Pasar Murah Dinas Pertanian Maros Diserbu, Daging Lebih Murah dari Pasar
Senin, 16 Mar 2026 12:53
Warga berkumpul di stan penjual daging di pasar mura Dinas Pertanian Maros. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Maros diserbu warga. Masyarakat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Lebaran.
Pasar murah dilaksanakan di beberapa lokasi, salah satunya di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pembeli yang datang sejak kegiatan dimulai.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Jamaluddin, mengatakan pasar murah awalnya hanya dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Namun kegiatan tersebut akhirnya diperpanjang karena tingginya minat masyarakat.
"Sesungguhnya kita rencanakan hanya dua hari, ternyata berlanjut sampai hari ini. Antusias masyarakat cukup tinggi karena harga di GPN ini lebih rendah dibandingkan harga pasar," kata Jamaluddin.
Ia menjelaskan, pada hari ini pasar murah digelar di dua lokasi, yakni di Kantor Dinas Pertanian dan kawasan Palantikang.
Sejumlah bahan pangan dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Daging sapi dijual Rp115 ribu per kilogram, sedangkan daging ayam dijual Rp100 ribu untuk tiga ekor.
Menurut Jamaluddin, harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu faktor yang menarik minat masyarakat untuk berbelanja di pasar murah tersebut.
Salah seorang warga, Syahrul, mengaku sengaja datang untuk membeli daging sebagai persiapan Lebaran.
"Saya beli daging untuk persiapan Lebaran. Harganya lebih murah, selisih sekitar Rp10 ribu dibanding di pasar," ujarnya.
Syahrul berharap kegiatan pasar murah seperti ini dapat terus digelar pemerintah, terutama menjelang hari besar keagamaan, agar masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Pasar murah dilaksanakan di beberapa lokasi, salah satunya di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pembeli yang datang sejak kegiatan dimulai.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Jamaluddin, mengatakan pasar murah awalnya hanya dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Namun kegiatan tersebut akhirnya diperpanjang karena tingginya minat masyarakat.
"Sesungguhnya kita rencanakan hanya dua hari, ternyata berlanjut sampai hari ini. Antusias masyarakat cukup tinggi karena harga di GPN ini lebih rendah dibandingkan harga pasar," kata Jamaluddin.
Ia menjelaskan, pada hari ini pasar murah digelar di dua lokasi, yakni di Kantor Dinas Pertanian dan kawasan Palantikang.
Sejumlah bahan pangan dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Daging sapi dijual Rp115 ribu per kilogram, sedangkan daging ayam dijual Rp100 ribu untuk tiga ekor.
Menurut Jamaluddin, harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu faktor yang menarik minat masyarakat untuk berbelanja di pasar murah tersebut.
Salah seorang warga, Syahrul, mengaku sengaja datang untuk membeli daging sebagai persiapan Lebaran.
"Saya beli daging untuk persiapan Lebaran. Harganya lebih murah, selisih sekitar Rp10 ribu dibanding di pasar," ujarnya.
Syahrul berharap kegiatan pasar murah seperti ini dapat terus digelar pemerintah, terutama menjelang hari besar keagamaan, agar masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Capaian PAD di Bawah 70%, Enam OPD Maros Dapat Raport Merah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros meminta enam organisasi perangkat daerah (OPD) yang realisasi pendapatannya masih di bawah 70 persen untuk menggenjot capaian hingga mendekati target tersebut pada September 2026.
Rabu, 16 Sep 2026 13:33
Sulsel
Bapenda dan BPN Maros Integrasikan Data Pertanahan dan Perpajakan
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros menjalin kerja sama dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Maros untuk mengintegrasikan data pertanahan dan data perpajakan daerah.
Senin, 14 Sep 2026 11:19
Sulsel
BBM Langka, ASN Pemkab Maros Bekerja dari Rumah Mulai 14 September
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros kembali menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN).
Minggu, 13 Sep 2026 09:37
Sulsel
BBM Langka, Sekolah di Maros Beralih ke Pembelajaran Daring
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengalihkan sementara proses pembelajaran bagi murid jenjang TK, SD, dan SMP ke sistem daring atau online.
Minggu, 13 Sep 2026 07:44
Sulsel
Jemaah Haji Maros 2027 Bertambah Jadi 475 Orang
Jumlah calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Maros untuk musim haji 2027 kembali bertambah. Dari sebelumnya 463 orang, kini tercatat sebanyak 475 jemaah.
Selasa, 08 Sep 2026 16:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
2
HAR Soroti Masalah Sampah di Gowa, DPRD Bakal Panggil DLH untuk Klarifikasi
3
FAI-UMI Bekali Maba dengan Nilai Keilmuan, Karakter, dan Pengembangan Diri
4
6 Tim Melaju ke Babak Final Teacher Tech Championship 2026 Bakti BCA
5
Sinergi PT Vale - TNI Dukung Olahraga & Budaya Lokal Lewat Patonro Run
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
2
HAR Soroti Masalah Sampah di Gowa, DPRD Bakal Panggil DLH untuk Klarifikasi
3
FAI-UMI Bekali Maba dengan Nilai Keilmuan, Karakter, dan Pengembangan Diri
4
6 Tim Melaju ke Babak Final Teacher Tech Championship 2026 Bakti BCA
5
Sinergi PT Vale - TNI Dukung Olahraga & Budaya Lokal Lewat Patonro Run