiatan difasilitasi oleh BKN.

"Profiling ini tidak dipungut biaya dan tidak menggunakan dana APBD karena merupakan program dari BKN," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Maros AS Chaidir Syam dalam sambutan tertulisnya menegaskan, Pemkab Maros berkomitmen memperkuat tata kelola kepegawaian melalui penerapan manajemen talenta.

Menurutnya, Kabupaten Maros telah memperoleh persetujuan untuk menerapkan manajemen talenta dan saat ini tengah menyusun Human Capital Development Plan (HCDP) bersama Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Selain itu, dalam waktu dekat pemerintah daerah juga akan menerapkan penilaian kinerja harian melalui aplikasi e-Kinerja sebagai upaya membangun budaya kerja yang lebih akuntabel, disiplin, dan berorientasi pada hasil.

Chaidir berharap seluruh peserta mengikuti proses profiling secara objektif. Menurutnya, hasil profiling bukan untuk mencari kelemahan ASN, melainkan menjadi dasar dalam mengembangkan potensi terbaik setiap pegawai guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru