Dilanda Kekeringan, Empat Kecamatan di Maros Masuk Zona Merah
Kamis, 06 Agu 2026 14:11
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Maros ditetapkan sebagai zona merah kekeringan akibat krisis air bersih yang semakin parah pada musim kemarau tahun ini.
Empat kecamatan tersebut yakni Lau, Bontoa, Maros Baru, dan Marusu. Seluruhnya merupakan wilayah pesisir yang setiap tahun mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan, penetapan zona merah dilakukan berdasarkan tingginya kebutuhan air bersih di wilayah pesisir yang menjadi langganan kekeringan.
"Selain empat kecamatan yang masuk zona merah, Pemkab Maros juga menetapkan Kecamatan Turikale, Tanralili, Mandai, serta beberapa kecamatan lainnya sebagai zona kuning," katanya saat ditemui di Lapangan Pallangtikang, Kamis (6/8/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pemkab Maros telah menyalurkan bantuan air bersih melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Penyaluran tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Muetazim mengatakan, para camat ditunjuk sebagai penanggung jawab di lapangan agar distribusi air bersih dapat dilakukan lebih merata di wilayah terdampak.
"Para camat akan berkoordinasi dengan BPBD sehingga pendistribusian air bersih dapat menjangkau seluruh wilayah zona merah," ujarnya.
Selain penanganan jangka pendek melalui distribusi air bersih, Pemkab Maros juga menyiapkan solusi jangka panjang dengan mengoptimalkan rumah booster di Tangkuru.
Rumah booster tersebut akan memompa air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantimurung menuju kawasan pesisir.
"Namun, kapasitas mesin pendorong masih akan ditingkatkan agar aliran air dapat menjangkau hingga wilayah Bontobahari," jelasnya.
Dia menambahkan, jaringan pipa induk juga akan diperiksa oleh PDAM untuk memastikan distribusi air dapat berjalan optimal setelah rumah booster dioperasikan.
Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, mengatakan pihaknya telah menyalurkan sekitar 40 tangki air bersih kepada warga terdampak di empat kecamatan yang masuk zona merah.
Penyaluran tersebut telah berlangsung sejak awal pekan ini dan akan terus ditingkatkan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.
Menurut Nasrul, lebih dari 6.700 warga terdampak kekeringan tersebar di Kecamatan Bontoa, Lau, Maros Baru, dan Marusu.
"Adapun wilayah yang masuk kategori zona kuning belum menerima distribusi air bersih karena kondisinya masih dinilai aman," tuturnya.
Dia mengakui proses distribusi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan armada mobil tangki milik BPBD.
Saat ini BPBD Maros hanya memiliki tiga unit mobil tangki untuk melayani distribusi air bersih.
"Selain itu, kelangkaan BBM jenis solar di sejumlah SPBU juga menghambat penyaluran air bersih karena armada harus mengantre untuk mendapatkan bahan bakar," bebernya.
Pada tahap awal, BPBD mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 juta untuk penyaluran air bersih. Anggaran tersebut diperkirakan cukup membiayai operasional distribusi selama sekitar 10 hari.
Empat kecamatan tersebut yakni Lau, Bontoa, Maros Baru, dan Marusu. Seluruhnya merupakan wilayah pesisir yang setiap tahun mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan, penetapan zona merah dilakukan berdasarkan tingginya kebutuhan air bersih di wilayah pesisir yang menjadi langganan kekeringan.
"Selain empat kecamatan yang masuk zona merah, Pemkab Maros juga menetapkan Kecamatan Turikale, Tanralili, Mandai, serta beberapa kecamatan lainnya sebagai zona kuning," katanya saat ditemui di Lapangan Pallangtikang, Kamis (6/8/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pemkab Maros telah menyalurkan bantuan air bersih melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Penyaluran tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Muetazim mengatakan, para camat ditunjuk sebagai penanggung jawab di lapangan agar distribusi air bersih dapat dilakukan lebih merata di wilayah terdampak.
"Para camat akan berkoordinasi dengan BPBD sehingga pendistribusian air bersih dapat menjangkau seluruh wilayah zona merah," ujarnya.
Selain penanganan jangka pendek melalui distribusi air bersih, Pemkab Maros juga menyiapkan solusi jangka panjang dengan mengoptimalkan rumah booster di Tangkuru.
