Gubernur Malut Tawarkan Peluang Investasi Pangan ke Saudagar Bugis-Makassar
Kamis, 26 Mar 2026 16:25
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, mengajak pengusaha dan investor, khususnya dari Sulawesi Selatan, untuk menanamkan modal di sektor pangan, logistik, dan transportasi laut di wilayahnya.
Ajakan tersebut disampaikan Sherly saat menjadi pembicara dalam sesi diskusi bertajuk Success Story dan Business Matching pada Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).
Menurut Sherly, Maluku Utara masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Sekitar 80 persen kebutuhan pangan dan logistik masyarakat setempat masih dipenuhi dari wilayah lain.
"80% dari seluruh kebutuhan dari Maluku Utara itu masih diambil dari luar Maluku Utara. Oleh karena itu, saya hadir di sini sebagai Gubernur Maluku Utara mengundang para saudagar-saudagar Bugis yang ada di sini, yang mungkin punya kompetensi di telur, di ayam, pelayaran, supply chain, logistik, untuk bisa masuk melihat potensi yang ada di Maluku Utara," kata Sherly.
Ia menilai kondisi tersebut sekaligus membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk mengembangkan investasi di sektor rantai pasok, peternakan, hingga logistik laut.
Sherly mencontohkan peluang bisnis pada komoditas ayam potong. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, kebutuhan ayam di Maluku Utara diperkirakan mencapai 25.000 ton per tahun.
"Sebagai contoh, dengan penduduk sekitar 1,4 juta, kita itu punya kebutuhan ayam sekitar 25.000 ton per tahun. Dengan harga sekitar Rp40.000 per kilo saja, itu potensinya hampir 1 triliun. Dan untuk diketahui, di Maluku Utara per hari ini harga ayam per kilo itu sekitar Rp50.000 sampai Rp55.000, diakibatkan karena biaya logistik yang cukup tinggi," lanjutnya.
Selain ayam potong, sektor peternakan telur juga dinilai memiliki potensi ekonomi besar. Berdasarkan perhitungan kebutuhan konsumsi masyarakat, nilai perputaran ekonomi dari komoditas telur diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun.
"Sehingga peluang untuk bikin peternakan ayam di Maluku Utara masih sangat tinggi. Begitupun dengan telur, dengan asumsi satu penduduk makan satu minggu tiga butir telur saja, maka satu tahun itu kebutuhannya sekitar 400.000 ton telur, dan dengan harga Rp2.000 saja potensinya Rp800 miliar. Untuk diketahui di Maluku Utara itu rata-rata harga telur Rp2.500, sehingga potensinya pun masih luas," tuturnya.
Di sisi lain, Sherly mengungkapkan bahwa Maluku Utara mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada 2025, yakni sebesar 34 persen secara tahunan.
"Kabar baiknya, angin dari Maluku Utara itu sedang bagus. Jadi Maluku Utara, izin Pak Menteri, melaporkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia tahun 2025 kemarin year on year Maluku Utara adalah 34%, tertinggi se-Indonesia," paparnya.
Namun, ia menilai pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat. Hal ini terjadi karena ekonomi daerah masih bertumpu pada sektor hilirisasi nikel.
"Karena hilirisasi dari nikel. Maluku Utara memproduksi nikel kurang lebih 40% atau 50% dari nikel Indonesia, atau sekitar 20% dari nikel dunia. Dan pertumbuhannya itu tidak inklusif, tidak ada pemerataan," sebutnya.
Sherly menjelaskan, ketimpangan tersebut juga dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas sumber daya manusia serta belum optimalnya sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di daerahnya.
"Kenapa? Karena SDM, pertanian, peternakan, perikanan di Maluku Utara itu belum mampu swasembada. Infrastrukturnya belum siap, dan saat ini semua masih diambil dari luar, dari Sulawesi Utara dan dari Sulawesi Selatan," ungkapnya.
Karena itu, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha untuk mengembangkan sektor pangan dan logistik agar pertumbuhan ekonomi Maluku Utara dapat lebih merata.
Ajakan tersebut disampaikan Sherly saat menjadi pembicara dalam sesi diskusi bertajuk Success Story dan Business Matching pada Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).
Menurut Sherly, Maluku Utara masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Sekitar 80 persen kebutuhan pangan dan logistik masyarakat setempat masih dipenuhi dari wilayah lain.
"80% dari seluruh kebutuhan dari Maluku Utara itu masih diambil dari luar Maluku Utara. Oleh karena itu, saya hadir di sini sebagai Gubernur Maluku Utara mengundang para saudagar-saudagar Bugis yang ada di sini, yang mungkin punya kompetensi di telur, di ayam, pelayaran, supply chain, logistik, untuk bisa masuk melihat potensi yang ada di Maluku Utara," kata Sherly.
Ia menilai kondisi tersebut sekaligus membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk mengembangkan investasi di sektor rantai pasok, peternakan, hingga logistik laut.
Sherly mencontohkan peluang bisnis pada komoditas ayam potong. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, kebutuhan ayam di Maluku Utara diperkirakan mencapai 25.000 ton per tahun.
"Sebagai contoh, dengan penduduk sekitar 1,4 juta, kita itu punya kebutuhan ayam sekitar 25.000 ton per tahun. Dengan harga sekitar Rp40.000 per kilo saja, itu potensinya hampir 1 triliun. Dan untuk diketahui, di Maluku Utara per hari ini harga ayam per kilo itu sekitar Rp50.000 sampai Rp55.000, diakibatkan karena biaya logistik yang cukup tinggi," lanjutnya.
Selain ayam potong, sektor peternakan telur juga dinilai memiliki potensi ekonomi besar. Berdasarkan perhitungan kebutuhan konsumsi masyarakat, nilai perputaran ekonomi dari komoditas telur diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun.
"Sehingga peluang untuk bikin peternakan ayam di Maluku Utara masih sangat tinggi. Begitupun dengan telur, dengan asumsi satu penduduk makan satu minggu tiga butir telur saja, maka satu tahun itu kebutuhannya sekitar 400.000 ton telur, dan dengan harga Rp2.000 saja potensinya Rp800 miliar. Untuk diketahui di Maluku Utara itu rata-rata harga telur Rp2.500, sehingga potensinya pun masih luas," tuturnya.
Di sisi lain, Sherly mengungkapkan bahwa Maluku Utara mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada 2025, yakni sebesar 34 persen secara tahunan.
"Kabar baiknya, angin dari Maluku Utara itu sedang bagus. Jadi Maluku Utara, izin Pak Menteri, melaporkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia tahun 2025 kemarin year on year Maluku Utara adalah 34%, tertinggi se-Indonesia," paparnya.
Namun, ia menilai pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat. Hal ini terjadi karena ekonomi daerah masih bertumpu pada sektor hilirisasi nikel.
"Karena hilirisasi dari nikel. Maluku Utara memproduksi nikel kurang lebih 40% atau 50% dari nikel Indonesia, atau sekitar 20% dari nikel dunia. Dan pertumbuhannya itu tidak inklusif, tidak ada pemerataan," sebutnya.
Sherly menjelaskan, ketimpangan tersebut juga dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas sumber daya manusia serta belum optimalnya sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di daerahnya.
"Kenapa? Karena SDM, pertanian, peternakan, perikanan di Maluku Utara itu belum mampu swasembada. Infrastrukturnya belum siap, dan saat ini semua masih diambil dari luar, dari Sulawesi Utara dan dari Sulawesi Selatan," ungkapnya.
Karena itu, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha untuk mengembangkan sektor pangan dan logistik agar pertumbuhan ekonomi Maluku Utara dapat lebih merata.
(MAN)
Berita Terkait
News
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Pelajari Cara Makassar Kelola PAD
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu 28 Maret 2026.
Minggu, 29 Mar 2026 20:51
Makassar City
Di PSBM XXVI, Appi Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI tahun 2026 di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).
Kamis, 26 Mar 2026 20:14
Sulsel
Appi-Aliyah dan Cagub Malut Sherly Makan Malam Bersama, Bahas Kerjasama Antar Daerah
Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar pemenang periode 2024-2029, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (MULIA) menyambut hangat kedatangan Sherly Tjoanda di rumah makan New Aroma Balakkang, Jl. Chairil Anwar, Rabu malam (04/12/2024). Sherly merupakan calon Gubernur Maluku Utara pemenang.
Kamis, 05 Des 2024 08:22
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
3
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
4
OJK Tingkatkan Strategi Anti-Scam Bersama Australia, Fokus Perlindungan Konsumen
5
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
3
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
4
OJK Tingkatkan Strategi Anti-Scam Bersama Australia, Fokus Perlindungan Konsumen
5
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa