Pemkab Gowa Siapkan Rp500 Juta Dukung Pelaksanaan Program Lacak
Kamis, 22 Jan 2026 18:20
Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang - Darmawangsyah Muin bersama Tim Layanan Cepat Atasi Kemiskinan (Lacak) dalam sebuah kegiatan baru-baru ini. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
GOWA - Pemerintah Kabupaten Gowa menyiapkan anggaran Rp500 juta untuk program Layanan Cepat Atasi Kemiskinan (Lacak) pada 2026. Program ini difokuskan pada pendataan lapangan guna memastikan intervensi penanggulangan kemiskinan ekstrem tepat sasaran.
Ketua Tim Lacak Kabupaten Gowa, Kaharuddin Muji, mengatakan tantangan utama penanganan kemiskinan ekstrem adalah akurasi data. Sebab, masih terdapat keluarga miskin ekstrem yang belum terjangkau bantuan karena tidak tercatat dalam basis data resmi.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan ekstrem di Gowa sebesar 0,14 persen. Kami menemukan masih terdapat ratusan keluarga yang membutuhkan perhatian dan penanganan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Lacak merupakan program lanjutan dari Gowa Sejahtera (Gowa Masunggu) pada 100 hari kerja pertama Bupati dan Wakil Bupati Gowa periode 2025–2030. Program ini menemukan keluarga miskin ekstrem yang belum masuk dalam data pemerintah.
“Lacak hadir untuk memastikan data lebih akurat melalui pendataan langsung ke rumah-rumah warga. Data ini akan melengkapi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) karena berbasis kondisi faktual di lapangan,” tegasnya.
Kaharuddin menyebut pendataan dilakukan oleh Sahabat Lacak yang tersebar di 18 kecamatan, 167 desa dan kelurahan, serta 675 dusun. Pendataan dilakukan secara door to door dengan asesmen komprehensif mencakup kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kondisi rumah, kepemilikan identitas, dan riwayat bantuan.
“Data dihimpun menggunakan indikator BPS, BKKBN, dan Kementerian Sosial melalui aplikasi Si Lacak, kemudian disertai rekomendasi dan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.
Sepanjang 2025, Lacak mencatat sejumlah intervensi, di antaranya perbaikan 23 rumah tidak layak huni (RTLH), 18 rumah dalam proses pembangunan atau direkomendasikan, serta fasilitasi akses air bersih PDAM untuk tiga rumah. Program ini juga memberikan bantuan biaya pengobatan bagi 15 kepala keluarga serta bantuan modal usaha dan program Z-Mart bagi 13 kepala keluarga.
Untuk mendukung operasional, Pemkab Gowa mengalokasikan Rp213,5 juta selama lima bulan pada 2025, dan merencanakan Rp500 juta untuk 12 bulan pada 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung 867 relawan Sahabat Lacak di seluruh wilayah kabupaten.
“Anggaran tersebut mencakup insentif relawan sekitar Rp100.000 per bulan, perlengkapan dan operasional lapangan, serta pelatihan dan pembekalan relawan. Dengan cakupan wilayah yang luas dan tugas pendampingan langsung kepada masyarakat, anggaran tersebut masih tergolong terbatas,” jelasnya.
Kaharuddin berharap sinergi pemerintah daerah dan Tim Lacak dapat memperkuat penanganan kemiskinan ekstrem sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ketua Tim Lacak Kabupaten Gowa, Kaharuddin Muji, mengatakan tantangan utama penanganan kemiskinan ekstrem adalah akurasi data. Sebab, masih terdapat keluarga miskin ekstrem yang belum terjangkau bantuan karena tidak tercatat dalam basis data resmi.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan ekstrem di Gowa sebesar 0,14 persen. Kami menemukan masih terdapat ratusan keluarga yang membutuhkan perhatian dan penanganan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Lacak merupakan program lanjutan dari Gowa Sejahtera (Gowa Masunggu) pada 100 hari kerja pertama Bupati dan Wakil Bupati Gowa periode 2025–2030. Program ini menemukan keluarga miskin ekstrem yang belum masuk dalam data pemerintah.
