Persiapan Revalidasi Geopark Maros-Pangkep Capai 75 Persen
Rabu, 22 Jul 2026 14:22
Rapat koordinasi persiapan revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros terus mematangkan persiapan menjelang revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Juli 2026.
Saat ini, progres persiapan telah mencapai sekitar 75 persen.
Wakil Bupati Maros, A Muetazim Mansyur, mengatakan hasil peninjauan tim dari Bappenas beberapa waktu lalu masih memberikan sejumlah catatan yang harus segera dituntaskan sebelum kedatangan tim asesor UNESCO.
"Persiapan kita saat ini sudah mencapai sekitar 75 persen. Yang tersisa hanya pekerjaan-pekerjaan minor, terutama menyangkut kebersihan dan pembenahan sejumlah fasilitas pendukung," kata Muetazim, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, aspek kebersihan menjadi perhatian utama dalam revalidasi kali ini.
"Tim Bappenas menemukan masih adanya tumpukan sampah di sepanjang jalur dari kawasan Bantimurung menuju Karaenta, serta beberapa fasilitas toilet di kawasan karst Rammang-Rammang yang belum berfungsi optimal," terangnya.
Selain itu, kondisi dermaga wisata, terutama Dermaga dua di kawasan Rammang-rammang, juga menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian untuk segera dibenahi sebelum penilaian berlangsung.
Sebelum tim asesor Unesco tiba kata mantan Kadis PU kabupaten Maros ini, Pemkab Maros akan mengerahkan instansi terkait untuk menggelar aksi bersih-bersih secara besar-besaran mulai Kamis (23/7/2026).
"Kegiatan ini tidak hanya melibatkan ASN, tapi juga melibatkan berbagai unsur, di antaranya personel Kostrad Yonif 433, Gudang Pusat Penyimpanan Amunisi, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat," ujarnya.
Dia menuturkan, fokus pembenahan meliputi jalur dari Pattunuang, Karaenta, Taman Wisata Alam Bantimurung, kawasan Rammang-rammang, termasuk Dermaga 1, Dermaga 2, Dermaga 3, serta jalur susur Sungai Rammang-rammang yang akan dilalui tim asesor UNESCO.
"Semua lokasi yang menjadi titik kunjungan asesor akan kita benahi. Mulai dari kebersihan kawasan, fasilitas umum, hingga akses menuju geosite agar memberikan kesan yang baik," ujarnya.
Muetazim menjelaskan, tim asesor UNESCO dijadwalkan tiba di Makassar pada 27 Juli 2026 dan diterima Gubernur Sulawesi Selatan pada sore harinya.
Selanjutnya, pada 28 Juli, tim akan memulai rangkaian penilaian di Kabupaten Maros sebelum melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Pangkep pada 29 Juli.
Sementara itu Bupati Maros AS Chaidir Syam menuturkan, pihaknua optimistis seluruh catatan yang diberikan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga Geopark Maros-Pangkep dapat mempertahankan status sebagai UNESCO Global Geopark.
"Insyaallah seluruh rekomendasi bisa kita tuntaskan sebelum asesor turun. Kita akan siap menyambut kedatangan tim asesor UNESCO," pungkasnya.
Saat ini, progres persiapan telah mencapai sekitar 75 persen.
Wakil Bupati Maros, A Muetazim Mansyur, mengatakan hasil peninjauan tim dari Bappenas beberapa waktu lalu masih memberikan sejumlah catatan yang harus segera dituntaskan sebelum kedatangan tim asesor UNESCO.
"Persiapan kita saat ini sudah mencapai sekitar 75 persen. Yang tersisa hanya pekerjaan-pekerjaan minor, terutama menyangkut kebersihan dan pembenahan sejumlah fasilitas pendukung," kata Muetazim, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, aspek kebersihan menjadi perhatian utama dalam revalidasi kali ini.
"Tim Bappenas menemukan masih adanya tumpukan sampah di sepanjang jalur dari kawasan Bantimurung menuju Karaenta, serta beberapa fasilitas toilet di kawasan karst Rammang-Rammang yang belum berfungsi optimal," terangnya.
Selain itu, kondisi dermaga wisata, terutama Dermaga dua di kawasan Rammang-rammang, juga menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian untuk segera dibenahi sebelum penilaian berlangsung.
Sebelum tim asesor Unesco tiba kata mantan Kadis PU kabupaten Maros ini, Pemkab Maros akan mengerahkan instansi terkait untuk menggelar aksi bersih-bersih secara besar-besaran mulai Kamis (23/7/2026).
