Dialog Pemuda di Gowa, Bupati Tekankan Peran Sentral Generasi Muda

Minggu, 08 Mar 2026 10:37
Dialog Pemuda di Gowa, Bupati Tekankan Peran Sentral Generasi Muda
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang bersama peserta dialog kepemudaan. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
Comment
Share
GOWA - Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menilai pembangunan daerah yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda.

Hal itu disampaikan saat menghadiri dialog kepemudaan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Sabtu (7/3).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Merajut Silaturrahmi, Memperkuat Sinergi: Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah dalam Membangun Daerah Kabupaten Gowa.” Dialog ini menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah dan pemuda untuk membahas peran generasi muda dalam pembangunan daerah.

"Kenapa peran pemuda penting dalam pembangunan, sebab sejarah telah membuktikan kemajuan bangsa tidak pernah lepas dari peran generasi muda," ungkap orang nomor satu di Gowa ini.

Ia juga menyinggung jejak sejarah Kabupaten Gowa dalam perjuangan bangsa, salah satunya melalui sosok pahlawan nasional Sultan Hasanuddin yang dikenal sebagai “Ayam Jantan dari Timur”.

“Sejarah mencatat bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak pernah terlepas dari peran pemudanya. Dari bumi Gowa lahir Sultan Hasanuddin, simbol keberanian dan kehormatan yang menjadi inspirasi bagi generasi hari ini,” terang Bupati Talenrang di hadapan para pemuda Gowa.

Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan masa lalu. Jika dahulu perjuangan dilakukan melalui perlawanan fisik terhadap penjajah, kini pemuda dituntut berkontribusi melalui gagasan, inovasi, dan penguasaan ilmu pengetahuan.

“Tantangan kalian hari ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mengangkat derajat bangsa melalui inovasi, kreativitas, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan literasi digital. Kita berada di era disrupsi, di mana yang bertahan bukan yang paling kuat, tetapi yang paling cepat beradaptasi,” jelasnya.

Bupati perempuan pertama di Gowa itu juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai budaya lokal seperti sipakatau, sipakalabbiri’, dan sipakainga’. Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai pedoman moral generasi muda dalam membangun karakter dan menjaga persatuan.

Lebih lanjut, ia menyebut Indonesia tengah berada pada momentum bonus demografi yang membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam pembangunan.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta visi Asta Cita Presiden yang menempatkan generasi muda sebagai subjek utama pembangunan manusia yang unggul dan berdaya saing global.

“Pemuda diharapkan menjadi motor penggerak perubahan dan bagian penting dari fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gowa, Alumnus, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai dialog kepemudaan menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan generasi muda.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gowa atas pelaksanaan kegiatan ini. Dialog seperti ini sangat positif karena membuka ruang kolaborasi antara pemuda dan pemerintah,” ujarnya.

Ia juga menyambut baik ajakan Bupati Gowa yang membuka ruang bagi pemuda untuk menyumbangkan gagasan dalam pembangunan daerah.

“Kami sangat senang karena Bupati Gowa meminta pemikiran dari para pemuda. Ini bentuk kepercayaan yang harus kita kawal bersama demi kemajuan Kabupaten Gowa,” tambahnya.

Melalui dialog kepemudaan ini, pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah dan generasi muda semakin kuat dalam mendorong pembangunan Kabupaten Gowa yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru