Beroperasi 2 Tahun, Mie Gacoan Maros Diduga Tak Pernah Setor Retribusi Parkir
Senin, 08 Jun 2026 14:13
Direktur PT Istiqomah Ainun Masmun, Masud menunjukkan dokumen PKs antara pihaknya dengan Dishub Maros terkait pengelolaan parkir. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Gerai Mie Gacoan di Kabupaten Maros yang telah beroperasi selama dua tahun diduga melakukan pungutan liar (pungli) parkir.
Dugaan tersebut muncul karena gerai makanan itu disebut belum pernah menyetorkan retribusi parkir tepi jalan kepada Pemerintah Kabupaten Maros sejak mulai beroperasi.
Direktur PT Istiqomah Ainun Masmun, Mas'ud, selaku pihak ketiga pengelola retribusi parkir tepi jalan, mengatakan pihaknya tidak pernah menerima setoran retribusi parkir dari gerai tersebut. Padahal, menurut dia, pengunjung tetap dikenakan biaya parkir.
Mas'ud menyebut imbauan pembayaran parkir juga terpasang di area parkir gerai tersebut.
"Mereka telah memungut pembayaran parkir, tapi tidak menyetorkan ke Pemda Maros. Kami selaku pihak ketiga parkir tepi jalan sudah beberapa kali menemui pihak Gacoan, namun mereka mengindahkan pembayaran retribusi parkir ini," jelasnya.
Menurut Mas'ud, pihak Mie Gacoan berdalih telah membayar kewajiban terkait parkir kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros.
"Namun saat kami konfirmasi ke Bapenda, ternyata yang masuk itu hanya pajak Restoran mie Gacoan, tidak termasuk di dalamnya retribusi parkir tepi jalan," ujarnya kepada awak media, Senin (8/6/2026).
Ia menuturkan, berdasarkan perkiraannya, gerai Mie Gacoan Maros dapat memungut biaya parkir hingga Rp3 juta per hari. Namun, menurutnya, retribusi dari pungutan tersebut belum pernah disetorkan.
"Bila dihitung dalam angka, selama beroperasi dua tahun, pungutan liar parkir di gerai Mie Gacoan ini bisa mencapai Rp1 miliar lebih. Ini yang kami kejar," ujarnya.
Mas'ud mengatakan pihaknya telah berupaya melakukan komunikasi dengan pengelola gerai. Namun karena tidak menemukan titik temu, pihaknya memilih menempuh jalur hukum.
"Kami juga sudah melaporkan pihak Mie Gacoan ke Polres Maros, atas dugaan pungli parkir. Mereka disangkakan dengan pasal tindak pidana korupsi," pungkasnya.
Dugaan tersebut muncul karena gerai makanan itu disebut belum pernah menyetorkan retribusi parkir tepi jalan kepada Pemerintah Kabupaten Maros sejak mulai beroperasi.
Direktur PT Istiqomah Ainun Masmun, Mas'ud, selaku pihak ketiga pengelola retribusi parkir tepi jalan, mengatakan pihaknya tidak pernah menerima setoran retribusi parkir dari gerai tersebut. Padahal, menurut dia, pengunjung tetap dikenakan biaya parkir.
Mas'ud menyebut imbauan pembayaran parkir juga terpasang di area parkir gerai tersebut.
"Mereka telah memungut pembayaran parkir, tapi tidak menyetorkan ke Pemda Maros. Kami selaku pihak ketiga parkir tepi jalan sudah beberapa kali menemui pihak Gacoan, namun mereka mengindahkan pembayaran retribusi parkir ini," jelasnya.
Menurut Mas'ud, pihak Mie Gacoan berdalih telah membayar kewajiban terkait parkir kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros.
"Namun saat kami konfirmasi ke Bapenda, ternyata yang masuk itu hanya pajak Restoran mie Gacoan, tidak termasuk di dalamnya retribusi parkir tepi jalan," ujarnya kepada awak media, Senin (8/6/2026).
Ia menuturkan, berdasarkan perkiraannya, gerai Mie Gacoan Maros dapat memungut biaya parkir hingga Rp3 juta per hari. Namun, menurutnya, retribusi dari pungutan tersebut belum pernah disetorkan.
"Bila dihitung dalam angka, selama beroperasi dua tahun, pungutan liar parkir di gerai Mie Gacoan ini bisa mencapai Rp1 miliar lebih. Ini yang kami kejar," ujarnya.
Mas'ud mengatakan pihaknya telah berupaya melakukan komunikasi dengan pengelola gerai. Namun karena tidak menemukan titik temu, pihaknya memilih menempuh jalur hukum.
"Kami juga sudah melaporkan pihak Mie Gacoan ke Polres Maros, atas dugaan pungli parkir. Mereka disangkakan dengan pasal tindak pidana korupsi," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Ribuan Kader PKK Maros Ikuti Jambore di Camba
Ribuan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengikuti Jambore PKK.
Sabtu, 31 Okt 2026 12:02
Sulsel
Posyandu Maros Didorong Layani Enam Bidang Dasar
Posyandu di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, didorong bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mencakup enam bidang pelayanan dasar, tidak lagi terbatas pada kesehatan ibu dan anak.
Kamis, 29 Okt 2026 15:19
Sports
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
Bonus atlet Kabupaten Maros untuk peraih medali emas pada Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026 naik menjadi Rp20 juta per medali. Sementara itu, besaran bonus untuk peraih medali perunggu masih dalam tahap perhitungan.
Kamis, 29 Okt 2026 10:03
Sulsel
Pemkab Maros Siapkan Rp5 Miliar untuk Program Satu Desa Satu Hafiz
Pemerintah Kabupaten Maros meluncurkan program Satu Desa Satu Hafiz bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).
Rabu, 28 Okt 2026 17:08
News
Urai Kemacetan, Truk di Maros Isi Solar Pukul 20.00–05.00
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, Sulawesi Selatan, menghapus aturan ganjil-genap untuk pengisian BBM subsidi jenis solar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Selasa, 27 Okt 2026 16:28
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Puncak Cita Askara Adujak GenRe Sulsel 2026: Lahirnya Wajah Baru Penggerak Perubahan
2
Dua Putra-Putri Luwu Timur Raih Beasiswa S2 Vale Indonesia 2026
3
OJK Serahkan Tambahan Hasil Penelusuran Aset DSI kepada Bareskrim
4
Banyak Usulan Raperda Mandek, DPRD Makassar Minta Pemkot Lengkapi Naskah Akademik
5
PLN Gandeng BINDA Sultra, Atasi Hambatan Pembangunan Infrastruktur Listrik
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Puncak Cita Askara Adujak GenRe Sulsel 2026: Lahirnya Wajah Baru Penggerak Perubahan
2
Dua Putra-Putri Luwu Timur Raih Beasiswa S2 Vale Indonesia 2026
3
OJK Serahkan Tambahan Hasil Penelusuran Aset DSI kepada Bareskrim
4
Banyak Usulan Raperda Mandek, DPRD Makassar Minta Pemkot Lengkapi Naskah Akademik
5
PLN Gandeng BINDA Sultra, Atasi Hambatan Pembangunan Infrastruktur Listrik