"Kegiatan ini tidak hanya melibatkan ASN, tapi juga melibatkan berbagai unsur, di antaranya personel Kostrad Yonif 433, Gudang Pusat Penyimpanan Amunisi, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat," ujarnya.
Dia menuturkan, fokus pembenahan meliputi jalur dari Pattunuang, Karaenta, Taman Wisata Alam Bantimurung, kawasan Rammang-rammang, termasuk Dermaga 1, Dermaga 2, Dermaga 3, serta jalur susur Sungai Rammang-rammang yang akan dilalui tim asesor UNESCO.
"Semua lokasi yang menjadi titik kunjungan asesor akan kita benahi. Mulai dari kebersihan kawasan, fasilitas umum, hingga akses menuju geosite agar memberikan kesan yang baik," ujarnya.
Muetazim menjelaskan, tim asesor UNESCO dijadwalkan tiba di Makassar pada 27 Juli 2026 dan diterima Gubernur Sulawesi Selatan pada sore harinya.
Selanjutnya, pada 28 Juli, tim akan memulai rangkaian penilaian di Kabupaten Maros sebelum melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Pangkep pada 29 Juli.
Sementara itu Bupati Maros AS Chaidir Syam menuturkan, pihaknua optimistis seluruh catatan yang diberikan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga Geopark Maros-Pangkep dapat mempertahankan status sebagai UNESCO Global Geopark.
"Insyaallah seluruh rekomendasi bisa kita tuntaskan sebelum asesor turun. Kita akan siap menyambut kedatangan tim asesor UNESCO," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Pemkab Maros Koordinasi DPR RI Pulangkan Jenazah WNI yang Meninggal di Armenia
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros bergerak cepat menyikapi kabar meninggalnya warga Moncongloe Lappara, Kabupaten Maros, Valent Alexy Tamboto di Armenia.
Selasa, 21 Jul 2026 13:39
News
Polisi Armenia Selidiki Kematian TKI Asal Maros, Pemulangan Jenazah Tertunda
Disnaker Kabupaten Maros terus memantau penanganan kasus meninggalnya Valent A. Tambuto (24), TKI asal Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, yang meninggal dunia di Armenia.
Senin, 20 Jul 2026 18:58
News
Pemdes Moncongloe Lappara Benarkan TKI yang Meninggal di Armenia Warganya
Pemdes Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, membenarkan bahwa Valent A. Tambuto, WNI yang ditemukan meninggal di kamar indekosnya di Kota Yerevan, Armenia, merupakan warganya.
Senin, 20 Jul 2026 17:57
Sulsel
72 Calon Paskibraka Maros Jalani Pembekalan
Sebanyak 72 calon Paskibraka akan menjalani pembekalan, pelatihan intensif hingga karantina sebelum bertugas pada upacara 17 Agustus 2026.
Senin, 20 Jul 2026 12:47
News
Bandara Sultan Hasanuddin Pastikan Lunasi PBB-P2 2026 Sebelum Tenggat Waktu
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Sultan Hasanuddin memastikan akan memenuhi kewajiban pembayaran PBB-P2 Tahun 2026 sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Maros.
Minggu, 19 Jul 2026 17:55
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Respon Gubernur Sulsel dan Sekda Soal Surat Permintaan Mediasi Bupati Gowa dengan DPRD
2
Hadapi Krisis Air, PDAM Makassar Siapkan 3 Langkah Pulihkan Distribusi
3
Satlantas Lutim Ingatkan Warga Bayar Pajak Tepat Waktu, Samsat Keliling Siap Melayani
4
32 Anak di Makassar Diduga jadi Korban Pelecehan Seksual Pemilik Warung
5
Dari 115 WB Higt Risk, 14 WBP Lapas Parepare Dikirim ke Nusakambangan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Respon Gubernur Sulsel dan Sekda Soal Surat Permintaan Mediasi Bupati Gowa dengan DPRD
2
Hadapi Krisis Air, PDAM Makassar Siapkan 3 Langkah Pulihkan Distribusi
3
Satlantas Lutim Ingatkan Warga Bayar Pajak Tepat Waktu, Samsat Keliling Siap Melayani
4
32 Anak di Makassar Diduga jadi Korban Pelecehan Seksual Pemilik Warung
5
Dari 115 WB Higt Risk, 14 WBP Lapas Parepare Dikirim ke Nusakambangan