“Lacak hadir untuk memastikan data lebih akurat melalui pendataan langsung ke rumah-rumah warga. Data ini akan melengkapi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) karena berbasis kondisi faktual di lapangan,” tegasnya.
Kaharuddin menyebut pendataan dilakukan oleh Sahabat Lacak yang tersebar di 18 kecamatan, 167 desa dan kelurahan, serta 675 dusun. Pendataan dilakukan secara door to door dengan asesmen komprehensif mencakup kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kondisi rumah, kepemilikan identitas, dan riwayat bantuan.
“Data dihimpun menggunakan indikator BPS, BKKBN, dan Kementerian Sosial melalui aplikasi Si Lacak, kemudian disertai rekomendasi dan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.
Sepanjang 2025, Lacak mencatat sejumlah intervensi, di antaranya perbaikan 23 rumah tidak layak huni (RTLH), 18 rumah dalam proses pembangunan atau direkomendasikan, serta fasilitasi akses air bersih PDAM untuk tiga rumah. Program ini juga memberikan bantuan biaya pengobatan bagi 15 kepala keluarga serta bantuan modal usaha dan program Z-Mart bagi 13 kepala keluarga.
Untuk mendukung operasional, Pemkab Gowa mengalokasikan Rp213,5 juta selama lima bulan pada 2025, dan merencanakan Rp500 juta untuk 12 bulan pada 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung 867 relawan Sahabat Lacak di seluruh wilayah kabupaten.
“Anggaran tersebut mencakup insentif relawan sekitar Rp100.000 per bulan, perlengkapan dan operasional lapangan, serta pelatihan dan pembekalan relawan. Dengan cakupan wilayah yang luas dan tugas pendampingan langsung kepada masyarakat, anggaran tersebut masih tergolong terbatas,” jelasnya.
Kaharuddin berharap sinergi pemerintah daerah dan Tim Lacak dapat memperkuat penanganan kemiskinan ekstrem sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
News
Pemkab Gowa Terima LHP Kepatuhan Pajak dan Retribusi dari BPK Sulsel
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan atas Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Tahun 2024 hingga Triwulan III Tahun 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan di Auditorium BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (19/1).
Senin, 19 Jan 2026 16:55
Sulsel
Hari Kesadaran Nasional, Wabup Gowa Dorong Akselerasi Kinerja ASN
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menegaskan bahwa peringatan Hari Kesadaran Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat disiplin, semangat kerja, dan profesionalisme ASN.
Senin, 19 Jan 2026 12:22
Sulsel
Wabup Gowa Serahkan Bantuan Alsintan Kementan kepada Kelompok Tani
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menyerahkan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia kepada kelompok tani di dua kecamatan di Kabupaten Gowa.
Minggu, 18 Jan 2026 18:35
Sulsel
Kolaborasi PKK Gowa dan Bank Sulselbar Perkuat Pencegahan Stunting
TP PKK Kabupaten Gowa bersama Bank Sulselbar mendorong penguatan pencegahan stunting di daerah.
Minggu, 18 Jan 2026 10:55
News
Percepat Pengentasan Kemiskinan, Pemkab Gowa Bangun Dasboard Data Kemiskinan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
Sabtu, 17 Jan 2026 14:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Temukan Korban Ketiga ATR 42-500
2
Sejumlah Warga Di Kawasan Industri Malili Sepakati Nilai Kerohiman Pemerintah
3
Plt Kadisdikbud Jeneponto Tegaskan Disiplin Guru PAUD dan Kejelasan PPPK
4
Dosa Sosial dan Kelalaian Negara di atas Saluran Drainase
5
Dipadati Penonton, Wakil Bupati Sidrap Puji Arena Voli Usaha Leo
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Temukan Korban Ketiga ATR 42-500
2
Sejumlah Warga Di Kawasan Industri Malili Sepakati Nilai Kerohiman Pemerintah
3
Plt Kadisdikbud Jeneponto Tegaskan Disiplin Guru PAUD dan Kejelasan PPPK
4
Dosa Sosial dan Kelalaian Negara di atas Saluran Drainase
5
Dipadati Penonton, Wakil Bupati Sidrap Puji Arena Voli Usaha Leo