Rumah booster tersebut akan memompa air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantimurung menuju kawasan pesisir.
"Namun, kapasitas mesin pendorong masih akan ditingkatkan agar aliran air dapat menjangkau hingga wilayah Bontobahari," jelasnya.
Dia menambahkan, jaringan pipa induk juga akan diperiksa oleh PDAM untuk memastikan distribusi air dapat berjalan optimal setelah rumah booster dioperasikan.
Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, mengatakan pihaknya telah menyalurkan sekitar 40 tangki air bersih kepada warga terdampak di empat kecamatan yang masuk zona merah.
Penyaluran tersebut telah berlangsung sejak awal pekan ini dan akan terus ditingkatkan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.
Menurut Nasrul, lebih dari 6.700 warga terdampak kekeringan tersebar di Kecamatan Bontoa, Lau, Maros Baru, dan Marusu.
"Adapun wilayah yang masuk kategori zona kuning belum menerima distribusi air bersih karena kondisinya masih dinilai aman," tuturnya.
Dia mengakui proses distribusi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan armada mobil tangki milik BPBD.
Saat ini BPBD Maros hanya memiliki tiga unit mobil tangki untuk melayani distribusi air bersih.
"Selain itu, kelangkaan BBM jenis solar di sejumlah SPBU juga menghambat penyaluran air bersih karena armada harus mengantre untuk mendapatkan bahan bakar," bebernya.
Pada tahap awal, BPBD mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 juta untuk penyaluran air bersih. Anggaran tersebut diperkirakan cukup membiayai operasional distribusi selama sekitar 10 hari.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
355 ASN Maros Ikuti Profiling BKN, Perkuat Penerapan Manajemen Talenta
Sebanyak 355 Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengikuti kegiatan profiling di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar, Rabu (5/8/2026).
Rabu, 05 Agu 2026 08:36
News
Jalan Simpang Tiga SPBU Moncongloe Dikerjakan, Pengendara Diminta Gunakan Jalur Alternatif
Pengerjaan peningkatan jalan di kawasan Simpang Tiga SPBU Moncongloe, Kabupaten Maros, mulai dilaksanakan.
Minggu, 02 Agu 2026 14:39
News
Anak-anak Maros Kirim Surat ke Bupati, Soroti Pendidikan hingga Fasilitas Ramah Anak
Melalui tulisan tangan, mereka menyampaikan kritik, saran, hingga harapan tentang masa depan Kabupaten Maros yang lebih baik.
Senin, 27 Jul 2026 11:48
News
Realisasi Pendapatan APBD Maros Tertinggi di Sulsel, Capai 52,58 Persen
Kabupaten Maros mencatat realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tertinggi di Sulawesi Selatan hingga akhir Juli 2026.
Minggu, 26 Jul 2026 15:46
News
Angkasa Pura Bayar PBB Rp17,4 Miliar, Jadi Penyumbang Pajak Terbesar di Maros
PT Angkasa Pura Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memenuhi kewajiban perpajakan dengan membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp17,4 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Maros.
Jum'at, 24 Jul 2026 17:00
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Kolaka Tegaskan Tak Boleh Ada Premanisme Industrial di Kawasan PSN Pomalaa
2
Sekelompok Orang Rusak FMIPA UNM, Polisi Kantongi Nama-nama Terduga Pelaku
3
GMR Bangun Bandara Kelas Dunia di Pesisir Timur India, Bidik Konektivitas Asia
4
Punya 10 Bupati, Gerindra Sulsel Target 10 Kursi DPR RI di Pileg 2029
5
Aksi Mahasiswi Unibos Bagikan Makanan untuk Petugas Kebersihan Tuai Apresiasi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Kolaka Tegaskan Tak Boleh Ada Premanisme Industrial di Kawasan PSN Pomalaa
2
Sekelompok Orang Rusak FMIPA UNM, Polisi Kantongi Nama-nama Terduga Pelaku
3
GMR Bangun Bandara Kelas Dunia di Pesisir Timur India, Bidik Konektivitas Asia
4
Punya 10 Bupati, Gerindra Sulsel Target 10 Kursi DPR RI di Pileg 2029
5
Aksi Mahasiswi Unibos Bagikan Makanan untuk Petugas Kebersihan Tuai Apresiasi